“Kembali Ke Laptop”: Thukulisasi DPR?

“Kembali di Empat Mata” atau “Kembali ke Laptop” adalah ucapan pelawak Thukul yang semakin akrab di telinga dan hampir setiap malam kita “pelototi” di salah satu stasiun TV swasta. Rating acara ini pun semakin hari semakin tinggi mengalahkan acara serupa yang lain. Rejeki pun mengalir kian deras kedalam kantong Thukul.

Entah terinspirasi oleh acara tersebut atau tergiur dengan kecanggihan sebuah perangkat bernama “laptop,” terbetiklah kabar yang ramai di media massa bahwa para anggota dewan yang terhormat di DPR sana pun akan mendapatkan jatah sebuah laptop seharga sekitar Rp 21,5 juta. Wuiiih………… Dengan harga ini, dan melihat laptop yang dipakai Thukul didalam acara “Empat Mata” jelas yang “akan” dimiliki para anggota dewan yang berjumlah 550 ini jelas lebih canggih. Konon cerita, pengadaan laptop yang telah dianggarkan dalam budget APBN 2007 ini pun akan menghabiskan biaya Rp 12,5 milliar.

Melihat harga laptop per unit yang bernilai Rp 21,5 juta  dapat dibayangkan pastilah sebuah laptop yang canggih, seperti tablet PC, yang ringan, dapat “dijinjing” kesana kemari, dengan fasilitas wireless atau bluetooth, dan memiliki kualitas grafik yang tinggi sehingga dapat dipakai untuk multi media. Kecepatan akses internet pun sudah dapat dibayangkan akan “ngacir.”

Namun, apa kebutuhan spesifikasi komputer para anggota DPR sudah harus sedemikian canggih? Mari kita urai satu per satu….

(1). Jika hanya membutuhkan fasilitas untuk mengetik, menyimpan data, membuat presentasi, atau mengirim email sebenarnya fasilitas desktop komputer yang telah disediakan sudah memadai. Kalaulah harus melakukan presentasi ke daerah konstituen atau tempat lain cukup dengan membawa flash disk, yang sudah tersedia dengan harga murah meriah.

(2). Umumnya para anggota DPR ini memiliki HP yang canggih-canggih, semisal communicator atau PDA, yang disertai program penyimpanan data atau menulis presentasi serta mengirim email. Mudah dibawa dan gampang sebenarnya. Bikin saja kursus singkat bagi para anggota DPR ini tentang bagaimana menggunakan fasilitas yang ada dalam HP mereka.

(3). Jika dipakai alasan mudah dibawa-bawa dan dapat dipakai untuk presentasi, harus diingat kadang di daerah konstituen para anggota DPR ini masih ada yang belum memiliki listrik, apalagi beamer untuk presentasi.

Katakanlah laptop ini memang sudah menjadi kebutuhan para anggota DPR RI dengan berbagai piranti canggih yang dimilikinya, namun apakah tidak ada yang tersedia dengan harga dibawah Rp 21,5 juta? Jika departemen atau biro rumah tangga yang menyediakan kebutuhan para anggota DPR ini rajin membuka koran ada kok yang harganya dibawah Rp 15 juta dan sudah cukup canggih dan memadai (saya kira). Bahkan mungkin karena untuk DPR bisa dnegan harga promosi.

Pertanyaan yang sederhana dapat dilontarkan, jika kita mengasumsikan bahwa para anggota DPR memang pantas memiliki laptop. Merek laptop itu apa sih, kok bisa semahal itu? Dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang sedang digalakkan 0leh DPR dan pemerintah seharusnya disediakan informasi yang dapat diakses oleh masyarakat mengenai pengadaan laptop ini, berapa penawaran yang masuk, berapa harga yang dipilih, dengan spesifikasi apa, dan merek apa. Sehingga masyarakat bisa membandingkan speck tersebut pantas dan wajar atau tidak.

Berbeda dengan Thukul, walaupun sama-sama kembali ke laptop namun yang berkaitan dengan dengan anggota DPR-RI, pemerintah dan penggunaan anggaran tidak dapat hanya sekedar mengatakan “Kembali ke Empat Mata,” karena ia diawasi oleh “Jutaan Mata” yang dimiliki masyarakat.

11 responses to ““Kembali Ke Laptop”: Thukulisasi DPR?

  1. harga 7,5 juta saja saya yakin sudah cukup, lah kerjaan anggota dewan itu opo toh paling khan ngetik2 biasa, bikan membuat disain atau pikin film, atau pengolah multimedia. knapa harus yg mahal2. mbok dikasihkan guru yang kepingin punya seperti saya😀

    **Soal pantes aja mas, kalau guru sepertinya lebih pantes bawa tas kulit buaya (seperti Omar Bakri) dan bukan tas laptop….🙂

  2. Sepertinya nggak jadi dapat tuh “Kembali ke Laptopnya”, mudah-mudahan bisa dialihkan ke korban bencana Lappindo dan becana Gempa. “Semoga saja ya”. Salam kenal dari Prim …!

    **Salam kenal juga mas, judulnya akan berubah “kembali ke desktop.” Was mas, yang di Lapindo atau kena bencana alam justru butuh ganti rugi, sandang, pangan, papan, etc…..Tapi bukan laptop… 🙂

  3. buat beli nasi kuocingnya pak dhe bisa dapat berapa ya?

    **Bisa beratus-ratus bungkus Bu…… Atau kalau dikumpulin semua bisa jadi modal awal Bank Kredit Dewan Perwakilan Rakyat (BKDPR)…..Lumayan untul revolving fund bagi petani atau UKM.

  4. tukar guling aja, tukul sama anggota DPR

    **Wah rugi dong, rating “Empat Mata” akan turun, sementara rating “1100 mata duitan” akan naik. Rating naik honor ikut naik…. Siapa yang susah?🙂

  5. Gimna kalo “mereka yang dihormati” .. Kembali Ke Rakyat.. heuheu!

  6. KELIMAX…… HEHEHEHE
    wah pak, kok klop bener ya kita, saya kemaren lusa juga nulis hal yang sama (hampir) dengan anda.
    lihat aja di sini
    http://ndarualqaz.wordpress.com/2007/03/29/kembali-ke-laptop/

    salam kenal pak, ijin tak masukin link saya

  7. Tukul dimana-mana. Gak di pusat gak didaerah.
    Capee deeeh….

  8. yah yah yah..
    kembali ke……….?
    mesin ketik aja deh!

  9. biasa, mereka cari perhatian aja…takut kesaing sama tukul…jadi men-tukul-kan diri sendiri…

  10. Oktariza Rd. Prabu

    Sangat Seetuujuuu, tetapi jangan kayak Tukul hanya bisa baca doank (ke 1). Selanjutnya betul benar untuk memfungsikan diri dan berfungsi sbg seorang Wakil Rakyat yg Ideal (ke 2). Tidak ada lagi Peraturan Perundangan atau Perda yang menambah susah atau Beban kepada Rakyat atau membuka Peluang untuk Korupsi (ke 3)

  11. bukan laptop kali mas
    tablet pc, merknya fujitsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s