Jalan Tol………

Mungkin sebentar lagi Jasa Marga akan menaikkan tarif tol dibeberapa ruas jalan yang mereka kelola. Kita tak pernah tahu. Alasan yang dipakai pastilah akan beragam, namun yang selalu muncul pastilah “biaya operasional” yang semakin membengkak. Kita tak pernah mendapat penjelasan yang detail, apakah biaya operasional tersebut menyangkut jalan “bersangkutan,” yang dinaikkan tarifnya, atau biaya operasional keseluruhan jalan yang dikelola Jasa Marga dan/atau biaya operasional Jasa Marga sebagai perusahaan, termasuk dalam mengembangkan invetasinya. Sebagai konsumen kita hanya diminta “maklum” terhadpa kenaikan “biaya operasional” dan harus membayar di ujung gerbang tol saat kita akan keluar. Walaupun ‘ngedumel” tak bisa kita muncur dan membatalkan perjalanan. Jasa tol telah kita pergunakan.

Tarif naik? Sudah pasti dan rutin malah. Pelayanan kepada konsumen? Nanti dulu. Sedikit demi sedikit lah…

Contoh terbaru adalah jembatan retak yang melintang di atas tol Jagorawi akibat tertabrak truk angkut aspal beberapa waktu lalu. Hingga kini yang tampak adalah tiang besi penyangga jembatan saja. Tak ada aktivitas perbaikan terhadap jembatan tersebut. Sementara kendaraan tetap lalu lalang diatas jembatan tersebut. Kita tak pernah mengetahui apakah jembatan tersebut masih layak dipertahankan, setelah terbentur truk, atau tidak. Atau kapan retak tersebut akan diperbaiki. Syukur, dan mudah-mudahan tidak, jembatan tidak runtuh saat kendaraan dibawahnya sedang melaju. Namun yang jelas adanya dua tiang besi penyangga tersebut cukup mengganggu pemandangan, jika belum tertabrak oleh kendaraan yang mengambil lajur kiri.

Ini baru satu contoh. Ingin yang lain? Sangat banyak.

Jangan kaget jika saat mengemudi di malam hari secara tiba-tiba ada satu atau dua orang yang berlari menyebrangi jalan tol. Jika waspada anda dapat menginjak rem dan sang “mahluk” liar tersebut dapat menyebrang dengan selamat, walaupun ada kemungkinan anda tertumbur kendaraan yang ada dibelakang anda, karena berhenti secara mendadak. Yang menyedihkan adalah anda menabrak “orang” tersebut, perkara akan semakin panjang. Namun siapa yang salah? Jalan tol jelas disediakan untuk “mengebut,” walaupun dengan rambu kecepatan yang sudah ditentukan. Namun untuk merem kendaraan secara mendadak dalam kecepatan 100 km/jam misalnya, bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi ditengah hujan deras yang turun.

Kadang pemandangan bangkai kucing, anjing, tikus, atau ayam, yang bergelimpangan di tengah jalan tol merupakan suatu pemandangan yang biasa. Mungkin suatu saat akan ada kambing, kerbau atau sapi yang tertabrak di jalan tol. Ini bahkan terjadi di jalan tol pertama di Indonesia, tol Jagorawi, yang setiap minggu dilalui oleh Presiden SBY. Suatu saat bahkan pernah saya melihat sosok orang yang bergelimpang di jalan, terkapar karena tertabrak mobil.

jalantol.jpgSoal orang berjualan di tepi jalan tol sudah merupakan pemandangan yang biasa. Saat-saat macet di atas tol lingkar kota dan merasa haus, buka saja jendela kaca mobil, tak akan lama akan ramai pedagang yang menjajakan air mineral atau kacang dan kerupuk. Di musim durian atau rambutan kita dapat membeli ditepi jalan tol dekat pintu keluar Bukit Sentul, dan sesekali menikmati pemandangan muda-mudi yang bercengkraman sore hari di bulan Ramadhan di tepi jalan bahu tol, atau bermain bola!!!

Tembok-tembok bolong yang ada disepanjang sisi jalan tol memudahkan manusia dan binatang mengakses masuk ke area jalan tol untuk bermain, berjualan, maupun menyebrang jalan. Ditambah dengan langkanya jembatan-jembatan penyebrangan, padahal jalan-jalan ini acapkali dibangun membelah perkampungan penduduk. Taklah heran jika kadangkal kita melihat kandang ayam berada di sisi dalam tembok jalan tol atau bak penampungan sampah!!

Jalan-jalan tol di Jepang misalnya, dipagari dengan tembok yang cukup besar dan pepohonan yang rindang saat jalan sangat dekat dengan pemukiman. Untuk meredam suara katanya. Jika tidak sang pengelola jalan akan dikenai tuntutan melakukan polusi udara/kebisingan. Di Thailand kita boleh berputar arah tanpa harus dipungut bayaran lagi. Di Jerman tak mengenal jalan tol, namanya autobahn. Kita bahkan disediakan informasi mengenai rute, rencana pembangunan, dan sebagainya secara online. Bahkan gratis!! Mobil-mobil yang lewat tidak perlu membayar, karena telah dibangun dengan uang “iuran” pajak yang dibayar kepada pemerintah.

Dahulu, saat jalan tol Jagorawi akan dibangun, konon alasan yang dipakai untuk membenarkan mengapa harus membayar saat melaluinya adalah pemerintah tidak memiliki cukup uang, sehingga harus utang untuk membiayainya. Uang yang dibayar oleh para pengguna jalan akan dipakai untuk membayar utang. Kita tak pernah tahu apakah biaya pembangunan jalan tersebut kini sudah “pulang modal.” Jika sudah, kan harusnya digratiskan?

5 responses to “Jalan Tol………

  1. he…ane pertame nih..!
    gini nih yang namanye jalan tol!
    pasti yg buat kaum adam! bener kagak? kalo kaum hawa, pasti namanya jalan TIL..
    he..he..he..

    gini aja deh, kite kagak usah banding2in ama negare lain..nagre laen banyak merek mobil..pan kite mah cuman jepun doang..
    kudunya si Kalla ama SBY manggil tuh Astra dan pabrikan mobil dr jepun laennya..
    terus tanyain..
    “Heh, sipit Jepun..katenye ente mau bantuin negera ane..nah, pikirin donk, mobin ente makin banyak di negeri ane..giman carenye bikin jalan tol yg oke! ntar lu dapet insentif yg oke dengan produk mobil ente!”..

    kalo gitu pigimane?

    tarikkk!

  2. Pertamax di jalan tol.. Bisa ngebut kalo gitu saya… Gak ada penghalang… ha ha ha…

  3. Di moderasi lagi😦😦

    **Maaf Mas, nggak bisa langsung pertamax yah? 🙂 Maaf bila pakai moderasi, karena kadang ada yang naruh link doang, nggak ada hubungannya dengan komentar. 😉

  4. tau dari mana pak bakal naik? bisa dikasih referensinya?? apakah ini cuma guyonan?
    **Tunggu aja tanggal mainnya… 🙂 Mungkin beberapa ruas jalan.

  5. utang negara itu kini sudah dibuat-buat…
    negeri kaya-raya begini kok antusias banget kalau dikasih utang, ya?😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s