Beban Negara untuk Pejabat Pensiunan

Yang ini akan menjadi seru, pejabat A mengatakan ini dan pejabat B mengatakan anu. Lantas titik temunya dimana?

Seperti yang termuat dalam editorial Media Indonesia Online, pada hari Kamis, 23 November 2006 lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi mengungkapkan data mencolok tentang besarnya dana pensiun pejabat yang harus dipikul negara. Jumlahnya luar biasa, yaitu pada 2012 mencapai Rp6 triliun per bulan.

Demikian besar dana anggaran negara untuk pejabat pensiunan itu sehingga menteri mengusulkan agar dana itu dihapuskan. Adalah lebih baik bila anggaran Rp6 triliun per bulan itu digunakan untuk anggaran pendidikan dan kesehatan sehingga tidak ada lagi anak bangsa ini yang buta huruf dan menderita folio karena tidak diimunisasi.

Oleh karenanya salah satu program dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara adalah mengurangi PNS dan dana pensiun. Mantan Ketua Akbar Tandjung pun tak lama sesudahnya menyatakan setuju untuk penghapusan uang pensiun, terutama bagi dirinya.

Namun anehnya pada Kompas, edisi hari Minggu, 26 November 2006, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa jumlah PNS dalam birokrasi belumlah menjadi beban, karena mereka terutama adalah guru dan petugas kesehatan. Belum lagi, tambah Jusuf Kalla, kalau melihat rasio kebutuhan skala birokrasi yang harus dilayani.

Entah mana yang benar. Namun ada beberapa hal yang mungkin patut menjadi catatan:

  1. Layanan pendidikan dan kesehatan toh tak harus seluruhnya diatur oleh birokrasi pemerintah (untuk penyediaan tenaga guru atau medik). Bisa dilakukan swasta.
  2. Tak harus seluruh urusan masyarakat yang berjumlah 220 juta (kira-kira) diurus negara, sehingga harus mengorbankan anggaran negara guna menanggung biaya birokrasi.
  3. Birokrasi yang ramping pun akan memudahkan pemerintah memberikan reward and punishment.

One response to “Beban Negara untuk Pejabat Pensiunan

  1. Gaji gol 3A=S1 = 770 rb. hemmm UMR jakarta aja 900 rb.
    kurangi pns-pns yang nggak guna, trus gajinya buat bayar pns-pns yang guna.

    btw, kinerja pns itu ukurannya apa ya? nak kerjo swasta kan ukurannya jelas = perusahaan harus untung!! kalo ndak dapet untung karywan dipecat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s