Mitos Si Kabayan

Ada satu oleh-oleh menarik sewaktu menghadiri workshop “Pengembangan Ekonomi Daerah Sumedang,” tanggal 20 Juli 2006 lalu. Seorang budayawan lokal, Pak Ece Tema, mengatakan bahwa tokoh Kabayan, yang menjadi idola masyarakat Pasundan karena dianggap lucu, patut dikritik pula relevansinya bagi upaya memicu semangat masyarakat untuk membangun.

Dalam lakon yang acap ditampilkan, Kabayan menggambarkan seorang laki-laki yang pemalas, lugu, bahkan terkesan bodoh dan tak tahu apa-apa. Menurut Ece Tema figur tersebut memberikan konotasi buruk terhadap perilaku mayarakat Sunda. Karakter ini harus diubah, jika tidak ingin menghilangkan tokoh Kabayan.

Saya jadi berfikir, bukan tidak mungkin banyak legenda, tokoh mitologi atau dongeng, di banyak daerah di Nusantara yang patut dipertanyakan relevansinya dalam era sekarang. Benar bahwa dongeng, mitologi atau cerita-cerita lama tersebut bagian dari budaya kita. Namun bukankah sebuah budaya bukan tidak mungkin berkembang.

5 responses to “Mitos Si Kabayan

  1. euh… begitulah kalau dongeng dari mulut-kemulut teh… sultan Salahudin yang pemberani cerdas serta mengherankan atau mengagumkan… keheranan berlebihan berubah dalam ceritera menjadi keajaiban.. berubah lagih menjadi jin… jadi sajah ceriteranyah menjadi aladin…
    abunawas yang berceritera sebuah sindiran yang akan disadari oleh yang disindirnya pada saat melakukan hal tersebut misalnya kesewenangan pejabat… digambarkan menjadi setelah mencela atau mengingatkan langsung lari… perubahan dari kecerdasan menjadi kekonyolan…
    kabayan yang menghanyutkan nangka ke sungai yang memutar lalu lewat rumah mertuanyah… sedangkan kabayannya lari melintasi bukit lalu mengumpulkan nangka didepan rumah mertuanyah tanpa mengeluarkan banyak tenaga… berubah menjadi ceritera konyol yang menyuruh nangka pulang sendiri lewat kali…
    kabayan yang biasa merenung… berubah menjadi pemalas…
    kabayan yang lugu jujur… jadi kabayan orang kampung yang bodoh…
    euh… begitulah dongeng dari mulut kemulut teh… sudah sifat umum… titip uang berkurang.. titip omongan bertambah… sungguh kasihan sekali kabayan versi layar lebar dan layar kaca teh… menjadi dongeng kabayan yang kababayan…

  2. jangan terlalu menganggap jelek sikabayan sebab kalau kita menilai dari satu sisi bukanya kehacuran budaya yang kita tlah pelihara
    kalau kita berpikir secara logis mengapa dongeng sikabayan di publikasikan, sampai-sampai masuk jaringan internet mungkin didalam dongeng tersebut ada figur tuk di contoh oleh kalangan masyarakat khususnya masyarakat pasundan contohnya Abu Nawas
    kenapa dia bisa diterima oleh seluruh masyarakat manca negara. Mungkin ada unsur teladan didalam riwayat kehidupan Abu Nawas tersebut.
    kalau seandainya figur sikabayan jelek atau bisa mempengaruhi moral maupuntingkah laku masyarakat, toh tidak mungkin atau mustahil para masyarakat merasa senang terhadap figur sikabayan.
    seperti yang dicontohkan cerita tangkuban perahu dibandung, malin kundang cerita padang dll. yang mennceritakan tentang kedurhakaan-kedurhakaan.

  3. siiiiiiiiiiip Maaaang. law jd orang jgn males2. kudu rajin. biar negara kita bs jd lbh maju…, kerja ap aj lh yg pnting halal gitu…, & kita juga harus truz memotivasi diri sendiri biar gk ktinggalan ma org laen. sesuai kt pepatah rajin pangkal pandai. biar gk kaya seenggak-enggaknya gk goblok. truzkn prjuangan 45. jgn buat kemerdekaan ini sia2. masak mau di akalin sm bangsa laen malulu. tunjukkan bahwa Bangsa Indonesia itu bukan Kabayan. ok…

  4. tp da saur simkuring makh,,,,,
    nu namina carita makh mung d jieun-jieun,ibaratken lalajo Wayang,naha se’er nu resep kana wayang,,,?naha oge se’er nu resep kana sinetron,,,?padahal etatekh mung carita belaka,,,,,leres teu,,,,?etamak implengan ku diri masing-masing mna nu sae na mana nu awon na.tinggal kitu,naha jd rariweuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s