Masih 134 Orang Menunggu Eksekusi Mati

Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan Domingus da Silva telah dieksekusi regu penembak satuan Brimob Kepolisian Daerah sulawesi Tengah, pada Jum’at dini hari 01.40 WITA. Menurut rencana jenazah Tibo dan marinus Riwu akan dikebumikan pada hari selasa, 26 September 2006. Sementara jenazah Domingus da Silva telah dikebumikan pada hari Minggu, 24 September 2006, di Maumere, Nusatenggara Timur.

Eksekusi ini pun telah menimbulkan amuk massa di Maumere dan atambua, Nusatenggara Timur, tak lama setelah keluarga dan masyarakat di kampung halaman mereka mendengar eksekusi Tibo Cs. Tak ada korba jiwa, namun kerusakan fasilitas umum milik pemerintah yang dihancurkan oleh massa yang penuh amarah, meninggalkan kerugian yang tak sedikit.

Jumlah tiga orang yang meninggal karena eksekusi mati ternyata masih akan bertambah. Laporan di Tempo Interaktif menuliskan masih adanya sekitar 134 narapidana mati di Indonesia yang masih menunggu hukuman mati. sebanyak 37 orang adalah warganegara asing dan 97 orang lainnya adalah warganegara Indonesia.

Umumnya terpidana mati tersebut banyak terlibat dalam persoalan pengedaran narkotika. Mungkin tak akan menimbulkan persoalan atau kontroversi politik yang berlebihan dibandingkan kasus yang terjadi pada Tibo Cs. Walaupun diakui ada beberapa permintaan atau surat protes dari negara asal terpidana yang merupakan warganegara asing. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaludin, dengan enteng mengatakan bahwa “setiap negara punya hukum yang berbeda,” guna menjawab berbagai protes tersebut.

Masya Allah, sungguh menakjubkan, jawaban yang demikian dangkal terlontar dari mulut seorang menteri yang mengurusi hukum dan hak asasi di negeri ini. 

Hukuman mati sebenarnya sudah tidak menjadi “trend” lagi di negara-negara yang telah menerapkan sistem demokrasi. Hukuman mati yang masih dijalankan di China maupun Amerika Serikat, terbukti tak menghasilkan efek jera yang cukup baik. Toh berbagai kejahatan tetap marak dan bahkan semakin bertambah. Phillipine, negara tetangga Indonesia, menyadari hal tersebut, dan menjadi negara ke – 125 yang menghapuskan hukuman mati.

Memang tak ada jaminan, ada atau tiadanya hukuman mati, akan menjadi indikator keberhasilan menghapuskan kejahatan. Namun paling tidak salah satu prinsip dasar dari penerapan hak asasi manusia terhadap ganjaran hukuman kejahatan diterapkan.  Tak ada sebenarnya yang berhak menghilangkan nyawa manusia, meskipun sebagai hukuman, kecuali kejahatan itu sendiri.

Satu prinsip yang dilupakan oleh Hamid Awaludin adalah, meskipun tak dapat disangkal setiap negara memiliki hukum yang berbeda, namun prinsip hak asasi manusia berlaku universal, sesuai dengan Deklarasi PBB. Dan saya pikir, sebagai negara anggota PBB, sudah selayaknya Indonesia ikut menerapkan atau meratifikasi prinsip-prinsip tersebut.

Jika Pak Menteri Hamid Awaludin tak mengakui sifat universalitas nilai hak asasi manusia, maka mau tidak jika jabatannya hanya bernama Menteri Hukum saja?

4 responses to “Masih 134 Orang Menunggu Eksekusi Mati

  1. tambah banyak yang berbuat kerusakan di muka bumi ini.. saling aniaya menganiayai……. saling bunuh membunuh… saling jahat menjahati…. episode apa ini gerangan??

  2. Entahlah Mas Anang, yang jelas membalas pembunuhan dengan hukum pembubuhan yang lain, tidak akan menyelesaikan persoalan. Seperti Mas Anang katakan, harus dicari episiode apa yang sedang berlangsung, sehingga kita tahu siapa pemeran utama, pemeran pembantu,dan latar belakang ceritanya. Sehingga tak lagi membuat skenario yang sama untuk episiode yang selanjutnya.

  3. Memang berat menegakkan Keadilan, universalitas atau apapun kaidahnya tentu tidak tidak bisa setimpal dengan rasa ketidak adilan penderita atas kesewenangan orang terhadap orang lain (pembunuhan masal atau sadis atau berencana) terhadap pertanggung jawaban pelaku kepada penderita dan juga ahli warisnya kecuali korban (bukan penegak hukum) memaafkannya – dan itu yang terbaik.
    Dalam hal ini hukum tidak hanya bertujuan edukatif (memberikan efek jera saja). Namun lebih bersifat mempertahankan kesetaran hak hidup dari kesewenangan/aksi yang tidak bertanggung jawab.

  4. Orang mbunuh orang dihukum mati dengan cara ditembak. Lantas yang nembak terpidana mati itu apa namanya bukan pembunuh dan perlu ditembak pula?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s