“Kenyamanan” mungkin menjadi kata terakhir yang mungkin kita asosiasikan kepada perjalanan udara saat-sat ini. Keterlambatan, pembatalaan, atau penundaan penerbangan menjadi hal yang biasa. Terlebih pada penerbangan domestik. Ditambah dengan berbagai kecelakaan pesawat udara yang marak terjadi, penerbangan udara menjadi jauh dari kenyamanan.
Namun ada fasilitas saat menikmati penerbangan udara yang acap membuat kita lupa dengan kepenatan dan waktu menunggu penundaan jadwal penerbangan, yaitu bandar udara (bandara).
Baru-baru ini Shermans Travel bekerjasama dengan situs MSN mencoba memberikan rujukan 10 bandara terbaik di dunia. Rujukan ini bukan hanya didasari oleh kemudahan dalam memperoleh jadwal penerbangan atau sambungan penerbangan tetapi juga mencakup keindangan lingkungan alam disekitar bandara, arsitektur, berbagai fasilitas yang ada di bandara, maupun kemudahan interaksi sosial yang dilakukan ditempat tersebut.
Peringkat pertama ternyata ditempati oleh bandara Aéroport de St. Jean yang terletak di kepulauan Karibia. Lingkungan alam yang sangat indah menjadi sebabnya. Dalam survey tersebut dipaparkan seolah-olah saat penumpang mendarat, melihat laut yang terhampar dengan indah tersebut, mereka seakan ingin segera melompat menyelam. Peringkat kedua diduduki bandara Schiphol Amsterdam. Di bandara ini bahkan terdapat kasino dan fasilitas melangsungkan pernikahan.
Dibawah ini daftar lengkap bandara tersebut:
1. Aéroport de St. Jean, Karibia
2. Amsterdam Schiphol Airport, Amsterdam
3. Calgary International Airport, Canada
4. Changi Airport, Singapore
5. Heathrow Airport, London
6. John F. Kennedy International Airport, New York
7. Keflavik International Airport, Iceland
8. Los Angeles International Airport
9. Madrid-Barajas Airport, Madrid
10. Sydney Airport, Sydney
Sudah barang tentu bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, tidak ada diantara urutan tersebut. Jangankan fasilitas duty free, kasino, atau melangsungkan pernikahan, urusan kereta dorong, toilet, calo, taxi gelap, atau imigrasi saja masih semerawut.
Namun mungkin ada baiknya pula asosiasi pariwisata Indonesia melakukan survey dan pemeringkatan seperti diatas terhadap berbagai bandara yang ada di Indonesia. Syukur-syukur kalau peringkatnya rendah akan segera melakukan introspeksi dan memperbaikinya. Paling tidak memberikan kenyamanan kepada penumpang saat mereka menunggu pesawat yang tertunda atau belum berangkat-berangkat karena ada perbaikan kerusakan pada beberapa bagian pesawat.
















18 tanggapan so far ↓
jtabah // Januari 10, 2007 pada 8:39 am |
kalo ditempat kita, kayaknya tempat yang rame-rame gini malah jadi sarang penyamun. terminal, penyebrangan, stasiun, bahkan bandara karno-hatt pun jadi tempat yang mengerikan bagi tki/tkw.
arya // Januari 11, 2007 pada 1:43 am |
wah,
jangan dibandingkan dengan Jakarta dong. Levelnya masih jauh.
asf // Januari 11, 2007 pada 3:04 am |
Saya sangat benci jalur khusus TKI. Niatnya mempermudah TKI yang baru pulang atau mengumpulkannya untuk dipalak rame-rame?
Riyan Wiraputra // Januari 11, 2007 pada 12:02 pm |
Di indonesia malah banyak bandara yang landasan nya saja kurang panjang, seperti semarang misalnya. Bagaimana bisa bersaing untuk menjadi yg terbaik?
Kang Adhi // Januari 11, 2007 pada 4:17 pm |
Asyik Schippol no 2. Itu daftar rank khan? Kenapa Kuala Lumpur gak masuk ya? Padahal bagus. BTW, ternyata slogan blognya sama dengan saya ya. Merdeka = freedom. Hehe…Thx Bang Thamrin.
Gabrielle // Januari 13, 2007 pada 3:33 am |
Wah. Changi turun pangkat…
juliach // Januari 16, 2007 pada 12:59 pm |
Jangankan TKI/TKW, bule yg punya visa Kunjungan Sosial Budaya/Keluarga, jadi bahan palakan orang imigrasi ketika mau meninggalkan Indonesia 100-200 USD/orang. Malu deh aku jadinya sebagai sponsor bule-bule itu.
Neverland // Januari 19, 2007 pada 12:57 pm |
Mungkin di Indonesia,terutama PNS dan pegawai BUMN,ukuran kesuksesan seorang pekerja entah itu pegawai maupun pejabat, dilihat dari kesejahteraan individunya,bukan dari hasil kerjanya dalam memajukan perusahaan/badan tempatnya bekerja.Jadi dalam kasus ini, mereka masa bodoh aja dengan CGK, yg penting kesejahteraan mereka meningkat dan status ekonomi sosial mereka juga oke (walau dengan cara memalukan).
JaF // Januari 24, 2007 pada 7:21 pm |
Kalau ada 10 bandara terbaik di Indonesia, saya akan pilih Juanda, Surabaya!
Nofie Iman // Januari 27, 2007 pada 1:29 pm |
Kalau saya, pilih Heathrow dan Changi.
Soekarno-Hatta? Untuk sementara memang harus dikecualikan.
http://nofieiman.com/2006/05/buruknya-soekarno-hatta-dan-pariwisata-kita/
sari // Maret 9, 2007 pada 10:22 am |
maslah transpotasi, kayaknya semua harus dibenahi dech, apalago menterinya, kok PD sekali tetap menjabat, padahal udah banyak kecelakaan, bisa-bisa orang takut pergi pakai transpotasi umum, jadi gimana ………….
RIAN // September 24, 2007 pada 11:25 am |
SAYA SANGAT KECEWA DENGAN WEB INI KARENA MENJELEK-JELEKKAN BANDARA YANG ADA DI NEGARAKU,
doni // November 9, 2007 pada 3:35 pm |
Hahahahaha terima saja kenyataan,bahkan Soekarno hatta aja bukan kategori diatas 150 PCN,alhasil AIRBUS tipe 380 kagak bisa masuk.yang masuk tipe diatas 150 PCN udah tersebut di 10 bandara terbaik.
Ugh // Februari 1, 2008 pada 1:11 pm |
Nasiebmu Indonesiaku…
dari dulu mpek skarang nggak pernah berubah eh malah tambah hancur!!..
Bukannya ngejek tapi ini kenyataan..
knapa sih kita lemah???
nggak punya ketegasan..
Banyak calo…tempat kadang nggak bersih..
banyak deh kekurangan yang perlu dibenahi…
yuuk..kita mulai dari diri masing masing..
yuk..ya..
yuuuuuuuuuuuk
Muhammad Husni Thamrin // Februari 4, 2008 pada 2:14 am |
Contoh terlantarnya sekitar 4000 penumpang (menurut Metro TV) pada Sabtu malam kemarin, 2 Feb 2008, di bandara Soekarno Hatta merupakan salah satu contohnya Mas..
pnang // Februari 4, 2008 pada 5:09 am |
anda mau mas Husni terbang/mendarat dengan kondisi cuaca seperti kemarin tgl 2 Feb 2008…?
Thamrin // Februari 4, 2008 pada 6:43 am |
Bukan soal cuaca Mas…Tapi soal layanan penumpang yang terlantar di Bandara. Nggak ada makanan, nggak bisa istirahat. Soal cuaca juga sebenarnya mungkin nggak terlalu soal kalau genangan air dilandasan pacu dan mendarat bisa diatasi..
igit // September 27, 2009 pada 1:13 am |
saudaraku semuanya.. memang betul jika banyak orang yang kecewa ketika kita berbicara tentang negeri ini…. namun ingat harapan masih terbuka lebar2 untuk kita sampai pada kejayaan INDONESIA.. berfikirlah SOLUSI saudaraku sekali lagi SOLUSI. kalo cuma mencela itu sih gampang.. oke tetep semangat