Pilot & Rokok

Mungkin tidak penting, tapi mungkin juga penting. Sebenarnya iklan ini sudah saya saksikan lama dan saya percaya bagi sobat yang juga senang begadang, tidur setelah jam 21.00 WIB, pasti telah pula melihatnya (maklum iklan jenis ini kan baru boleh keluar setelah jam 21.00 WIB kalau tidak salah).

Namun tak pernah saya perhatikan dengan seksama hingga tadi malam, saat pulang melalui kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dan melihat pampangan iklan ini pada billboard raksasa, mencolok di depan mata saya.

Saya berpikir, kok brand image dari produk ini ada yang salah. Sepemahaman saya yang awam, untuk menjadi PILOT, apalagi pilot pesawat tempur, salah satu persyaratannya adalah TIDAK MEROKOK. Namun dalam iklan produk ini, walaupun tak dipertontonkan soal sang pilot yang menghisap rokok, pilot seolah menjadi identik dengan image yang ingin ditampilkan oleh sang produk.

Bila kita melihat iklan jenis produk yang sama, katakanlah yang menampilkan citra “cowboy” dengan tali lasso dan kudanya, asosiasi image kita terhadap produk ini mungkin masih dapat diterima akal. Untuk menjadi seorang cowboy tak dilarang untuk merokok. Namun dengan menampilkan figur pilot maka kita kemudian dapat bertanya, apa kini larangan merokok sudah tidak lagi menjadi syarat seorang pilot?

Mungkin sang pembuat iklan lupa tatkala kita menaiki sebuah pesawat sebagai penumpang, saat intruksi diberikan sebelum take off, selalu ada peringatan “This is a non smoking flight.”  (Walaupun saat tempo hari saya pulang ke Bima, pada penerbangan Denpasar – Bima, saya mencium bau asap rokok yang dihisap dan usut punya usut ternyata pilot dan co-pilot di ruang kemudi yang merokok)

Bagaimana Menteri Perhubungan dan KSAU….?

7 responses to “Pilot & Rokok

  1. kan “freedom”, jadi boleh dong orang iklan juga punya kebebasan?🙂

  2. Yah terang boleh Mas, masa nggak boleh ngiklan? Hanya yang saya kasih komentar soal “branding” yang menurut saya nggak cocok itu loh…….😉

  3. Hehehe kalau asumsinya sedang naik pesawat yah bener tapi pilot tetep boleh me – rok – ok kok. JK

  4. mas thamrin dari bima yach? saya lahir di sumbawa.

  5. Mas Urip benar juga, berarti gambar iklannya diganti waktu pilotnya kongkow-kongkow….😉

    Mas Tresno, ternyata kita satu pulau. Mungkin bisa mudik bareng nanti….he…..he….🙂

  6. Pilot kok ngerokok…bukannya dirokok ?🙂

  7. Bung Thamrin jeli sekali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s