Hari Keempat Tahun 2007

Tak mudah ternyata memasuki tahun yang baru. Masih penuh dengan kegamangan, mencari-cari bentuk yang tentunya harus berbeda dengan tahun 2006. Atau mungkin karena belum memiliki agenda baru😦 sehingga membuat pengaturan jadwal dan agenda kerja yang berantakan. Mungkin ada yang mau menyumbang?😉 Karena terus terang harga-harga agenda tahunan semakin hari semakin mahal. Gratisan lebih menjadi pilihan.

Saya pun harus meminta maaf dan meralat tautan yang saya buat pada tulisan lalu “Selamat Tahun Baru 2007,” tentang kecelakaan pesawat Adam Air pada tanggal 1 Januari 2007. Ternyata belum ditemukan keberadaannya. Tidak seperti kutipan yang saya buat dengan referensi pada Media Indonesia Online dan situs CNN.

Pemerintah pun bereaksi dengan segera membentuk tim evaluasi angkutan. Namun mudah-mudahan dalam kasus Adam Air ini pemerintah tidak menjatuhkan kesalahan pada persoalan kompetisi yang terjadi diantara maskapai penerbangan, dengan menerapkan harga tiket yang murah dan mengabaikan pengawasan keselamatan penerbangan.

Musibah ini juga ternyata mengungkapkan satu kelemahan lain yang dimiliki pemerintah, terutama yang berkaitan dengan penanganan musibah kecelakaan dan operasi penyelamatan. Indonesia tak memiliki alat SAR yang memadai, terutama untuk mendeksi keberadaan pesawat atau kapal yang terkena musibah. Masih mengandalkan cara konvensional, dengan melakukan pengamatan dari udara dan melihat peta. Ditengah berbagai musibah kecelakaan angkutan udara maupun perairan ini seharusnya pemerintah segera melakukan antisipasi, melengkapi peralatan yang dibutuhkan guna melakukan pertolongan dan penyelamatan. Walaupun harganya sangat mahal, toh untuk menolong warganegara “dewek” yang katanya dijamin dalam UUD ’45 (negara memberikan perlindungan kepada warganya).

Awal-awal tahun ini pun diwarnai oleh pengembalian piala-piala Citra (penghargaan Festival Film Indonesia), oleh beberapa pemenang tahun 2006 dan sebelumnya, yang merasa kecewa dengan proses penjurian yang tak transparan serta menilai film pemenang Citra 2006, Eskul, sebagai film yang melanggar hak cipta. Selain itu kelompok yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia ini pun konon mendesak pembubaran Lembaga Sensor Film Indonesia. Sesuatu yang perlu mungkin, karena toh lembaga bentukan Orde Baru ini acap kali hanya sekedar menjadi lembaga “penjaga moral” yang acap mematikan kreativitas.

Kantor dimana saya bekerja pun baru menerbitkan kalender tahun 2007. Judulnya keren Kalender Pendidikan politik 2007. Kali ini tema bahasan yang diambil adalah soal “koalisi politik,” yang agaknya masih menjadi barang baru di Indonesia dan belum dipahami dengan baik. Setiap tahun secara rutin kalender ini terbit dengan tema-tema yang berbeda dan diberi ilustrasi kartun.

Karena kalender inipun saya mendapat pertanyaan dari anak pertama saya yang masih duduk dibangku kelas 1 sekolah dasar (SD). Setelah melihat kalender yang saya bawa ia menanyakan apa arti “DEMOKRASI.” Selain itu ia juga menanyakan apa arti “DPR,” kata “kartun” dan juga kata “POLITIK.” Terus terang saya kaget juga dan berfikir sebentar untuk memberikan penjelasan sederhana yang dapat dipahaminya. Sesuatu yang membuat saya cukup lega adalah ia menanyakan kata “DPR” karena melihat kalender kartun yang saya bawa, bukan karena tayangan infotainment mengenai anggota DPR yang terlibat selingkuh itu….😉

Ini mungkin menandakan kelemahan kurikulum pendidikan yang kita miliki. Tak ada pendidikan civic (kewarganegaraan) yang diberikan sejak sekolah dasar, dimana para anak-anak ini memahami secara sederhana sistem pemerintahan dan politik di negaranya. Yang ada hanyalah pendidikan budi pekerti serta moral tolong menolong sebagai sesama warganegara. Di beberapa negara maju, sebut saja Amerika Serikat atau Jerman sebagai contoh, pemahaman mengenai politik dan sistem pemerintahan negara ini diletakkan sejak dini di sekolah dasar. Pada tour-tour sekolah dasar yang dilakukan sebagai bagian dari pelajaran acap kali mereka diajak mengunjungi gedung parlemen atau kantor kepresidenan dan diajak berdialog dengan petugas yang memang sudah disiapkan oleh kantor-kantor tersebut. Di Indonesia paling-paling hanya diajag melihat Museum Lubang Buaya, Museum Satria Mandala, Monas, Kebun Binatang Ragunan atau Sea World. Mungkin ini pekerjaan rumah bagi para pakar pendidikan kita.

Akhirnya, besok saya harus menyongsong hari yang kelima di tahun 2007. Mudah-mudahan dapat menemukan kembali ritme kerja yang lebih baik. Akhir-akhir ini ada beberapa blog, media cetak, televisi, atau radio yang menawarkan beberapa tips perbaikan manajemen kerja atau sebagai pribadi untuk tahun 2007 ini. Mungkin ada gunanya saya coba pula beberapa… 😉

6 responses to “Hari Keempat Tahun 2007

  1. tahun baru aku belum punya kalender baru. aku termasuk orang yang males minta ini itu meskipun udah bagi-bagi jauh jauh hari. kemarin mau schedule jadi bingung. akhirnya comot punya temen tanpa bilang bilang. eh ndak seberapa lama dia udah ada di tempatku, mau ambil itu kalender hehehe. udah hafal kayaknya.🙂

  2. saya juga belum punya kalender

  3. 1. Safety di negeri ini memang masih diletakkan di nomor entah keberapa, nampaknya bukan prioritas utama. Kalo ada incident barulah ramai di tv berdebat, akhirnya terlupakan seiring berjalannya waktu. Siklus demikian berulang …

    2. Hahaha, anak kedua saya klas 5 sd juga nanyakan hal yang mirip, … rasanya anda perlu bikin posting tentang kiat orang tua menjawab pertanyaan anak. Gimana? …🙂

  4. Kang Thamrin, sudah menemukan ritme kerja yang lebih baik? Kok belum nulis lagi di blognya di hari kesembilan 2007? Ayo dong…

  5. Thamrin, enggak pernah inget waktu jaman kita di SD dulu. Dari dulu sampai sekarang anak-anak itu dicekokin terus (aku pikir lebih cenderung cuci otak), enggak pernah diajarin mengungkapkan ide-ide mereka melalui presentasi, diskusi, perdebatan, dll.
    Sepertinya guru-guru kita pun sama seperti muridnya, sudah dicuci otaknya sama maha gurunya dan seterusnya… dan seterusnya…
    Kesannya mulut/mata/telinga/otak kita itu sudah diplester biar engak bisa bicara macam-macam khan.
    Diajak ke gedung DPR/MPR waktu mereka sidang? Boro-boro…

    Salam kenal

  6. belum jumpa lagi pesawatnya yah? Klik my link!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s