Gonjang Ganjing Gaji ke – 13

Dalam budaya Cina atau beberapa suku yang ada di Indonesia angka 13 dianggap angka sial. Tak banyak yang mau menggunakan atau akrab dengan angka ini. Acapkali dijumpai beberapa hotel atau apartemen enggan memberikan angka 13 pada salah satu lantainya.

Namun untuk urusan bonus atau gaji, angka 13 adalah urutan yang dinanti-nanti. Tak pandng ia pegawai negeri atau pegawai swasta. Sesuatu yang wajar seharusnya. Mengingat jerih payah yang dilakukan selama lebih dari 12 bulan yang dilakukan oleh para pegawai struktural ini.

Akan tetapi menjadi aneh jika yang meributkan justru orang-orang yang sebenarnya menduduki posisi fungsional, sebagai presiden, wakil presiden, menteri ataupun anggota DPR. Menjadi aneh karena selama ini mereka telah menikmati berbagai tunjangan akibat posisi fungsional mereka.

Huru-hara ini tersingkap tatkala Menteri Keuangan belum lama ini merencanakan untuk memberikan gaji ke-13. Alvin Lie dari Fraksi PAN serentak menolak untuk menerima gaji tersebut. Namun ada pula anggota DPR lain yang setuju menerimanya dan mengatakan yang tak setuju sebagai “munafik.”

Selama ini gaji ke – 13 merupakan mekanisme yang lazim diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Lantas pertanyaannya, apakah anggota DPR, DPD, presiden ataupun wakil presiden berstatus pegawai negeri sipil?

Jangan-jangan perdebatan, yang lebih seru di kalangan DPR ini, justru menunjukkan kekonyolan dan “kemunafikan” mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s