Menulis di 1 April? Jangan-jangan isi tulisan hanya dianggap sebagai April fools. Ditambah dengan kebosanan melihat sekian bayak artikel tentang Fitna yang memenuhi “wordpress,” lengkaplah sudah…
Tak banyak yang menarik. Termasuk satu terbitan yang baru saya terima, Konstelasi, tentang pluralisme dan salah satunya membahas mengenai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pluralisme. Lagi-lagi pembahasan yang tak perlu. Sama tidak perlunya dengan pembahasan film produksi Belanda tadi. Jelas diproduksi oleh seseorang yang tak memahami pluralisme, walau dengan embel-embel kebebasan berekspresi, eh…masih kita bahas, kita buat resensinya, dan kita maki-maki. Bahkan kita demo pula kedutaan Belanda yang tidak ada hubungannya sama sekali. Kenapa telur yang kita lempar tersebut tak kita goreng saja untuk mengganjal perut yang lapar….mubazirr.
















3 tanggapan so far ↓
arifrahmanlubis // April 1, 2008 pada 9:55 am |
“Kenapa telur yang kita lempar tersebut tak kita goreng saja untuk mengganjal perut yang lapar….mubazirr”
ungkapan yang lucu tapi pas untuk kondisi ummat islam sekarang
kegeraman dan kecemburuan, jangan sampai membuat lupa pada identitas dan akhlak sebagai seorang muslim.
peyek // April 2, 2008 pada 3:53 pm |
karenanya saya nunggu sampai tanggal 2 april, hehehe…
cds indonesia // April 11, 2008 pada 8:31 am |
Tulisan yang menarik, lugas, dan mudah dicerna.Salam kenal dari kami.
http://cdsindonesia.wordpress.com