Pilkada DKI Jakarta…, Siapa Ikut?

Siapa ikut Pilkada Jakarta? Para pendukung kedua pasangan calon tentunya menjawab, “kita semua! Warga Jakarta!”

Tapi tak tentu tuh. Contohnya saya, digolputkan oleh situasi dan kondisi. Kartu Tanda Penduduk saya adalah milik DKI (hingga tahun 2012 malah), tapi saya tinggal di Sentul, Jawa Barat. Dan saya belum pindah “warganegara” Kabupaten Bogor. Saya tak mendapatkan kartu pilih untuk Pilkada tanggal 8 Agustus nanti. Tentunya satu suara hilang…. 🙂

Ah…siapa perduli, toh satu suara yang tak memilih ini cuma titik diantara tinta sebelanga (jadi tak nampak). Lucunya sewaktu ada pilkada kepala desa kabupaten Bogor yang lalu, saya sempat dibagikan surat/kartu untuk memilih. Padahal saya tak tahu kapan didaftar dan berdasarkan apa. Lagi-lagi saya tidak memilih. Bukan karena aliran politik, bukan karena boikot dan tetek bengek lainnya. Sederhana saja, hanya karena malas. Apalah artinya suara yang satu ini.

Hak pilih terakhir yang saya pergunakan mungkin terjadi saat pemilihan umum  1999. Saat itu saya sedang meliput di wilayah Timor Timur (yang kini menjadi negara Timor Lorosae). Itupun karena kebetulan kartu pilih “terbawa” hingga Tim-Tim, dan untuk memudahkan wawancara dan masuk dalam area TPS.

Tentunya saya punya pembenaran untuk tidak ikut. Pertama, tidak kenal dengan calon. Kedua, tak ada janji kampanye yang meyakinkan. Ketiga, apa ada perubahan yah?

Tut-tut-tut….siapa hendak turut?

Tak turut juga, siapa takut?

5 responses to “Pilkada DKI Jakarta…, Siapa Ikut?

  1. pha…apa kabar….url bapak aku link nech …aku juga GOLPUT ..pha…hehehehe…, jangan2 banyakan golputnya dari pada yang milih…Hidup GOLPUT…

  2. aq mo ikutan. tp ya gimana lagi aq bkn warga jakarte.

    ** Nanti saja pak, tunggu pilkada atau pilkades di tempat panjenengan… 😉

  3. Yoi……Ngapin takut…..Okey Boss!!!

    **Ternyata lebih banyak yang tidak takut untuk tidak nyoblos…. 😀

  4. Ikut Pembentuk Republik Blog Indonesia, saja!

  5. Memilih atau tidak seharusnya ada diberikan tawaran kesempatan untuk memilih. Tapi kalau tidak diberikan sama sekali berarti tidak diakui sebagai warga negara Indonesia wilayah DKI. Ya seperti saya ini. Jadi untuk apa saya capek-capek buat KK (Kartu Keluarga) dan KTP DKI ?
    Jadi yang termasuk penduduk DKI itu yang orang betawi asli kali ye…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s