Beberapa Modus Korupsi di Daerah

Hanya untuk memuat beberapa informasi yang pernah saya terima, daripada ia menjadi “file mati” didalam arsip komputer.

Berikut ini beberapa modus korupsi di daerah:

1. Korupsi Pengadaan Barang
Modus:
a. Penggelembungan nilai barang dan jasa dari harga pasar.
b. Kolusi dengan kontraktor dalam proses tender.

2. Penghapusan barang inventaris dan aset negara (tanah)
Modus:
a. Memboyong inventaris kantor untuk kepentingan pribadi.
b. Menjual inventaris kantor untuk kepentingan pribadi.

3. Pungli penerimaan pegawai, pembayaran gaji, keniakan pangkat, pengurusan  pensiun dan sebagainya.
Modus
: Memungut biaya tambahan di luar ketentuan resmi.

4. Pemotongan uang bantuan sosial dan subsidi (sekolah, rumah ibadah, panti asuhan dan jompo)
Modus:
a. Pemotongan dana bantuan sosial
b. Biasanya dilakukan secara bertingkat (setiap meja).

5. Bantuan fiktif
Modus:
a. Membuat surat permohonan fiktif seolah-olah ada bantuan dari pemerintah  ke pihak luar.

6. Penyelewengan dana proyek
Modus:
a. Mengambil dana proyek pemerintah di luar ketentuan resmi.
b. Memotong dana proyek tanpa sepengtahuan orang lain.

7. Proyek fiktif fisik
Modus
: Dana dialokasikan dalam laporan resmi, tetapi secara fisik proyek itu nihil.

8. Manipulasi hasil penerimaan penjualan, penerimaan pajak, retribusi dan iuran.
Modus:

a. Jumlah riil penerimaan penjualan, pajak tidak dilaporkan.
b. Penetapan target penerimaan pajak lebih rendah dari penerimaan riil.

9. Manipulasi proyek-proyek fisik (jalan, jembatan, bangunan, kantor, sekolah, asrama)
Modus:

a. Mark up nilai proyek
b. Pungutan komisi tidak resmi terhadap kontraktor

10. Daftar Gaji atau honor fiktif
Modus: Pembuatan pekerjaan fiktif.

11. Manipulasi dana pemeliharaan dan renovasi fisik.
Modus:
a. Pemotongan dana pemeliharaan
b. Mark up dana pemeliharaan dan renovasi fisik

12. Pemotongan dana bantuan (inpres, banpres)
Modus
: Pemotongan langsung atau tidak langsung oleh pegawai atau pejabat berwenang.

13. Proyek pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) secara fiktif (tidak ada proyek atau intensitas)
Modus
: Tidak ada proyek atau intensitas yang tidak sesuai laporan. Misalnya kegiatan dua hari dilaporkan empat hari.

14. Manupulasi ganti rugi tanah dan bangunan
Modus: Pegawai atau pejabat pemerintah yang berwenang tidak memberikan harga ganti rugi secara wajar atau yang disediakan.

15. Manipulasi biaya sewa fasilitas dan transportasi
Modus :
Manipulasi biaya penyewaan fasilitas pemerintah kepada pihak luar

16. Pembayaran fiktif uang lauk pauk Pegawai Negeri sipil, prajurit, tahanan dan lain-lain
Modus:
a. Alokasi fiktif uang lauk pauk Pegawai Negeri Sipil, prajurit tahanan dalam     catatan resmi seperti APBD.
b. Menggunakan kuitansi fiktif.

17. Pungli Perizinan; IMB, sertifikat SIUPP, besuk tahanan, ijin tinggal, ijin TKI, ijin frekuensi,  impor ekspor, pendirian apotik, RS, klinik, Delivery Order pembelian sembilan bahan pokok agen dan distributor. 
Modus:
a. Memungut biaya tak resmi kepada anggota masyarakat yang mengurus perijinan.
b. biaya pengurusan ijin
c. Kolusi dengan pengusaha yang mengurus ijin.

18. Pungli kependudukan dan Imigrasi
Modus:
a. Memungut biaya tidak resmi kepada anggota masyarakat yang mengurus perijinan.
b. mark up biaya pengurusan ijin
c. Kolusi dengan pengusaha yang mengurus ijin.

19. Manipulasi Proyek Pengembangan Ekonomi Rakyat
Modus:
Penyerahan dalam bentuk uang.

20. Korupsi waktu kerja
Modus:

a. Meninggalkan pekerjaan
b. Melayani calo yang memberi uang tambahan
c. Menunda pelayanan umum

Sumber : The Habibie Center

7 responses to “Beberapa Modus Korupsi di Daerah

  1. tambah lagi,penggunaan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi! bensin dari kantor pulak!

  2. Kapan indonesia mau maju?

  3. Lho, kan harus menyekolahkan anak, kan? Tambah (mungkin) harus menghidupi istri (atau istri-istri). Kalau sudah begitu kan harus beli sepedamotor (naik beca atau angkot kan nggak keren). Nah, kalau sudah gitu kan harus beli TiVi, Kulkas, Fotokamera digital, kadang-kadang makan sama anak istri di rumah makan top, dsb., dsb., nah kalau sudah itu kan semuanya harus ditampung ditempat yang sesuai, jadi: bangun rumah (kan perlu biaya juga) dan untuk ngangkutnya dari rumah kontrakan kan harus pakai ……. mobil!!! Betul. Kan harus meningkatkan standard hidup gitu lho! Mbok ya maklum.

  4. To all: …he…..he…., nggak ada manusia yang ingin miskin. Semuanya ingin berkecukupan. Manusia adalah mahluk yang tak pernah puas dan selalu berupaya mencari sesuatu untuk memuaskan kebutuhannya. Namun, sebagai mahluk yang hidup dalam tatanan sosial, ada aturan main dan pranata hukum yang harus ditaati. Sekarang, dilanggar tidak aturan hukum tersebut……
    Eh….kok jadi sangat serious sih…🙂

  5. hai bagus bgt ttg korupsi kembangin trus ya gw dukung bgt

  6. kami juga perlu makan dan hidup layak !!!!!!
    hidup pimpro

  7. Ping-balik: Khayalan Sialan!! « A Journal of A Not-Superman Human

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s