Football Party is Over…!!

Pesta Piala Dunia 2006 berakhir. Italia memastikan sebagai “numero uno,” Perancis terpaksa mengakui tendangan-tendangan penalti pemain mereka hanya cukup untuk menjadi “nomor dua,” dan Jerman pun sepertinya cukup senang memastikan diri pada posisi ketiga. Yang jelas Jerman diakui sebagai tuan rumah yang baik dan sukses dalam melaksanakan hajatan akbar emapt tahun sekali ini.

Para pemain harus menunggu empat tahun lagi untuk “unjuk olahan kaki” mereka, kecuali para pemain Eropa yang akan bertanding lagi pada event Piala Eropa dan para pemain yang telah menyatakan mundur dari ajag pertandingan internasional bagi kesebelasan negara mereka, seperti Zinade Zidane, playmaker kesebelasan Perancis.

Namun Zidane meninggalkan cerita tersendiri. Sekalipun masih berambisi ikut pada kompetisi internasional bagi negaranya, ia tak diperbolehkan mengikuti babak-babak pertandingan awal akibat kartu merah yang diperolehnya saat “menanduk” central back Italia, Materazzi. Zidane menutup karirnya, karena ia telah mengumumkan mundur dari semua pertandingan resmi baik di klub maupun bagi negaranya, dengan kartu merah.!! Sebuah ironi.

Namun tekad FIFA untuk memerangi rasisme dalam ajag piala dunia ini pun agaknya gagal. Konon Zidane terprovokasi Meterazzi yang menyebutnya terroris. Sesungguhnya yang harus disalahkan mungkin politisi ultra sayap kanan Perancis Le Penn, yang selama piala dunia berlangsung tak henti-hentinya memprovokasi pemain-pemain Perancis, yang umumnya berasal dari negara bekas jajahan Perancis.

So, tetap saja politik tak bisa dipisahkan dari olahraga populer ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s