Selamat Jalan Naguib “Balzac” Mahfouz

mahfouz.gifNaguib Mahfouz, Novelis Mesir pemenang hadiah Nobel untuk karya sastra pada tahun 1988, meninggal dunia di usia 94 tahun, pada hari ini, 30 Agustus 2006, setelah dirawat di rumah sakit sejak bulan Juli.

Penulis lebih dari 30 novel ini merupakan novelis Arab pertama yang memenangi penghargaan Nobel dan novelis Arab terbesar di abad ke – 20.

Ia menjadi sebuah “kekayaan nasional” bangsa Mesir. Namanya dikenal bukan saja di dunia Arab namun pula ke seluruh penjuru dunia, karena banyak karyanya yang dituangkan kedalam bentuk film ataupun drama televisi.

Secara internasional Mahfouz dikenal sebagai pemenang penghargaan novel, setelah sekian banyak hasil karyanya diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya, termasuk Indonesia.

Hingga akhir hayatnya dia tetap merupakan satu-satunya orang Arab yang memenangi penghargaan Nobel. Namun meskipun penghargaan tersebut membuat namanya harum dan terkenal ke seantero dunia, Mahfouz tetap tak beranjak pindah dari flat yang dihuninya, di tepi sungai Nile, Kairo. Kadang-kadang ia berjalan ke sebuah café dan melakukan diskusi sastra disana. Ia tak pernah kehilangan kontak dengan para penulis muda. Di café Qasr al – Nil, yang acapkali dikunjunginya Mahfouz tak segan-segan berdiskusi dengan artis, penulis, pemikir, tua maupun muda, yang datang menemuinya.

Kebanyakan dari karya-karya Mahfouz menceritakan mengenai kehidupan masyarakat biasa di Kairo. Karya utamanya yang berangkat dari kehidupan nyata yang dilihatnya sehari-hari ini tertuang dalam karyanya di tahun 1950-an The Cairo Trilogy, yang diselesaikannya sebelum Revolusi Juli. Novel-novel tersebut diberi judul nama-nama jalan, Palace Walk, Palace of Desire, dan  Sugar Street. Mahfouz mendasari cerita tersebut dari situasi kota Kairo, diwilaha mana ia tumbuh dewasa. Cerita tersebut melukiskan kehidupan patriaki al-Sayyid Ahmad Abd al-Jawad dan keluarganya selama tiga generasi di Kairo sejak  Perang Dunia I hingga tahun 1950-an, tatkala  Raja Farouk I dijatuhkan.

Dengan kekayaan karakter yang diceritakan dalam bukunya dan pemahaman psikologi yang dimilikinya Mahfouz sering dihubungkan dengan pengarang-pengarang besar seperti Balzac, Dickens, Tolstoy, dan Galsworthy. Acapkali ia dijuluki sebagai “Balzac dari Kairo.” Mahfouz berhenti menulis beberapa saat setelah menyelesaikan triloginya tersebut. Namun kekecewaannya terhadap rezim Nasser, yang menjatuhkan pemerintahan monarki pada tahun 1952, membuat ia mulai menulis kembali pada tahun 1959, yang bukan saja berbentuk novel, tapi juga cerita-cerita pendek, karya jurnalistik, memoar, essai, dam scenario film.

Setelah melakukan beberapa eksperimen dengan karya-karya yang berbau mistis, karya Mahfouz acapkali menuai protes dari kelompok agama yang konservatif. Novelnya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris berjudul Children of Gebelawi dilarang di Mesir dan dia dituduh murtad dan menghina tuhan.

Pada tahun 1994, Mahfouz sempat diserang di luar rumahnya oleh ekstrimis Muslim yang mengaku melakukannya karena kemarhan terhadap isi bukunya. Ia di tusuk di leher, namun selamat.

Mahfouz memang banyak mengkritik kehidupan beragama di Mesir serta budaya patriaki yang masih dominant. Dengan karya-karyanya tersebut, para penyukanya menjulukinya sebagao “Bapak Civilization Mesir.”

Naguib Mahfouz lahir di Gamaliya, Cairo pada tahun 1911. Lahir dari keluarga kelas menengah, dimana ayahnya adalah seorang pegawai negeri. Pada masa kanak-kanaknya, ibunya acapkali membawanya berkeliling mesium dan tempat-tempat bersejarah Mesir. Kelak pengalaman ini menjadi inspirasi karya-karyanya.

Kita telah kehilangan salah satu penulis terbesar abad ini, pejuang kebebasan berfikir dan penghapusan budaya patriaki serta konservatisme Islam.  Selamat Jalan Naguib “Balzac” Mahfouz!!

 

Lihat tulisan serupa pada situs Kedai Kebebasan:

http://www.kedai-kebebasan.org/berita/article.php?id=169  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s