Abdul Al-Rahman Ibn Muhammad Ibn Khaldun

Abd Al-Rahman Ibn Muhammad Ibn Khaldun atau lebih dikenal dengan sebutan Ibn Khaldun merupakan salah seorang pakar Islam yang hidup antara tahun 1332 – 1395.Nama penuhnya adalah Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Abi Bakr Muhammad ibn al-Hasan Ibn Khaldun lahir pada 27 Mei 1332 di Tunisia dan meninggal pada 17 Maret 1406  di Kaherah, Mesir. 

khaldun.jpgTerlahir dari keluarga yang cukup mampu, Ibn Khaldun mampu mengeyam pendidikan yang cukup baik. Ia dikenal sebagai pakar sejarah Arab yang terbaik dan ia dikenal pula sebagai ahli sejarah kebudayaan dan ilmu sosial modern.  Ibn Khaldun juga dikenal turut mengembangkan falsafah pemikiran Arab yang tidak berasaskan pada keagamaan paling awal, seperti yang terkandung dalam karyanya Muqaddimah (“Pendahuluan atau Pengenalan”). Ibn Khaldun juga dikenal sebagai ahli sejarah Muslim di Afrika Utara yang terulung. 

Ibn Khaldun menjabat beberapa pekerjaan di bawah pemerintahan Tunisia dan Morocco dan pada tahun 1363 bertindak sebagai duta raja di Granada. Pemahamannya yang kuat terhadap Al Qur’an, kemampuannya dalam bidang hukum dan ketatanegaraan pun membuat ia sempat menjadi pegawai pemerintah di damaskus dan Kairo, sebagai ahli hukum dan ketatanegaraan. 

Sebagai penasehat politik yang memiliki padangan dan pemahaman luas terhadap berbagai negara Muslim, ia membangun kemampuan pemahaman dalam mengamati dan menganlisa perkembangan ekonomi, politik, dan sosial pada imasanya. Karya-karyanya dipelajari ulang pada permulaan abad ke 19 oleh ahli-ahli Arab maupun Eropa. Bagi banyak masyarakat Arab ia dipandang sebagai sumber inspirasi dalam menemukan identitas dan definisi baru dalam hubungan masyarakat Arab dengan Barat. Sementara itu bagi para ahli-ahli yang ada di Barat Ibn Khaldun diinterpretasikan sebagai perwujudan kemunculan tradisi pemikiran rasionalistik Islam dan tokoh terdepan dalam pemikiran ekonomi dan sosilogi di dunia Islam.   

Beberapa ahli bahkan menyebut Ibn Khaldun sebagai „ Bapak Ekonomi (father of economics)“ yang sebenarnya atau dengan sebutan „Bapak Ilmu Sosial Modern (father of modern social science)“ serta mengklaim bahwa ide-ide yang digagas oleh Ibn Khaldun paling tidak mengilhami atau dicetuskan kembali, empat abad kemudian, oleh pemikir-pemikir seperti Adam Smith atau David Ricardo, dan kemudian oleh Karl Marx atau John Maynard Keynes. Trelepas dari berbagai perbandingan yang cukup membingungkan, kedalaman dan analisa yang kuat dari berbagai karya yang dihasilkannya sangat mengagumkan. Terutama pada karyanya „Muqaddimah“, yang berati sebuah pendahuluan atau pengantar dari berbagai karyanya yang kemudian mengenai sejarah. Dalam karyanya ini Ibn Khaldun membangun teori perburuhan, termasuk ide menarik mengenai teori tentang nilai, teori pembagian kerja, teori mengenai perpajakan dan berbagai kerangka teori yang menyangkut beberapa area lainnya dan dapat dikatakan sebagai area  “modern” untuk ukuran saat itu. Dalam berbagai tulisan mengenai ekonomi Ibn Khaldun menyokong adanya pasar terbuka yang didasari oleh permintaan dan penawaran. Ia juga menolak diberlakukannya cukai atau bea/pajak yang terlalu tinggi, perdagangan dengan orang asing dan percaya kepada kebebasan memilih bagi rakyat serta membiarkan mekera bekerja keras untuk diri mereka sendiri. Karya-karya Ibn Khaldun bermula pada penulisan mengenai sejarah orang-orang Arab dan suku-suku nomaden yang masih ada di wilayah Arab pada saat itu, yang dianalisa melalui pendekatan sejarah, politik, dan ekonomi. Ibn Khaldun dalam berbagai karyanya mempercayai bahwa berbagai hal yang telah ditetapka Allah didalam Al Qur’an boleh dibuktikan secara empirik. 

Ibn Khaldun juga turut memajukan konsep ekonomi, perdagangan dan kebebasan. Ia membangunkan idea bahawa tugas pemerintah adalah memberikan perlindungan kepada rakyatnya dari berbagai ancaman, melindungi harta mereka, menghindari adanya penipuan dalam perdagangan, mengurusi pencetakan uang, dan melaksanakan tata pemerintahan yang baik dengan memadukan persoalan social dengan kepentingan politik tanpa pemaksaan. 


Ada satu kutipannya yang menarik:

“Siapapun juga jua yang mengambil harta orang lain, atau menggunakan tenaganya secara paksa, atau membuat tuduhan yang tidak wajar ,hendaklah ingat bahwa ini adalah apa yang dimaksud oleh Pemberi Hukum  sebagai melarang ketidakadilan.” – Ibn Khaldun  

Apa yang membuat  Ibn Khaldun menjadi menarik bagi kaum liberal pada saat ini adalah  pandangan dan dukungan kuatnya terhadap perekonomian bebas dan  kebebasan memilih sebagai dasar terkuat kestabilan suatu negara, yang diperkuat oleh kerangka hubungan social dan bukan hanya oleh kekuasaan politik semata. Ia juga memberikan inspirasi bagi banyak kelompok Liberal di dunia Muslim yang mengalami penderitaan akibat tekanan dan pembatasan  yang terjadi di lapangan ekonomi dan politik.   

Ibn Khaldun memutuskan untuk pindah  ke Alexandria, Kairo, Mesir, pada Oktober 1382, dimana ia menghabiskan hidupnya sebagai pengajar pada universitas Al-Azhar dan beberapa universitas lain. Ibn Khaldun pernah dilantik sebagai Hakim Diraja oleh Sultan Abul Abbas, yang pada saat itu berkuasa di Kairo, Mesir dan sempat pula mengerjakan ibadah haji pada tahun 1387. 

Disusun kembali oleh M. Husni Thamrin dari berbagai sumber. Tulisan ini dapat pula dilihat di situs Kedai Kebebasan. 

Sumber Penulisan:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s