Hujan di Bogor Banjir di Jakarta

Semalam hujan turun dengan lebat di daerah Sentul, dan bukan tidak mungkin pula di Bogor, sejak pukul 03.00 WIB hingga pagi dini hari. Dingin-dingin berselimut, mendengarkan deras hujan yang jatuh diatap, jelas menambah kenikmatan tidur.

Namun saya sontak berfikir, pasti akan ada banjir di Jakarta. Ehh, saat pagi saya melihat berita pagi hari di salah satu stasion televisi, memang benar air luapan sungai yang ada di Jakarta sudah menggenangi beberapa kawasan perumahan penduduk.

Dahulu saat saya kecil dan tinggal di tengah kota Jakarta sering terdengar istilah “banjir kirim” dari Bogor. Saat bulan November, Desember dan Januari biasanya kita sudah harus siap-siap menerima “kiriman” tersebut. Jadi kalau sekarang dikatakan masih ada “banjir kiriman” dari Bogor maka sepertinya ini adalah cerita lama.

Pelajaran di sekolah dasar hingga perguruan tinggi bukankah mengajarkan kita bahwa air selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi dan mencari jalan ke dataran yang rendah, yang akhirnya bermuara di laut. Ini saya fikir adalah pelajaran dasar dan selayaknya diketahui oleh pemerintah Jakarta yang terletak lebih rendah dibandingkan daerah Puncak dan Bogor. Mungkin kalau cukup uang anggaran pemerintah, yang sebagian sudah diberikan kepada anggota-anggota DPRD😉 , mungkin bisa saja pemerintah DKI Jakarta meninggikan wilayah ini diatas ketinggian bogor, sehingga tak dialiri air sungai yang berasal dari Bogor dan sekitarnya. Tapi ini kan ide gila dan memakan biaya yang tak sedikit (kalau mungkin🙂 )

Singkat kata, suka atau tidak suka Jakarta seharusnya menyadari ini dan mempersiapkan diri menghadapi “kiriman” tersebut. Sesungguhnya, jika tak sempit dan ada yang menghalanginya (sampah), air yang mengalir seharusnya dapat lancar menuju muara dan tak tersumbat yang mengakibatkan banjir. Mungkin ini yang menjadi persoalan dan pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pemerintah Jakarta, tak hanya memperlancar arus lalu lintas diatas jalan raya, tetapi juga memperlancar arus “lalu lintas” air yang mengalir di sungai-sungai yang melalui Jakarta. Pada jaman Ali Sadikin saja, karena menyadari sungai Ciliwung sudah semakin dangkal dan tak mampu menampung aliran air yang masuk, DKI Jakarta membuat proyek “sodetan pemisah” yang dikenal dengan “banjir kanal.”

9 responses to “Hujan di Bogor Banjir di Jakarta

  1. he …. tadi malem aku koq ngrasa hujan ya …
    apa krn masih sore sdh tidur

  2. Coba tanya Kang Adhi, di Londo itu kan pemukiman terletak di bawah permukaan laut (kata pelajaran ilmu bumi). Pernah banjir nggak di sana.
    Kalau gak banjir, berarti … berarti ada yang gak berarti.😀

  3. penyakit tahunan Jakarta, sama seperti demam berdarah….

    apa di negara ini nggak ada yg belajar dari pengalaman, mas thamrin ?

  4. Hati-hati buat teman-teman yg tinggal di pemukiman rawan banjir. Bogor hujan terus dan kali ciliwung di daerah bogor airnya mulai besar

  5. Walah lagu lama…
    Memang sengaja dibiarin, sekalian utk membersihkan masyarakat di tepi sungai Ciliwung.

  6. “Singkat kata, suka atau tidak suka Jakarta seharusnya menyadari ini dan mempersiapkan diri menghadapi “kiriman” tersebut. ”

    lagi dibikin Banjir Kanal Timur pak, tenang aja.. tunggu 1-2 tahun lagi baru beres. Soalnya bermodal besar, sekitar 4-7 triliun untuk mengurus pembebasan tanah, pengurukan dan lain-lain

  7. Menurut saya memang sebaiknya kalo banjir tahunan kayak sekarang ini, di tetapkan saja setiap tempat2x umum harus memiliki/memasang Perahu Karet Siap Pakai, seperti alat pemadam kebakaran … salam kenal yach ..

  8. too bad I cant read it…but it looks pretty impressive🙂

  9. Hujan lebat merupakan fenomena alam. Namun banjir yang tidak membahayakan manusia bisa dikelola dengan baik jika manusia bersahabat dengan alam. Ekosistem hutan alami yang berada di sisi sungai berfungsi sebagai barrier. Situ dan rawa berfungsi sebagai catchment area. Jadi selayaknya ekosistem tersebut jangan diubah dengan semena-mena. Perhatikan daya dukung alam. Semoga kita menjadi orang-orang bijak yang dirahmati Allah. Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s