Soal kemacetan adalah soal klasik yang selalu muncul di Jakarta, dan belum mampu diatasi oleh berbagai “rezim” yang silih berganti memimpin Jakarta, ibukota Negara Republik Indonesia. Berbagai macam cara ditempuh sudah, dahulu ada yang dinamai Rapid Mass Trasportation, yang intinya mengatur jalur bis kota, dikenalkan pula bis sekolah dan bis universitas, yang tak banyak menolong, karena juga ikut mengangkut pekerja kantoran. Kutipan harga yang diperuntukkan bagi siswa sekolah maupun mahasiswa lebih murah dibanding harga tiket bis yang lain. Jika mengangkut pegawai kantoran atau pekerja yang lain, paling tidak ada kelebihan yang dapat dikantongi oleh supir dan kenek bis.
Tol dalam kota dan tol lingkar jakarta pun di bangun dengan semangat mengatasi kemacetan. Namun toh kenyataannya jalan tol, pada jam-jam tertentu justru lebih padat dibanding jalan umum biasa yang ada di kiri kanannya. Jalur bus way yang konon menjadi sebuah alternatif juga tak banyak membantu. Apalagi soal subway atau monorail. Mungkin masih harus menunggu 10-20 tahun lagi. Lanjut membaca















