Kiat Menghadapi Flu Burung…….

Kalau kita membaca koran, sepertinya persoalan wabah flu burung tak kunjung habis-habisnya. Beberapa korban baru bermunculan, di Jakarta, Bandung, Garut, dan lain-lain. Sementara obat yang “cespleng” belum ditemukan. Ketakutan pun mungkin semakin besar dengan perkiraan penyakit ini dapat berkembang menjadi pademi.

Sewaktu makan malam dengan lauk ikan kemarin, saya berfikir, mungkin kiat menghadapi flu burung sangat simple (kalau obatnya belum ditemukan). Galakkan saja kembali kampanye memakan ikan, yang dahulu pernah dilakukan. Jika sumber penyakit flu burung selama ini ditemukan pada ternak ayam dan burung, kenapa tak memberikan alternatif (melalui kampanye) agar mengalihkan konsumsi lauk kepada ikan.

Kalau kita iseng-iseng berfikir, munculnya wabah flu burung ini banyak dijumpai di Indonesia, China, atau Vietnam. Namun jika kita perhatikan tak ada wabah yang muncul di Jepang. Pikiran nakal saya mengatakan, mungkin karena mereka senang makan ikan. Jadi kiatnya sederhana, jika tak ingin wabah semakin berkembang, jangan makan ayam, yang menjadi sumber penyakitnya.

Indonesia sebenarnya tak kekurangan dengan sumber pengganti ayam. Banyak kapal penangkap ikan dari Jepang atau Thailand yang justru beroperasi di perairan Indonesia. Lantas kita yang memiliki kok hanya menunggu saja.

9 responses to “Kiat Menghadapi Flu Burung…….

  1. bisa juga benar hipotesa bapak, jepang sama korea yg terkenal jago makan ikan adem ayem aja tuh ama flu burung…
    artikel tentang vonis pollycarpus kita tunggu pak…🙂

  2. Saya rajin makan ikan karena lebuh murah daripada daging sapi atau daging ayam…..:)
    Soal Pollycarpus saya takut…..(takut mempengaruhi keputusan hakim…..he…he….he…) Biarlah Pak Presiden, Menteri HukHam dan Kepolisian yang nanti menulis “artikelnya.”

  3. duh nonton TeVe berita nya tentang flu burung,katanya Indonesia kasus terbanyak pasien Flu Burung yang meninggal, serem..entah pencegahannya yang kurang atau pelayanan terhadap pasien flu burung yang kurang??

  4. seperti kata iklan… untuk mencegah flu burung.. pisahkan unggas dengan manusia dan pisahkan unggas baru dengan yang lama selama dua minggu…. hehehehe… itu kata om farhan….

  5. Bung Trisno, kalau saya sih inginnya klarifikasi dulu, flu burung atau flu ayam atau flu unggas, agar pemerintah dan kita (masyarakat) tahu sasaran “tembak” yang perlu ditanggulangi yang mana dulu.

    Mas Anang, kalau untuk pisahkan manusia dengan unggas berapa lama?

  6. Orang Indonesia memang pemakan ayam…
    Mulai fast food special ayam KFC, CFC, TFC, sampai Mc Donald juga jualan ayam. Masakan padang menunya ayam. Warung tegal juga ayam. Nanti lebaran menunya ayam lagi. Ayam melulu…

  7. Kecuali kalau diganti dengan KFF, CFF, TFF (huruf F-nya berarti Fish), dan ada hamburger yang tengahnya ikan olahan….gimana ?

  8. Berhenti makan daging saja. Lebih irit dan lebih sehat.

  9. ide bagus! hanya saja ikan tangkapan di Indonesia seringkali di kasih formalin. Ada ide lain pak?

    Salam hangat.

    ::paulin::

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s