Seandainya Saya…..

IstanaKini zamannya orang bisa berkhayal, mumpung tindakan ini belum masuk dalam larangan untuk dilakukan atau masuk dalam kategori rahasia negara yang harus dijaga tidak bocor. Berkhayal pun dapat dilakukan diruang publik maupun privat. Maka jadilah saya sesekali ingin berandai-andai. Biar keren saya ingin berandai-andai menjadi presiden…..

1. Seandainya saya seorang presiden saya akan memilih para pembantu yang cakap untuk duduk dalam kabinet dan menghentikan “dengan segera” tatkala melihat ada diantaranya yang tak memiliki kinerja baik. Toh pilihan sangat banyak diantara rakyat saya yang berjumlah lebih dari 200 juta. Kinerja para menteri dan pejabat yang berkaitan langsung dengan  urusan publik adalah titik perhatian utama saya, seperti perhubungan, pendidikan, pertanian, olahraga, agama, dll.

2. Saya akan menantang debat para pengkritik, terutama yang ada di parlemen, menyangkut program-program yang sudah saya tentukan. Toh soal debat mendebat ini pernah saya lakukan tatkala menjadi kandidat dalam pemilihan umum lalu. Hal seperti ini kan keren, bisa disorot televisi, meningkatkan rating saya. Seperti yang dilakukan Toni Blair dengan parlemen di Inggris.

3. Seandainya saya seorang presiden pasti saya sangat bersedih dengan prestasi para atlet olehraga negeri ini yang bertanding di arena internasional. Kok selalu keok. Masa sih tidak ada atlet yang bagus di antara negeri yang memiliki penduduk terbesar kelima/atau keempat di dunia ini? Atau saya perlu mengimpor atlet dari Afrika yah?

4. Eh……Tim Sepakbola pun baru saja keok.

5. Saya tentu akan memanfaatkan peluang menurunnya perekonomian neaera tetangga, Thailand, yang kini berada dibawah cengkraman militer dan sibuk menghadapi terorisme di Thai Selatan.

6. Berbagai infrastruktur dan peraturan yang memudahkan investasi akan saya bangun, dan “membangunkan” menteri pekerjaan umum agar segera membangun dan tak membiarkan “lahan menjadi tidur.” Soal modal? Tentunya akan berdatangan jika ada kejelasan Undang-Undang Investasi yang kini sedang digodok di parlemen. Saya takut sebenarnya dengan para politisi di parlemen, jangan-jangan untuk menggodok UU tersebut saya akan “ditodong” menyiapkan “ramuan” yang akan memperlancar godokannya.

7. Saya akan memecat para pejabat yang tak becus mengurusi jemaah haji. Ini kan taruhan, jika haji mereka mabrur tentunya doa mereka untuk mendukung pemerintahan saya akan semakin lancar.

8. Saya akan memerintahkan menteri kehutanan membuat target menanam bibit pohon satu juta setiap hari. Terserah dia mau meminta bantuan siapa, para pegawainya kek, murid sekolah kek, anak isterinya kek, tetangga juga boleh. Pokoknya saya tidak mau melihat ada lahan yang gundul dan membuat banjir serta tanah longsor setiap tahun. Bayangkan dalam setahun akan ada 365 juta pohon…..he…he…..he……

9. Saya akan membubarkan lembaga-lembaga monopoli peninggalan pendahulu saya. Bisa dimulai dari Bulog, yang selama ini selalu memonopoli urusan beras dan gula. Saya heran kok lembaga pengawas persaingan usaha yang seharusnya membantu, kok tidak mengkritik lembaga ini yah…….(atau perlu saya ganti komisarisnya…🙂 )

10. Ternyata tak mudah menjadi presiden negeri ini, banyak hal yang perlu dibereskan….Yang sempat terpikir oleh saya saja baru sembilan, dan belum apa-apa. Mungkin saya akan lanjutkan ditulisan yang lain……😉

11. Oh yah, sebelum kelupaan saja. Saya akan menyuruh Komisi Anti Korupsi bekerja lebih hebat dan tak pandang bulu lagi. Pendidikan akan saya perhatikan, walaupun tidak dengan gratis dan subsidi tentunya, serta melibatkan dan membuka kesempatan swasta lebih luas. Juga saya akan memerintahkan penghapusan perda-perda syariah di daerah. Karena ini kan bertentangan dengan UU di tingkat pusat yang tidak pernah mengatur tentang perda syariah. Nanti ada perda memperbolehkan poligami lagi…….(kan menurut sebagian mereka ini sebagai sunnah Nabi Muhammad SAW)

18 responses to “Seandainya Saya…..

  1. Pertama pak presiden, jika anda mengganti mentri setiap kali terjadi masalah, maka yang terjadi adalah ketiadaan konsistensi kerja. ujungnya, kacau juga.

    Kedua pak, tidak perlu lah bapak memperdulikan para tukang kritik itu, bikin geli saja. Lebih baik bapa perhatikan rakyat.

    Ketiganya pak, olahraga memang bukan prioritas kita, kaga jadi duit!

    Keempat pak, sepakbola itu cuma hobi, Pengurus PSSI, itu yang pekerjaan.

    Kelima lagi, ngurus negara sendiri saja susah, kenapa harus ke thailand??

    Enam, *clingak-clingak* Memang ada pembangunan di negeri pak?

    ber317an-nya pak, haji itu urusan akhirat, ngapain pejabat bapak harus repot?

    8-nya, 1 juta ditanam sehari, 2 juta yang ditebang, kan sia2? Biarkan sajalah…

    Sembilan, kalo BUMN dibubarkan, lalu bapak dapat duit dari mana??

    Sepolo, bangun pak, bangun!!!

    He…

  2. Wah saya juga lagi ngayal bos…. tentang blog, pendidikan, guru. Seandainya…

  3. Mari berhayal, semua kenyataan yang kita nikmati saat ini juga tadinya cuma sebatas hayalan kok.

    DUKUNG THAMRIN JADI PRESIDEN!!!
    😀

  4. Yth, Bapak Presiden
    Republik Khayalan

    Perkenankan saya sebagai rakyat Republik Khayalan menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

    a. Bagaimana bila menteri koordinator dibubarkan saja, hanya nambah beban anggaran. dan soal pecat memecat itu terserah bapak, mau ganti menteri seminggu sekali boleh koq.

    b. Untuk olah raga tak usah sedih pak. Masih ada jalan keluar untuk meraih prestasi. Usulkan saja sepak bola api, itu lho bolanya pakai api. Juga bisa diusulkan cabang olahraga yang negara lain tidak bisa, misalnya: cabang lomba ketapel, lomba makan krupuk, makan beling, lari karung, dijamin kita jadi juara umum.

    c. Untuk undang-undang, jangan pakai bahasa digodok pak. Digodok perlu “BBM” dan transportasi DPR. Biarkan saja … sampai wakil rakyat itu ketiduran. Kalo UU tidak jadi-jadi, kerahkan pendemo.

    d. Lha masalah Haji, sebenarnya bapak sudah berhasil. Tak ada lagi pejabat termasuk DPR pergi haji dibiayai Negara. Revolusi dalam negeri berhasil, sayangnya tidak di Saudi. Mana bisa katering lama yang sudah puluhan tahun dapat “berkat” lalu tiba-tiba dihentikan, kan bisa marah. Bagaimana bila yang dulu aja, sama-sama keluarga kerajaan, urusan intern biar mereka yang urus.

    e. Penanaman pohon sih oke saja, tetapi perlu dirinci dong pak. Kalau enggak, Menhut bisa salah menerjemahkan instruksi bapak. Mestinya pohon hutan, ntar diganti pohon ketela.

    f. Usul, bagaimana bila Komisi Anti Korupsi dinaikkan gajinya supaya lebih lincah. Dan alangkah baiknya bila bapak sering ke daerah menyamar, gak perlu protokoler. Bapak bisa lihat SD rusak, Puskesmas kumuh, jalan berlobang dll.

    Demikian yang dapat saya sampaikan, kurangnya bapak tambah sendiri dan bila ada lebihnya tolong kembalikan.
    Termakasih.

  5. satu hal yang pasti ketika menjadi presiden saat piala AFF kemarin adalah : menyuruh peter withe untuk memulangkan Ilham Jaya Kesuma sebelum pertandingan Indonesia versus Vietnam!

    Ilham biang kegagalan kita kemarin…

  6. * Mas Manusiasuper, saya sudah bangun Mas, pagi-pagi, karena harus ke kantor melalui Tol Jagorawi…. he…..he…. Saya juga ingin mencalonkan anda menjadi menteri sumber energi, karena super kuat🙂

    *Mas Luthfi, jangan ketawa saja dong, ingin jadi menteri perhubungan nggak…?😉

    * Mas Helgeduelbek, seorang presiden juga seorang “guru” yang selalu digugu dan ditiru oleh kawulanya.

    *Mas Wadehel, terima kasih Mas, dan mungkin anda cocok untuk menjadi chief of staff (seperti yang di film West Wing itu lho)?😉

    *Mas Fulan, Saya memang akan sering menyamar, mencari tahu persoalan rakyat sebenarnya, seperti yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab dahulu. (atau Abunawas….🙂 )

    *Mas Lawrence benar, Ilham Jaya Kesuma ternyata belum menjadi “ilham” bagi timnya dan belum berhasil menjadi “kesuma” bangsa.

  7. kalo saya jadi warga negara yang presidennya panjenengan, maka saya mengusulkan mbok ada akses internet gratis gitu….🙂

  8. Aku jadi mentri apaan ya?

  9. hhmm.. inspiratif.. boleh dicontoh untuk menulis “seandainya saya…”

  10. Kalau saya yang jadi presiden, pertama tama yang saya kerjakan adalah membungkam pers sok tahu, sok kritik, lsm lsm sok sosial, sok membantu, sok tukang protes.

    Terus saya bisa kerja dengan tenang tanpa ada yg ganggu, tanpa ada yang teriak, tapa ada yang protes ini itu, Pokoknya protes di babat! diktaktor? mungkin memang negeri ini butuh diktaktor. Tapi sayangnya jarang ada diktaktor yang jujur. Makanya saya mau coba (Mudah mudahan) bisa jadi diktaktor jujur.

  11. Pak Presiden, ehemm, itu… anu.. anu.. UU kawin laginya akan diresmikan apa ndak yaa pak?

  12. * Mas Arif, internet gratis pasti, biar asyik nge-blog terus….🙂 Tapi dengan iuran flat setiap bulan tentunya….🙂

    * Mbak Juli mungkin cocok untuk Menteri Pendidikan (atau urusan perempuan yach…? )

    *Mas, ini penting mas, berkhayal, agar kita tidak buntu, frustasi dan gantung diri….😉

    * Mas Riyan, semua yang berbau diktator pasti tidak akan afdol dan pasti segera diganyang oleg diktator yang lain….. Saya sih akan membiarkan demo-demo dan kritikan tersebut, toh saya punya konsep sendiri. “Anjing menggonggong khafillah berlalu” itu pepatah saya. 🙂

    * Mas Arif, orang kawin kok pake diundang-undangkan segala. Nggak butuh UU, kalau mau kawin yah kawin saja. Dengan seagama boleh, lain agama juga tidak apa-apa. Anaknya terserah akan jadi warganegara mana, yang penting bisa memberi pendidikan yang berkualitas.

  13. Mas Thamrin sory baru jawab sekarang. Tapi kalau saya tidak setuju ada demo. Bikin macet, buang buang uang negara ratusan juta sekali demo.

    Bayangkan berapa besar biaya pengamanan yang harus di keluarkan. Satu batalyon saja jalan wah lumayan itu, uang makan nya, uang bensin nya uang ini itu dan lain lain.

    Belum lagi kalau demonya di wilayah strategis yang pasti bikin macet. Ribuan kendaraan tertahan berjam jam. Kalau satu kendaraan habiskan bbm 1 liter saja, wah benar benar tak terbayangkan berapa ratus juta uang subsidi bensin menguap sia sia.

    Belum lagi potensial loss yang mungkin terjadi akibat ekses ekses selanjutnya. Dengan membiarkan demo akan ada demo lanjutan. Akan ada lagi pengerahan pasukan keamanan. akan ada lagi pemborosan BBM bersubsidi.

    Belum lagi media massa, seperti televisi dan radio, bayangkan berapa besar listrik tersubsidi saya dipakai untuk mentertawakan saya oleh para pemirsa nya? Huh enak saja.

    Saya paling tidak suka mahasiswa. Apalagi mahasiswa di universitas negeri. Sudah di subsidi pemerintah bukannya belajar, tapi malah bikin demo. Sungguh pemborosan.

    Belum lagi harga rupiah dan indeks yang anjlok, yang menyebabkan saya harus bertebal tebal muka mengemis ngemis lagi pada funder asing untuk menunda pembayaran tagihan tagihan.

    Belum lagi efek psikologis yang timbul kemudian hari.

    Itu dari sisi ekonomi. Saya belum bicara dari segi hankam dan sosial politik!
    Karena itu saya akan tuntut pendemo atas dasar tindakan makar, subversif, dan lain sebagainya dengan tuntutan sebesar besarnya. Kalau perlu hukuman mati agar terjadi efek jera.

    Lagipula tuntutan mereka tidak masuk akal. Bagaimana orang disuruh mengabdi. Satu dua orang mungkin bisa. Namun tidak cukup satu dua orang untuk menjalankan negeri ini.

    Mustahil mencari ribuan orang yang mau mengabdi kepada negara secara sukarela, dan dipaksa hidup susah. Saya memilih membayar tinggi orang orang pintar itu untuk menjalankan negara.

    Kalau perlu saya manjakan dia dengan uang supaya dia bisa bekerja dengan baik untuk negara. Murni profesionalisme. Tidak perlu lagi ia pusing ketika anaknya ingin kuliah di luar negeri.

    Toh menurut saya pantas pantas saja seorang menteri, gubernur atau lurah sekalipun punya kehidupan layak. Bayar dia secara profesional. Kalau tidak mampu singkirkan. Masih banyak orang lain yang mampu.

  14. Hallu pak SBY……??

  15. After reading this article,I want to go out to see the movie with my boy firend.
    Goodbye and Good Luck.

  16. Tanggapan mengenai “seandainya saya”:
    1. Jika anda seorang presiden, niscaya, akan sangat sulit memilih orang yang cakap untuk dapat masuk kedalam kabinet. Pun, walaupun ada lebih dari 200juta penduduk di Indonesia.. akan lebih mempersulit anda untuk dapat memilih diantara mereka yang dapat anda percaya dan cakap untuk menduduki jabatan dalam jajaran kabinet anda.. percayalah..
    2. Jika anda seorang presiden dan menantang debat para pengkritik, niscaya, anda akan kehilangan muka didepan masyarakat anda.. kenapa? Oposisi itu wajar, kritikan tajam itu jelas pasti ada, bukan untuk ditentang. Sedikit tips, lebih baik dengarkan mereka, pertimbangkan baik-baik, siapa tau diantara kritik tersebut ada yang dapat membangun dan menambah kualitas anda sebagai presiden. Btw, presiden sih udah pasti masuk tivi.. hihihihihi..
    3. Jika anda seorang presiden yang bersedih dan pusing memikirkan atlet dan prestasi olahraga di negara anda.. saya mengusulkan anda untuk menjadi MENPORA saja.. tugas Presiden lebih penting daripada hanya bersedih memikirkan atlet… ya toh?
    4. Masalah tim sepakbola keok sih, kembali ke? Bukan ke laptop.. tapi urusan MENPORA…
    5. Jika anda seorang presiden dan berencana memanfaatkan peluang menurunnya ekonomi Thailand (dan anda pikir mereka sibuk menghadapi terorisme di Thailand selatan).. saya akan sangat menyayangkan anda menjadi presiden.. hari gini mo jatuh2in antar negara? Mending cari temen daripada cari musuh.. lagian, buat pertimbangan aja nih ya.. masalah TERORISME di Thailand selatan itu udah ada.. mungkin dari sebelum anda lahir… dan.. mereka adem ayem aja tuh.. klo mo tau lebih lanjut, mari kita bahas mengenai Thailand.. kapan2..
    6. Jika anda seorang presiden dan mempermudah investasi luar untuk masuk ke Indonesia.. maka.. saya hanya akan mengingatkan anda.. hati-hati akan adanya NEOKOLIM.. bukannya pro Ir. Soekarno, tapi.. fakta sudah didepan mata bung.. jangan sampai anda punya niat luhur, tapi malah bikin masyarakat menjadi budak bangsa lain.
    7. Jika anda seorang presiden dan akan memecat para pejabat yang tak becus mengurusi Jemaah Haji.. maka saya akan acungi jempol ketegasan anda.. (tidak selamanya oposisi kan bung?)
    8. Jika anda seorang presiden dan membuat kebijakan untuk menanam pohon tiap harinya.. InsyaAllah saya.. akan mendukung lagi.. Go Green yawww!!
    9. Jika anda seorang presiden dan memiliki rencana membubarkan lembaga monopoli, khususnya BULOG.. maka.. saya jelas akan menentang anda.. GULA dan BERAS merupakan hajat hidup orang banyak.. bodoh sekali jika diserahkan kepada swasta.. tapi jika anda akan melakukan peninjauan ulang terhadap komisarisnya, saya akan setuju..
    10. Jika anda sudah mulai sadar.. maka.. saya akan berdoa, ya Allah, terima kasih anda menyadarkan saudara kami.. dan kami hanya memohon agar Engkau memberikan kami seorang pemimpin yang benar-benar dapat memimpin negara ini, dengan sebaik-baiknya.
    11. oh.. ternyata anda masih bermimpi ya? Ok, jika anda seorang presiden dan kelupaan untuk menasihati KPK agar bekerja lebih hebat lagi.. alhamdulillah.. bagus lah.. perlu itu.. daripada uang dicolongin mulu sama orang-orang gak bertanggung jawab..

    Terima Kasih, sekian tanggapan saya..
    Regards
    Adjie Aditya Purwaka
    (Pengamat Politik dan Pengamat hal-hal yang ga jelas dari UI)

  17. Tidak semudah yang kita pikirkan. Jadi presiden itu susah. Tanggungjawabnya besar. Tidak lagi memikirkan diri sendiri, keluarga, teman, tapi sudah masyarakat dan bangsa bro! Lihat calon2 presiden yang kampanyenya selau wahhh, memikat hati masyarakat. Tapi setelah jadi presiden, ga semua omongannya benar kan? Jika pun benar, tapi tetap saja dapat umpatan, sumpah, dari orang2 yang tidak suka sama dia. So the polotics is putrid!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s