Pemerintah Berencana Memangkas Pegawai Negeri Sipil

Hari Jum’at kemarin baru saja saya diwawancara oleh Hamid Basyaib untuk rekaman acara Forum Freedom, tentang good governance and clean government. Topik yang tak baru lagi dan telah sering dibahas.

Namun satu hal yang saya ingat dalam perbincangan tersebut adalah diskusi kita mengenai kemauan pemerintah dalam melaksanakan good governance serta clean government, terutama berkaitan dengan persoalan birokrasi. Satu persoalan yang menurut saya agak sulit dilakukan oleh pemerintah adalah restrukturisasi birokrasi, terutama pengurangan pegawai.

Eh, ternyata pada harian Kompas edisi  Minggu, 19 November 2006, ada sebuah berita menarik tentang rencana pemerintah mengurangi pegawai negeri sipil (PNS).

Menurut Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN), Taufik Effendi, mengatakan di Palembang, Sumatera Selatan, bahwa akan dilakukan pemangkasan PNS melalui mekanisme pengangkatan PNS pada tahun 2007. Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang kini sekitar 3,7 juta orang diperkirakan akan dikurangi hingga 2 juta orang pada tahun 2014.  Pada tahun 2007 diperkirakan sekitar 100.000 PNS akan mengalami pensiun dan menurut rencana hanya akan dilakukan perekrutan sekitar 300.000 orang PNS baru saja.

Ada satu hal yang juga sempat kami bicarakan dalam dialog tersebut adalah orientasi kerja dalam birokrasi pemerintah. Umumnya birokrasi hanya menjadi “penampungan” atau tempat yang hanya menjadi “jaring pengaman” semata. Dalam arti, tak ada tantangan, dan tatkala memasuki administrasi pegawai sipil, yang terpikirkan adalah hanya bekerja rutin, mendapat gaji rutin, kenaikan gaji dan tunjangan, serta jaminan saat pensiun.

Fenomena ini sebenarnya sudah mengalami perubahan di beberapa negara. Birokrasi kini lebih dituntut berorientasi “hasil.” Sehingga mau tidak mau komposisi birokrasi dan mekanisme rekruitmen disesuaikan dengan sasaran dan tujuan yang hendak dicapai. Misalnya, dalam perencanaan pembangunan ada sebuah proyek besar dalam bidang kesehatan maupun pembangunan infrastruktur, maka yang harus dihitung adalah berapa lama proyek tersebut akan berjalan, berapa staff yang diperlukan, dan siapa yang akan bertanggung jawab. Rekruitmen akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek.

Masih jauh memang dan memerlukan waktu untuk memahaminya. Tetapi kesadaran bahwa birokrasi yang ada sudah terlalu besar merupakan sesuatu yang bijaksana.

One response to “Pemerintah Berencana Memangkas Pegawai Negeri Sipil

  1. Assalamualaikum wr wb

    Saya sangat perihatin dengan adanya rencana Pemerintah Berencana Memangkas Pegawai Negeri Sipil.
    Saya melihat kebelakang sejak tumbangnya Pemerintah Orde baru tahun 2000 sampai saat ini belum menanadakan adanya perekonomian membaik bahkan tenaga kerja didalam negeri di perusahaan, di pabrik banyak yang di PHK, di luar neegri banayak yang di deportasi.

    Untuk memenej kita sebagai rakyat biasa tidak mengharap banyak kepada pemerintah untuk minta kerjaan berbondong-bondong jadi PNS, atau minta subsidi akan tetapi bagaimana menyikapinya bahwa rakyat kecil masih sangat kurang diperhatikan nasibnya. Petani, nelayan, pedagang, menjerit dengan tidak seimbangnya harga. Demokrasi kita berlaku untuk musiman saja ketika pemerintah ada hajat besar rakyat diikutsertakan turun tangan membantu peemrintah untuk mensukseskan hajat tersebut. Ketika hajat selesai sudahlah sampai disitu, padahal yang dibutuhkan rakyat kecil adalah keadilan dan sosialnya. Pemerintah tugasnya membangun perokonomian dan kesejahteraan rakyat untuk dapat mestabilkan harga-harga bahan pokok, dan jangan sekali-kali pejabat pemerintah dibedakan minta disembah, lihatlah contoh kepemimpinan Umar Ibnu Khatab, dan Umar Bin Abdul Aziz, gak usah jauh-jauh melihat kepemimpinan Nabi. Sebagai kepala pemerintahan dahulukan hajat rakyat kecil dulu baru pemerintah.

    Kalau pemerintahan ingin sukses cari benang merahnya dimana kesalahan dan kekurangan yang dihadapi pemerintah kepada rakyat pada saat ini. Indonesia negara besar 13.000 koma sekian ribu pulau dan 200 juta sekian penduduk Indonesia. Jauh lebih besar di banding dengan Singapura, Brunei Darussalam, Jepang, dan yang lainnya kok bisa maju rakyat makmur. Cari benang merahnya kesalahan di pihak rakyat atau pemerintah.

    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s