Kampret…..dan Kita…..

Pret….kampret….. kampret, ada kampret di terbang melayang. Kata makian kadang terdengar nyaring…..”kampret loe….!!!” Tak ada yang memaki dengan “Elang loe!” atau “Garuda loe!” Kampret menjadi binatang malam yang malang dan selalu dikucilkan.

Lantas, apa salahnya dengan kampret. Kalong, kelelawar, kampret, dan segalanya yang sejenis kadang ada pula manfaatnya, meyebarkan benih tetumbuhan dan menghijaukan hutan rimba. Kotorannya dapat menjadi pupuk yang bermanfaat. Meski dalam banyak film-film yang kita tonton, jenis binatang terbang malam ini kadang identik dengan keseraman. Apalagi mengacu pada jenis mereka yang lebih besar, Vampire.

Jenis tertentu binatang ini pun dapat menjadi makanan lezat di daerah tertentu. Dengan bumbu pedas dan sedikit asam “paniki” sangat lezat disantap, layaknya rasa daging burung.

Kalau binatang malam ini bisa terbang, masukkah ia dalam kategori yang harus dimusnahkan karena ketakutan akan penyebaran flu burung? Binatang ini pun acap dianggap berharga dan bermanfaat menyebarkan biji-bijian yang ia makan menjadi bibit tanaman di tempat lain. Yang jelas sohib saya si “kampret” sebentar lagi akan gawe yang berkaitan dengan flu burung.

Mungkin karena menjadi binatang malam, hitam, dan bertaring membuat binatang yang satu ini identik dengan “setan.” Namun apakah kalau ada “petugas” atau supir taxi yang sedang “ngalong” akan kita sebut juga dengan setan? Apa kata “pekalongan” untuk nama sebuah kabupaten di pesisir Utara Jawa juga berasal dari sebutan “kalong”? Kotanya para “kalong.” Mungkin kita masih ingat di jaman dahulu ada operasi yang bernama “kalong.”

Kalong, kampret, dan kelelawar jelas satu famili, walau berbeda jenis. Akan lucu jika ada perusahaan taxi yang mau menjadikannya sebagai nama, kampret taxi, kelelawar taxi  atau kalong taxi. Kalau nama burung yang lain bisa dipakai, kenapa yang ini tidak. Konon kita adalah bangsa yang mengagung-agungkan sikap non-diskriminatif.

Jadi, siap-siaplah begadang seperti kalong menungggu pertandingan final piala Champion tanggal 23 Mei nanti. Sayang di piala UEFA satu tim yang berjulukan “kelelawar” sudah gugur terlebih dahulu. Kalau tidak mungkin asyik “ngalong” menonton kelelawar” bertanding.

3 responses to “Kampret…..dan Kita…..

  1. hahaha.. akhirnya postingan ini berkaitan dengan bola… hahah tapi menarik bicara antara kamplert, tukang taksi, kelelawar…
    memang dunia ini penuh label ….
    **Sekedar untuk tidak jenuh pak… 😉

  2. pegang mana pak ?
    **Liverpool,….. (tapi kalah 😦 )

  3. Wah liverpool kalah!! Gimane donk nih bang Tham?? 🙂
    **Kalah untuk menang broer. Kalau menang terus nggak akan pernah belajar dan merasa perlu beli pemain baru… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s