Early Warning System is a Must

Bencana gempa, yang acapkali diiringi oleh tsunami, beruntun melanda Nusantara. Gempa serta tsunami di Aceh dan Nias kemudian disusul oleh gempa di Jawa Tengah dan Yogyakarta serta Lampung. Tak lama berselang, disusul kembali oleh gempa dan tsunami di Pantai Selatan pulau Jawa, Ciamis, Cilacap, dan Pangandaran. Belum lagi berbicara beberapa gempa kecil lain yang sempat melanda pulau Sulawesi, Papua, ataupun wilayah kepulauan Nusatenggara.

Tak hanya gempa dan tsunami yang terjadi ditengah laut, seperti yang terjadi di Aceh dan lepas laut Hindia baru lalu, bencana alam lainpun ikut menyertai. Letupan-letupan Gunung Merapi sempat membuat getaran disekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah serta mengakibatkan eksodusnya penduduk yang menetap disekitarnya. Belum lama terjadi pula bencana banjir yang melanda Sulawesi dan Kalimantan.

Penyebab boleh berbeda namun akibat bisa sama. Banyaknya bencana dan korban yang ditimbulkannya membuat kita berfikir, sudahkan isu ini menjadi fokus utama pemerintah. Indonesia tak dapat berpindah wilayah. Sebagai negara yang berada diatas jalur sabuk gempa dan gunung berapi mau tidak mau harus kita terima sebagai “nasib.” Namun toh ada cara lain untuk meminimalisir korban yang timbul. Pemerintah harus mau berinvetasi mahal dan jangka panjang untuk persoalan ini.

3 responses to “Early Warning System is a Must

  1. Great blog, Mone!

  2. Sebetulnya yang menjadi prioritas qt saat ini adalah bagaimana agar bencana alam yang terjadi seperti saat ini dapat qt antisipasi sedini mgkn, mgkn ini yang bisa jd pr bt pemerintah qt, tp jgn qt lupa klo alam perlu juga keseimbangan yang harus dijaga karena itu menjaga kelestarian alam merupakan salah satu alternatif bagi qt untuk menimimalkan bencana alam yang terjadi saat ini.
    Alam juga punya kekuatan sendiri yg kadang kala qt juga tidak menyadarinya, mgkn dengan berbagai bencana di indonesia qt bakal tahu akibat merusak alam,apa untungnya bg qt bila alam ini rusak,terima kasih

  3. Alam ditakdirkan untuk dapat digunakan dan diolah oleh manusia. Namun memang benar seperti yang anda katakan bung koe, bahwa perlu ada keseimbangan dan kesadaran untuk menjaga sumber daya alam tersebut agar lebih bermanfaat bagi manusia.

    Namuan hal ini susah dilakukan jika mengharapkan kesadaran secara kolektif. Karena susah untuk mengukur kesamaan isi kepala puluhan atau ratusan manusia. Kesadaran tersebut menjadi efektif jika tertanam dalam tanggungjawab masing-masing individu. Sebagai contoh apa yang diterapkan di Jerman, dengan memberikan hak kepemilikan individu pada hutan, maka masing-masing pemilik lahan tersebut menjadi memiliki tanggungjawab untuk menjaga kelestarian dan tingkat produktivitas hutan atau lahan yang mereka miliki. Saya pikir akan berbeda jika dimiliki secara kolektive, karena yang lain akan berpikir “Ah….si anu kan nggak mengurusi…” begitu pula yang lain. Apalagi seperti di Indonesia, yang dimiliki oleh negara, maka masyarakat kemudian menggantungkan setiap persoalan kepada negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s