Pemilik Warnet Wajib Laporkan Pengunjung

Sekali lagi improvisasi Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil yang ajaib. TEMPO Interaktif memberitakan bahwa Sofyan Djalil mewajibkan pemilik warung internet (Warnet) harus mendata identitas setiap pengunjungnya. Data tersebut setiap bulan wajib dilaporkan kepada tim Indonesia Security Incident Response Team on Information Infrastructure (ID SIRTII).

Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil mengatakan, kewajiban untuk melapor itu diatur dalam peraturan menteri tentang pengawasan internet yang mulai diberlakukan minggu ini. Hal itu dilakukan mengingat banyak kejahatan dunia cyber seperti carding, deface, dan terorisme dilakukan melalui warung internet.

“Setiap pengunjung nantinya harus meninggalkan kartu tanda penduduk, sebelum mengakses layanan internet,” kata Sofyan, usai membuka Bellua Cyber Security Asia Confrence 2006 di Jakarta Convention Center, Rabu (30/8).

Sofyan melanjutkan, bagi pemilik warung internet yang tidak mendata setiap pengunjungnya, risikonya adalah pemilik itu akan dikenai pidana apabila terjadi tindak kejahatan cyber dan dilakukan melalui warnet tersebut. Berita ini dapat dibaca lengkap pada  http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2006/08/30/brk,20060830-82891,id.html

Sudah barang tentu kewajiban baru ini segera mendapat respon dari Ketua Asosiasi Pengusaha Warnet Indonesia Judith M.S., yang mengatakan pemerintah harus mensosialisasikan dahulu regulasi tersebut kepada sekitar 3.000 warnet di seluruh
Indonesia.(http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2006/08/30/brk,20060830-82927,id.html)
Alasan yang dikemukakan untuk membuat peraturan ini jelas, melawan terorisme. Namun pertanyaannya adalah apakah tepat.

  • Pemerintah membebankan apa yang menjadi tugasnya kepada private dan menimbulkan kesan ketidaknyamanan. Padahal salah satu kewajiban negara yang paling utama adalah memberikan rasa aman.
  • Berapa yang akan dikeluarkan untuk mendadat sekitar 3000 wartel yang ada di seluruh
    Indonesia, apakah menjadi proyek baru?
  • Bagaimana dengan kebebasan memperoleh informasi?
  • Bagaimana jika seseorang sangat perlu memakai internet (seketika) namun ia lupa membawa KTP?
  • Bukankah system pendataan KTP masih semerawut, jadi bisa saja orang yang berniat jahat memakai identitas yang palsu atau banyak identitas.
  • Bagaimana dengan respon yang muncul di desa-desa yang ikut dalam program internet masuk desa, bukankah akan lebih membuat mereka takut memasuki warnet dan memakai inernet.
  • Bagaimana jika hanya ingin menelpon, apakah harus mendata juga, karena banyak warnet yang menyatu dengan sarana SLI atau SLJJ.

Kesan saya peraturan ini sangat rumit dan belum tentu efektif dalam prakteknya. Namun yang jelas adanya peraturan ini membuat hak masyarakat untuk memperoleh informasi atau mengakses informasi secara cepat dan terbuka menjadi terganggu.

2 responses to “Pemilik Warnet Wajib Laporkan Pengunjung

  1. sWEetY cHaPToeN

    AKU MALAH …..JADI TIDAK PEDULI TERHADAP APA YANG DISAMPAIKAN BPK MENTRI,MUNGKIN LAGI BINGUNG ATAU KURANG BAHAN DALAM PIDATO,APALAH ARTI KEBEBASAN MEMPEROLEH INFORMASI DAN LINDUNGI PEMERINTAH SEHARUSNYA. KLO GITU KITA TUNGGU GANTI MENTRIMYA KAN CUMA 2Y LAGI.ATAU MUNGKIN DI ……

  2. pemerintah tu semua kurang kerjaan,, temen2 mereka secara tidak langsung telah menjajah kita rakyat kecil,,, sementara mereka sibuk mungutin kotoran keringat kita dengan korupsi untuk anak bininya,,,,, semoga mereka dilaknat TUHAN telah membuat sistem yang menyengsarakan rakyat kecil dengan peraturan2 yang begooooooo!!!!!!!!!! keddok aja tuuuuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s