Berbuka Puasa

Kebetulan hari ini saya mengunjungi beberapa blog yang berisi tips membuat makanan dan tempat-tempat yang enak untuk dikunjungi kalau ingin makan lezat. Mudah-mudahan tidak membuat puasa saya batal. Kemarin sewaktu membrowse situs CBN.net, ada satu artikel menarik mengenai manfaat kurma. Ternyata sangat banyak manfaat yang dimiliki oleh buah dari tanaman palma yang tumbuh di gurun pasir ini. Ia bukan saja mampu mengatasi sembelit, tapi juga mampu menurunkan koresterol.

Jadi tak salahlah cita-cita saya untuk berbuka puasa sesekali dengan buah kurma pada Ramadhan kali ini. Sepertinya tidak pada tahun lalu. Saya mungkin harus jalan-jalan ke daerah Kebun Kacang, Tanah Abang, sekitar mesjid Said Na’um, dan mencari-cari kurma yang bagus. Konon yang berasal dari Sudan atau Irak lebih lezat.

Soal buka puasa ini, selain sahur, adalah bagian yang menarik selama Ramadhan. Jenis-jenis kue atau kolak yang pada bulan-bulan sebelumnya tak muncul, pada bulan ini marak ada dibeberapa warung atau toko kue. Memakan kurma juga taklah nikmat jika bukan bulan puasa. Contohnya saja buah timun suri atau buah blewah, kok selalu banyak pada bulan Ramadhan yah? Padahal penanggalan bulan ini kan selalu bergeser dibanding dengan penanggalan Masehi. Makanan pembuka puasa yang tak kalah nikmat dan mudah dijumpai saat-saat puasa adalah kolak pisang, kolak biji salak (padahal bentuknya saja yang mirip, bukan buah salak), tape beras ketan hitam, nasi lemang, dll.

Ngomong-ngomong, seperti yang diberitakan dan ada photonya di koran Rakyat Merdeka beberapa hari lalu, air cucian kaki Megawati enak nggak yah buat buka puasa? (joking……?!)

Berbuka puasa juga dapat menjadi ajag silahturahmi, bertemu teman, ataupun pertemuan politik.  Saat-saat sekarang inilah banyak undangan berbuka puasa dengan partai A atau partai B, dengan tokoh C, tokoh D, menteri anu atau dirjen, dll. Jarang ada yang melakukannya pada saat sahur….

By the way, ditengah bulan Ramadhan ini pula Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI-P) mengumumkan persiapan pembentukan sayap Islam PDI-P,  bernama Baitul Muslimin. Dan seperti yang sudah saya duga, rencana ini diutarakan Pramono Anung, Sekjen PDI-P, seusai berbuka puasa di kediaman Megawati, pada hari Senin, 25 September 2006. (lihat Kompas, 27 September 2006, “PDI-P Persiapkan Sayap Islam.”)

Ada-ada saja, tiba-tiba di bulan Ramadhan ini PDI-P berubah sosok dari nasional Marhaenisme yang sekular menjadi religius Islam. Menjaring suara yang lain?

Selamat berbuka puasa semuanya……..!!

One response to “Berbuka Puasa

  1. Air cucian kaki megawati enak untuk buka puasa? Kalau itu terasa enak, cobalah air cucian kakinya Abu Bakar Bashir, pasti jauh lebih nikmat dan penuh berkah tuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s