Korupsi Menjadi Penghambat Pembangunan Demokrasi

Sebuah study yang baru-baru ini dilakukan kembali menegaskan bahwa korupsi masih merupakan penghambat yang utama bagi negara-negara yang sedang bertransisi menuju demokrasi. Studi tersebut, yang berjudul, Countries at the Crossroads 2006, baru baru ini, 3 Agustus 2006, diluncurkan oleh Freedom House

Studi tersebut mempelajari tata pemerintahan di sekitar 30 negara, dimana institusi-institusi demokrasi masih lemah atau dipimpin oleh pemerintahan yang authoritarian. Studi Countries at the Crossroads melakukan pengukuran pada empat area, yang meliputi empat area tata pemerintahan: akuntabilitas dan public voice; civil liberties; rule of law; dan anti korupsi serta transparansi. Di hampir seluruh negara yang disurvey,  skor terendah tercatat untuk korupsi dan tiadanya transparansi. Studi tersebut juga memberikan catatan lebih jauh bahwa sejak 2004, saat kelompok negara-negara ini terakhir disurvey dan dievaluasi, kelambatan atau dalam banyak kasus, buruknya penanganan persoalan korupsi adalah sebuah fakta yang acap ditemukan. Buruknya penanganan korupsi terjadi di hampir seluruh wilayah yang disurvey dan berbagai sistem pemerintahan yang ada.  

Untuk mengetahui lebih jauh hasil survey tersebut kunjungi situs Kedai Kebebasan atau Freedom House

 

Komentar ditutup.