Pengusaha Lebih Berpeluang Pimpin Negara

Judul diatas bukanlah statement yang sengaja saya buat. Tak lain dari sebuah judul artikel disebuah situs berita online, Bisnis Indonesia Online, yang memuat artikel berisi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melakukan dialog dengan peserta Kursus Reguler Angkatan XXXIX Lemhanas di Istana Wapres hari ini, Selasa, 21 November 2006.

Entah sebagai persiapan menghadapi pemilihan umum 2004 atau dengan alasan lain pada kesempatan tersebut Jusuf Kalla mengatakan sejak reformasi bergulir, pengusaha lebih berpeluang memimpin negara maupun daerah karena mereka lebih bebas melakukan politik praktis.

Menurut Kalla, kondisi perpolitikan di Indonesia sudah berubah menyusul bergulirnya arus reformasi. Jika pada masa Orde Baru unsur birokrasi (PNS) diperbolehkan berpartai kini dengan perundangan yang baru sama sekali dilarang berpolitik praktis.

“Kondisi seperti itu tentu memberikan peluang bagi kalangan pengusaha untuk memimpin negara maupun daerah karena mereka lebih bebas melakukan politik praktis,” ujarnya.

Tentunya pernyataan ini menjadi menarik. Terlebih lagi Kalla memberikan data, dari sepuluh kepala daerah di Sumatera, tujuh diantaranya adalah pengusaha.

Sudah barang tentu dengan adanya kebebasan berpendapat, berpolitik, dipilih dan memilih, peluang setiap orang menjadi sama. Pernyataan wakil presiden ini menjadi tidak menarik lagi. Namun dengan mengkaitkannya pada kata “pengusaha” maka ia menjadi menarik.

Pertama, Jusuf Kalla adalah pengusaha. Kedua, dengan data yang diungkapkannya mengenai kepala daerah di Sumatera tersebut, sudahkah orientasi rakyat memiliki kecenderungan untuk memilih pengusaha sebagai pemimpin?

4 responses to “Pengusaha Lebih Berpeluang Pimpin Negara

  1. dari 10, 7 adalah pengusaha dan sisanya 3 calon pengusaha?

  2. kalo pengusaha jadi pemimpin negara, mereka pasti juga menerapkan hukum ekonomi! dengan pengorbanan yang kecil menghasilkan sesuatu yang besar!

  3. Bung Riyan, berarti nantinya akan ada 10 pengusaha penguasa dong…. 🙂

    Bung Trisno, bisa terjadi kebalikannya, pengorbanan yang besar menghasilkan yang kecil…😉

    Tapi saya nggak anti pengusaha lho, siapa tau nantinya lebih baik.

  4. Aku hanya bisa berdoa semoga pengusaha yang penguasa lebih banyak memikirkan rakyatnya, seperti yang sudah dicontohnya Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah pengusaha dan saudagar sukses yang juga sukses mensejahterakan ummatnya.

    Salam
    FM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s