Ketakutan Terhadap Palu Arit?

Tadi pagi, sewaktu saya mengantar anak saya berobat ke sebuah rumah sakit di Bogor, sambil menunggu iseng-iseng saya membaca sebuah surat kabar terbitan Bogor. Hebat juga kota ini, karena kalau tidak salah ada sekitar tiga atau empat surat kabar yang terbit setiap harinya. Tapi saya lupa nama persis surat kabara yang saya baca, Bogor Post kalau tidak salah.

Yang menarik bagi saya adalah sebuah berita yang menceritakan kesiagaan aparat kepolisian Bogor mengawasi factory-factory outlet yang ada di Bogor (bukan hanya di Bandung ternyata), karena beredarnya ikat pinggang berlogokan palu arit seharga sekitar Rp 50,000,- Sebelumnya dibeberapa factory outlet yang ada di Bogor ditemukan pula kaos oblong yang memuat gambar palu arit.

Menurut kepolisian Bogor fenomena tersebut perlu diwaspadai, karena bukan tidak mungkin menjadi indikasi muncul kembalinya faham komunis, dan melakukan sosialisasi mempengaruhi masyarakat yang belum sepaham dengannya melalui produk-produk tersebut.

Ada beberapa hal yang memancing komentar saya, pertama, apakah mungkin orang akan tertarik dengan sebuah ideologi hanya melalui (membeli atau melihat) simbol saja. Terlebih lagi simbol tersebut sebenarnya mulai dilupakan di bekas negara-negara komunsi, seperti Uni Soviet dan negara Eropa Timur. Kedua, bagaimana dengan simbol-simbol perlawanan atau perjuangan komunis lainnya? Masa kaos-kaos bergambar Che Guavara (tokoh pejuang Cuba dan Amerika Latin) yang beredar bebas tidak dipermasalahkan?

Simbol-simbol tersebut sebenarnya tak perlu ditakutkan, jika pak polisi sempat menonton acara-acara yang ada di saluran MTV misalnya, banyak anak-anak muda, pemain band, memakai gambar-gambar bersimbolkan bintang (lambang Vietnam dan China) atau palu arit atau gambar Che Guavara. Mereka sendiri tak yakin dengan ideologi tersebut, mereka memakainya karena acap dianggap gagah jika ada simbol tersebut. Simbol tersebut telah menjadi budaya pop atau paling tidak mereka hanya ingin sedikit “melawan.” Simbol-simbol yang dahulu kita anggap menakutkan atau sakral, kini kadangkala tak ada lagi hubungannya dengan ideologi ataun kepercayaan.

9 responses to “Ketakutan Terhadap Palu Arit?

  1. menurut saya itu adalah bentuk keruntuhan pendidikan pemuda indonesia karena tak mengenal sejarah bangsanya sendiri, seperti kata mussollin”bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah bengsanya” dasar sejarah PKI diindonesia diselewengkan it’s terrible

  2. lho, emangnya Che komunis?
    bukannya di revolusioner..
    membebaskan negara2 lain dari tirani.

  3. MAU MEMBERANTAS KOMUNIS,GAMPANG SEJAHTERAKAN RAKYATNYA DENGAN BEGITU MAKA AKAN HILANG KOMUNIS.KALAU MASIH BANYAK KEMISKINAN DAN PENINDASAN DI NEGARA INI JANGAN HARAP DAH UNTUK MENGHILANGKAN KOMUNIS

  4. Mau bertindak atau omong atau nulis tetep ae, tulisan wong crekal yo ngono kuwi warnane. Tak weruhi yang namanya benar adalah benar, yang namanya buruk adalah buruk. Jangan campur adukkan yang hak dengan yang batil. Demi mempertahankan sebuah about FREEDOM.

  5. @ morishige: komentar anda menarik..🙂

  6. Memang seharusnya kalau aparat tetap waspada,karena kewaspadaan itu kunci keberhasilan,apa tidak ingat keganasan PKI,mulai dari Madiun sampai Jakarta ?

    • Budiono : klo anda tidak tahu tentang komunis jangan sembarang ngomong kmu jg harus ingat bahwa bangsa ini berdiri bkan perjuangan satu orang saja tapi semua organisasi kemasyarakatan yang di dalamnya juga komunis…
      kalo berbicara pemberontakan madium sampe dianggap kudeta 65 itu blum terbukti secara bersih dan murni dan telah terjadi pembelokan sejarah… pada dasarnya itu adalah intrik-intrik politik dalam menghancurkan kekuatan rakyat pada waktu itu dan klo dilihat dengan kondisi sekarang ini sama halnya dengan keadaan tahun 65…..jdi tolong jgan sembarang ngomong yah klo nga tau……

  7. komunis sudah runtuh, yang perlu kita waspadai adalah komunis gaya baru… KORUPSI

  8. belum pada ngerti sejarah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s