Nguing…..Nguing Bunyi Sirine

Ibarat gayung bersambut, kekecewaan dan kekesalan saya terhadap bunyi nguing-nguing sirine mobil dan motor pengawal para pejabat akhirnya menemukan “sedikit” titik terang.

Jum’at lalu, di harian Kompas, ada berita “Presiden: Tertibkan voorrijder dan sirene,” di halaman 26. Pada intinya SBY menegaskan bahwa sirene dan voorrijder hanya boleh untuk Presiden, Wakil Presiden, ambulans, tamu negara, dan pemadam kebakaran. jadi kalau ada pejabat sekelas menteri, dirjen, pengusaha kelas kakap, dll yang ingin menikmati “merdunya” bunyi sirene harus “masuk” ambulans dulu.

Tapi soal “ambulans” ini bisa jadi ide yang menarik. Karena banyak uang bisa saja seorang menteri, pejabat, dirjen, anggota parlemen, atau pengusaha menyewa atau membeli mobil ambulans, menyulapnya menjadi layaknya didalam sebuah limosin dan tetap mendapat kemudahan lewat ditengah kemacetan jalan. Siapa sih yang akan mencek ambulans tersebut dan mengkonfirmasikannya ke rumah sakit, apa memang ambulan tersebut memang berasal dari rumah sakit tersebut. Jika ada uang pasti ada akal dan pasti ada jalan…… 😉

Bunyi sirene atau tat tit tut motor atau mobil pengawal ini memang menjadi gangguang yang mengesalkan. Bayangkan, saat cape kita mengantri menunggu majunya mobil di depan kita, eh….tiba-tiba ada bunyi…..”nguing-nguing atau tuuuuuut” di belakang kita, yang ternyata berasal dari sebuah mobil jasa pengawalan swasta yang sedang “mengiringi” seorang pejabat atau pengusaha. Jalan nenek moyangnya apa…..?

Terserempet…..? Siap-siap saja kesal dan gigit jari….

3 responses to “Nguing…..Nguing Bunyi Sirine

  1. halah mas..aku juga baru mau nulis ini..tak masukin tempatku juga ya tulisan sampeyan🙂

  2. Ping-balik: Rotator, Sirine, Pengawal Busuk « Final Destination..the next step

  3. Semoga dapat dilaksanakan di lapangan. Nyaris tiap hari saya kesel dengan ulah para pegawai rakyat itu.

    Mereka tuh pegawai rakyat yang dibeliin mobil, jas dan dasi dari duit rakyat. Kok teganya ya, nyewa pasukan swasta untuk mengawalnya.

    Saya merindukan mereka yang selama ini dikawal itu antri bersama di halte busway🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s