Bima yang Berubah

Saya baru punya kesempatan kembali lagi ke Bima minggu lalu, 5 Desember 2006, setelah yang terakhir pada tahun 2002. Sayangnya kepergian saya kali ini sekaligus pula untuk mengubur ibu yang meninggal satu hari sebelumnya.

Cukup banyak perubahan yang berarti. Pesawat merpati yang mengangkut penumpang dari dan ke Denpasar kini ada setiap hari, walaupun hanya satu kali. Namun sayangnya penerbangan lain yang dahulu ada kini telah berhenti. Ini sepertinya diakibatkan monopoli pemerintah daerah Bima yang ikut melakukan investasi penyewaan pesawat milik maskapai penerbangan Merpati (di badan pesawat merpati yang saya tumpangi ada tertera logo pemerintah daerah Bima).

Saya hanya berfikir-fikir saja, mungkin akibat praktek monopoli inilah yang membuat harga tiket pesawat dari dan ke Bima menjadi mahal. Jika dibuka persaingan mungkin akan lain ceritanya. Dua tiga maskapai penerbangan lain pun mungkin akan dapat membuka perwakilan mereka, yang membuat persaingan diantara maskapai ini terjadi, menawarkan layanan dan harga yang lebih murah. Mobilitas warga Bima pun akan lebih tinggi, seperti yang terjadi di daerah lain. Tak harus menempuh perjalanan tiga hari dengan memakai bis menuju Jakarta, seperti yang sekarang terjadi. Pertumbuhan ekonomi pun mungkin dapat diharapkan menjadi lebih baik.

6 responses to “Bima yang Berubah

  1. Ikut berduka cita Om,😦. Semoga beliau tenang dialam sana.

    Salam kenal buat kota Bima.

  2. Bima adalah tempat kelahiranku, tempat aku menimba ilmu, dan bahkan sekarang tempat aku menetap. Mungkin bagi orang lain “Bima” telah berubah, tapi bagiku Bima tetap seperti dulu, walaupun secara fisik Bima telah berubah.
    Aku berharap Bima bisa memperlihatkan jati dirinya kepada daerah lain ataupun kepada dunia luar, sehingga bagi yang berkunjung ke Bima tau bahwa inilah Bima yang sebenarnya.
    Bagi saya, pandangan dan cara hidup masyarakatnya masih monoton, dan terkesan lamban dalam menyesuaikan diri terhadap “perubahan”. Hal ini terbukti dengan adanya penekanan dari masyarakat itu sendiri yang mengharuskan anaknya untuk menjadi PNS, POLISI, ABRI dll. Tapi apakah itu sudah menjadikan ukuran keberhasilan?
    Saat sekarang banyak orang berbondong-bondong mengejar itu semua, sehingga waktu terabaikan begitu saja karena menunggu tes lagi bila tidak lulus.
    Andaikan kawan-kawan dan masyarakat sadar bahwa waktu sangat berarti, maka pekerjaan apapun kalau di “menej” dengan baik akan menghasilkan yang terbaik.

  3. aq s7 lo harga tiket denpasar bima yg trlalu mhal, jdx nghambat mobilitas warga bima….pdhl cowq tggalx dsna, jdx lo aq k bima hrus nbung dlu buat bli tiket yg emank bs nguras kantong bgt…oh..malangx nasibq…cintaq berat d ongkos…..
    shrusx hrgax lbih d permurah lagi, apalagi bima banyak pantai yang bs d jadikan saingan bagi lombok atau bali…knp pmrintah bima ga mngembangkannya?

  4. Pihak Merpati, kapan buka rute penerbangan langsung Bima-Makassar (pp)? Kasihan warga Bima di Makassar harus tunggu 2 minggu sekali dengan KM Tilong Kabila dan harus mutar ke Bali jika naik pesawat. Saya dan teman-teman media siap promosikan penerbangan perdananya dengan mengundang media cetak dan elektronik. Kalau pakai pesawat F28 terbangnya cuma satu jam dari Makassar ke Bima. Terima kasih atas perhatian Merpati.
    Wassalam
    M.Dahlan Abubakar
    Unhas Makassar

  5. s7 banget dg komentar mas agus….betul bima punya potensi yang bisa diandalkan….sy yakin kedepan teman teman di bima akan mampu mengembangkan bima menjadi daerah maju seiring dg perkembangan SDM masyarakat bima sendiri….sehingga bima sejajar dg daerah lain yang udh maju di wilayah timur ini kayak bali..lombok dsb…utk itu sy mengajak tmn tmn di bima utk membuka diri dengan kemajuan, terutama dunia pendidikan yg masih ketinggalan di bima…..sy sarankan kepada pemuka masyarakat …buka diri….ajak lembaga pendidikan tinggi ke bima….biar masyarakat bima dpt menikmati pendidikan seluas luasnya..ok

  6. Ass…Hai kota bima yg menyenangkan
    bima adalah kota yg sampai saat ini masih berpegang teguh dngn agama…… orang nya masih tetap natural,ngak seperti kota2 lain nya yg cpat mngikuti aliran barat…… smga Kota Bima tetap bepegang teguh dngan agama aja deh…amin
    salam untuk mantan kekasih ku tercinta
    ANDI MAULANA
    yg skrng bertugas di POLSEK WOHA
    ka andi wati merindukan ngaji nya ka sllu…..
    sampai di sini aja deh…wassalm
    kusuma wati Bali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s