Teman saya, (sheeetttt…….ia orang partai lho), baru-baru ini mengatakan Reshuffle mungkin masih akan terjadi tahun ini. SBY dan Kalla masih butuh mengamankan biduk mereka menjelang Pemilu 2009. Ibarat kata….tes-tes ombak lah. Tinggikah? Deraskah? Dalamkah? sang air ombak atau tidak. Informasi ini jelas diperlukan SBY dan Kalla jika mereka ingin maju pada pemilu 2009, baik sebagai pasangan kembali atau sendiri-sendiri dengan pasangan yang baru. Jika ingin jujur, reshuffle kali ini tidak ada, atau kalaupun ada sangat sedikit, kaitannya dengan perbaikan kinerja kabinet.
Jika ingin “lebih’ mengarah pada perbaikan kinerja kabinet, seharusnya yang disorot, dievaluasi atau direshuffle adalah pos-pos menteri yang banyak berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak, yang merupakan konstituen SBY atau Kalla, dan berkaitan langsung dengan sektor riil, seperti pos Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan, atau Menteri Kehutanan.
Tapi sudahlah, toh sudah tergantikan dan sudah dilantik. Lukman Edi, yang menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal pun harus merelakan jabatannya sebagai Sekjen PKB, yang kini sedang dicarikan penggantinya.
Berita menghebohkan menyusul reshuffel justru berkaitan dengan korupsi dana non budgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DPK), yang melibatkan nama-nama besar. Lucunya kemudian hanya menjadi komedi badut belaka. Pake maaf-maafan lah, dan toh di Harian Rakyat Merdeka 31 Mei, 2007 lalu terpampang dihalaman depan; “Tak Berniat Seret SBY& Amien: Rokhmin; Biarlah Aku Jadi Tumbal.”
Sangat heroik di hari “gini”!! Mungkin niatan dan komentar yang tulus. Namun menjadi sebuah lawakan. Apa didalam UU Anti Korupsi ada pasal yang mengatur “tumbal” yah? Atau mungkin benar dan lebih baik mengikuti saran yang diajukan oleh Wakil Ketua Umum Partai Dmeokrat, Ahmad Mubarok, meminta segera memasukkan Amien rais kedalam bui, karena toh ia telah mengaku menerima dana tersebut.
Apa KPK berani ?
Au ah elap……
















4 tanggapan so far ↓
Bachtzia // Juni 4, 2007 pada 12:02 pm |
pertamaxxx………
pak amien rais kan udah mengaku tuh , artinya ia sudah terbukti . KPK harus berani dunk !!!
* gw masih kecil sotoy….
**harusnya begitu…hua..ha…ha…..ha….Sayangnya…KPK?
danalingga // Juni 4, 2007 pada 12:12 pm |
Yah selama pemilihan mentrinya berdasarkan kepentingan partai, resufle akan tetap ada.
**Yang jelas pemerintah seharusnya berani mengambil sikap terhadap partai yang konon mendukung tetapi tidak jujur justru menohok dari belakang…!?
manusiasuper // Juni 4, 2007 pada 12:47 pm |
Well, ga tau, mesti mencari alasan apa lagi dari benak konyol ini agar bisa tetap optimis hidup di negara ini…
Ketikapengurus negara sudah tidak mengerti atau melupakan esensi dari keberadaan negara itu, lalu untuk apa kita bernegara??
**Untuk dibodohi Mas…..kalau kita enggan bersuara?!
imcw // Juni 6, 2007 pada 8:46 am |
satu lagi menteri yang kudu diganti, menteri pertambangan dan energi dan pekerjaan umum yang nggak becus ngurus bencana lapindo…