Yearly Archives: 2006

Bima yang Berubah

Saya baru punya kesempatan kembali lagi ke Bima minggu lalu, 5 Desember 2006, setelah yang terakhir pada tahun 2002. Sayangnya kepergian saya kali ini sekaligus pula untuk mengubur ibu yang meninggal satu hari sebelumnya.

Cukup banyak perubahan yang berarti. Pesawat merpati yang mengangkut penumpang dari dan ke Denpasar kini ada setiap hari, walaupun hanya satu kali. Namun sayangnya penerbangan lain yang dahulu ada kini telah berhenti. Ini sepertinya diakibatkan monopoli pemerintah daerah Bima yang ikut melakukan investasi penyewaan pesawat milik maskapai penerbangan Merpati (di badan pesawat merpati yang saya tumpangi ada tertera logo pemerintah daerah Bima).

Baca lebih lanjut

Iklan

Mencabut Mandat Siapa?

Hampir saya tidak bisa membedakan dan salah menuliskan antara dua kata “mandat” dan “madat.” Padahal kata yang pertama menunjukkan keterkaitan terhadap wewenang kekuasaan, sementara kata yang kedua jelas-jelas berkaitan dengan ketergantungan atau sesuatu benda yang memabukkan.

Konon punya kisah ini disebabkan saya membaca Harian Rakyat Merdeka edisi Selasa, 19 Desember 2006 yang lalu. Terpampangnya sebuah berita yang berjudul “Tri Sutrisno Cs Adukan SBY-JK Ke Ketua DPR.” Sejumlah “tokoh” lain pun, seperti Hariman Siregar, Frans Seda, Adnan Buyung Nasution, Fadli Zon, dll, ditulis ikut serta dalam pertemuan tersebut, yang menurut harian ini berencana “mencabut mandat” dari pemrintahan SBY-JK. Hariman, seperti yang dikutip Harian Rakyat Merdeka mengatakan bahwa memang tidak ada aturan mengenai pencabutan mandat, namun situasi yang menurutnya sudah sedemikian parah membuat mereka perlu melakukan diskusi dengan Ketua DPR Agung Laksono.

Baca lebih lanjut

Pilot & Rokok

Mungkin tidak penting, tapi mungkin juga penting. Sebenarnya iklan ini sudah saya saksikan lama dan saya percaya bagi sobat yang juga senang begadang, tidur setelah jam 21.00 WIB, pasti telah pula melihatnya (maklum iklan jenis ini kan baru boleh keluar setelah jam 21.00 WIB kalau tidak salah).

Namun tak pernah saya perhatikan dengan seksama hingga tadi malam, saat pulang melalui kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dan melihat pampangan iklan ini pada billboard raksasa, mencolok di depan mata saya.

Baca lebih lanjut

Sekali Lagi Tentang Beras

Membaca kolom analisa ekonomi yang dibuat Bung Faisal Basri pagi kemarin, 18 Desember 2006,  di harian Kompas mengenai “Manajemen Perberasan” semakin membuat saya tak memahami berbagai analisa para pakar ekonomi mengenai beras.

Memang impor beras bukan satu-satunya solusi terhadap persoalan beras di Indonesia. tetapi mengembalikan wewenang kontrol dan penyelesaian masalah perberasan kembali kepada negara juga bukan merupakan solusi yang terbaik menurut saya. Terlebih pula, persoalan distribusi dan pengadaan beras ini sarat dengan nuansa politik. Selama Orde Baru mekanisme distribusi beras serta beberapa sumber bahan pokok lainnya berada ditangan pemerintah dan dibawah wewenang yang dikontrol oleh kroni Soeharto, seperti Bulog misalnya. Isu beras menjadi “jaring pengaman” sosial dan politik rezim Soeharto. Seolah ingin mengatakan bahwa tak apa menerapkan politik yang represif asal urusan perut rakyat terpenuhi.

Baca lebih lanjut

Lagi Tentang Beras

Saya bukanlah orang yang ahli tentang beras. Varietas unggulan mana pun saya tidak paham. Namun yang jelas saya mengkonsumsi beras, yang diolah menjadi nasi, sebagai makanan pokok. Saya pikir orang yang seperti saya tidaklah sedikit, bahkan mungkin dari Sabang hingga Merauke. Dahulu mungkin kita masih mempelajari di sekolah dasar bahwa makanan pokok saudara-saudara kita di belahan Timur Indonesia bisa berupa jagung, ubi, atau sagu. Seingat saya pernah juga mengalami masa tersebut, di kampung, mencampurkan nasi dengan jangung.

Namun ini kisah lama. Kini boleh dikatakan hampir seluruh masyarakat kita mengkonsumsi nasi, yang berasal dari beras. Menjadi santapan pokok (kadang-kadang diselingi oleh mie 😉 ). Oleh karenanya persoalan untuk mencukupi kebutuhan beras bagi masyarakat pun menjadi agenda nasional dan pekerjaan rutin bagi setiap pemimpin negara ini.

Baca lebih lanjut

Mantan Kepala Biro Keuangan KPU Meninggal di LP Cipinang

Mantan Kepala Biro Keuangan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hamdani Amin, diberitakan meninggal di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang hari ini. Berita ini dimuat oleh Tempo Interaktif pada jam 12.21 WIB.

Lembaga Pemasyarakatan Cipinang belum mengeluarkan secara resmi sebab kematian terpidana yang pada tanggal 2 Desember 2005 oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi divonis  empat tahun penjara.

Baca lebih lanjut

Gatal Ingin Menulis Lagi

Lama juga saya tidak menulis dalam blog ini, memberi komentar atau opini terhadap berbagai gosip dan berita yang melayang, simpang siur berseliweran. Ada tentang kehebohan AA Gym yang kembali mengambil istri baru, ada tentang bocoran video anggota DPR dari Partai Golkar, ada tentang isu perceraian Pinkan Mambo, ada tentang ribut-ribut Dani “Dewa” dengan menejer Ratu, ada tentang  komentar Wakil Presiden Jusuf Kalla tentang korupsi, atau kekecewaan Presiden SBY terhadap prestasi olahraga Indonesia.

Baca lebih lanjut