Macet…..

Siapa yang harus disalahkan, ditengah kemacetan yang membuat mobil merayap pelan ibarat kura-kura kelelahan, terdengar bunyi nguing-nguing sirene motor polisi yang mengawal membuka jalan bagi para menteri yang akan lalu? SBY yang mengadakan pertemuan di Puri Indah Cikeas untuk mengatur resuffle kabinetnya kah? Atau truk angkut pasir aspal yang melanggar ujung bawah jembatan yang melintas diatas tol Jagorawi, tak jauh beberapa ratus meter dari pintu gerbang tol Cibubur?

Hal ini terjadi pada hari minggu lalu, 6 Mei 2007, saat ramai-ramainya kendaraan melintas menuju Cibubur atau Bogor untuk sekedar bertamasya atau menjemput keluarga yang sedang berlibur di Bogor. Tak ada pertemuan para menteri di Cikeas atau truk yang menghantam jembatan saja ruas jalan menuju Cibubur ini selalu macet pada hari minggu dan biasa. Kejadian serupa terulang kembali pada hari Senin, saat pulang kantor, yang membuat saya harus tiba di Bukit Sentul sekitar jam 22.30 WIB. Kali ini tidak ada pertemuan menteri di Cikeas, namun truk yang menghantam jembatan masih menunggu giliran untuk dievakuasi, sementara jembatan yang malang tersebut harus disangga dengan tiang besi.

Kemacetan sudah menjadi langganan sehari-hari.  yang dapat dilakukan hanyalah mengelus dada, menunggu aparat pemerintah memiliki pikiran sehat mencari solusi terbaik mengatasi kemacetan, walaupun pantat panas dan kaki pegal berjam-jam berada diatas kendaraan.

Pernah tidak yah, mereka berhitung secara serius berapa kerugian yang harus ditanggung oleh warga dengan menghabiskan waktu dan bensin, menunggu selesainya macet dan tiba di kantor atau rumah. Pernahkan mereka membandingkan dengan berapa ongkos membangun, memperluas, memperlebar, memperpanjang, atau membangun akses jalan yang baru. Atau menghitung dan membandingkannya dengan ongkos atau biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun perumahan menengah atau apartemen menengah di tengah kota, yang membuat para pekerja tak perlu lagi sehari-hari menghabiskan waktu, ongkos, atau minyak bakar untuk pulang-pergi ke pinggir kota.

Aaah….. saya melantur, kekesalan saya terhadap macet hanyalah terpicu oleh raungan suara motor atau mobil pengiring pejabat yang meminta jalan, didahulukan. Jika memang mereka berjasa dan membuat nama harum terhadap warga mungkin masih boleh lah…… Akan tetapi diantara mereka yang lalu lalang itu kan ada yang diangap kinerjanya buruk dan akan diganti. Lebih mengesalkan lagi jika suara nguing-nguing itu berasal dari mobil jasa pengawalan swasta yang mengawal seorang pejabat eselon atau militer. Pokoke kacaulah…..

Air macet mengalir  menjadi banjir, lalu lintas macet bikin kepala pusing. “Bike to work” yang kini jadi trend sama saja bo’ong, takut disrempet mobil di jalan, dan terlalu jauh dari Sentul. Ada teman mengusulkan ide tak lucu, “dinaikkan ke mobil dan diturunkan serta go’es saat deket ke kantor.”

2 responses to “Macet…..

  1. Rupanya, Puri Cikeas sudah dikenal juga sebagai salah satu penyebab kemacetan…..

  2. hmmmm
    tapi klo di bgr macetnya agak2 seru
    warnanya dr ujung ke ujung ijo semua… ato biruuu semuaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s