Monopoli Siaran Liga Inggris?

Olahraga yang namanya sepak bola selalu menjadi berita menarik. Tak pernah berhenti menjadi berita, mengundang kontroversi, dan lahan bisnis yang subur. Bayangkan pasar yang dapat diperoleh dari setengah jumlah penduduk Indonesia yang mungkin kini sudah mencapai sekitar 220 juta orang.

Pikiran bisnis inilah yang mungkin membuat Astro berani membeli hak siar liga Inggris untuk Indonesia dari ESPN dan Starsport. Pasalnya tak ada TV publik lokal, semula TV Trans 7 menyiarkannya, yang mampu membayar hak siar tersebut. Dan akibatnya sudah dipastikan penikmat liga Inggris yang tak berlangganan Astro tidak dapat menonton tayangan pada musim kompetisi 2007-2008.

Untuk saluran TV berlangganan lain yang semula menyiarkannya melalui ESPN dan Starsport belum mendapat kepastian dapat menyiarkan atau tidak.

Kesal sudah pasti. Lantas apa solusinya?

Saya mencoba menelpon Indovision hari ini menanyakan apakah akan menyiarkan ESPN dan Starsport untuk liga Inggris. Jawabannya tidak pasti, hanya sedang diusahakan. Soal ini tak sederhana. Jelas saat berlangganan Indovision saya memang mengharapkan dapat menonton liga Inggris melalui ESPN dan Starsport, tanpa harus menikmati lewat tv lokal yang padat dengan iklan dan komentar panjang, dan acap tak jelas. Kini apakah pasal kontrak sewa yang saya buat dapat batal karenanya?

Muncul pertanyaan di kepala saya:

1. Apakah Astro  memang memperoleh hak siar tersebut dengan cara tender yang fair?

2. Apakah boleh badan usaha asing (Astro) mengikuti tender bagi sebuah tayangan yang diperuntukkan bagi publik?

3. Apakah dengan hanya mempeboleh orang yang membayarnya yang dapat menikmati tayangan tersebut, dengan menggunakan saluran di Indonesia, tidak dapat dikatakan sebagai monopoli?

4. Apakah dengan mengacak saluran tv berlangganan lain yang menyiarkan ESPN dan Starsport juga bukan sebuah praktek monopoli?

Entahlah, yang jelas jika apa yang dilakukan oleh Astro mengarah pada monopoli, maka bisa saja publik sepakbola melakukan class action menuntutnya ke KPPU. Herannya kenapa komisi penyiaran indonesia masih diam, tidak memberikan fatwanya. Apakah takut dengan Riza Primadi sang direktur Astro yang pernah malang melintang di dunia media?

24 responses to “Monopoli Siaran Liga Inggris?

  1. Bulan puasa masih lama, eh saya malah disuruh puasa Liga Inggris, ga tau sampai kapan Lebaran-nya. Kesel juga sih, tapi bingung juga, bingung mau marah ke siapa, bingung mau nyalahin siapa. Gak ada Liga Inggris, ya.. malam minggu cuma bisa diem doang, apalagi saya udah jomblo bertahun-tahun demi nonton MU di tv. Tapi sekarang? paling cuma bisa nonton DVD bajakan di rumah. Tolong dong buat tv swasta siarkan liga Inggris buat kami-kami pecinta bola sejati. Kami masih kangen liat Rooney, Ronaldo, Tevesz, apalagi sekarang ada Nani dan Hargreaves. Tolong usahakan ya, soalnya kita cuma bisa berharap-harap cemas di rumah.

  2. Yah, hari ini EPL dimulai, dan Aku!!
    hanya bisa mengikuti dari livescore.com

  3. Ternyata ketakutan kita akan monopoli astro terhadap siaran liga inggris diindonesia benar benar terjadi. Gimana nich reaksi pemerintah ? seharusnya monopoli seperti ini harus ditanggapi serius… Mana nich tanggapan atau tindak lanjut pemerintah? taupun Komisi hak penyiaran indonesia ? apakah akan diam saja ? kita sebagai pecinta sepak bola liga inggris sangat dikecewakan……..

  4. mau gimana lagi, Satu hiburan paling menarik di dunia nggak bisa di lihat lagi…

  5. Menyedihkan. Sepakbola paling menarik di jagad ini akhirnya hilang dari layar kaca publik tanah air. Awalnya agak tenang setelah ada kabar Lativi dan ANTV mau beli hak siar EPL, ternyata baru isyue.

  6. hehehe tv indonesia keok. padahal jumlahnya tak sedikit.

    jangan sampai kalah di kandang sendiri dong.
    pemerintah sebagai regulator juga jangan tunduk gitu dong.

    ayo, bangkit. sajikan tampilan bermutu ke pemirsa di seantero tanah air.

  7. Wah…wah… yang pada kecewa ga bisa nonton pertandingan Liga Inggris musim ini dan dua musim yang akan datang, ga usah sedih. kalo mau berlangganan ASTRO, tinggal hubungi saya saja di nomor telepon 021-98710001/081314389589 khusus untuk wilayah Jakarta dan Surabaya. Biaya pasangnya hanya Rp. 200.000 dan selama 3 bulan pertama akan mendapatkan Gratis 2 paket (Arena-khusus sport, Cinema-khusus film). Jadi, nonton Bola bisa jalan terus dan keluarga pun terhibur dengan acara2 yang menarik persembahan dari Astro. Gimana, serukan?🙂

  8. Kalo saya pikir ada dua pihak (masyarakat Indonesia dan Sponsor utama EPL) yang dirugikan dengan hak siar seperti ini, dan yang diuntungkan cuma 1 (astro).

    Bagi Sponsor EPL, pemirsa Astro cuma sekian % dari pemirsa tv di indonesia, yang nonton EPL lebih kecil lagi.

    Bagi masyarakat “dipaksa” berlangganan astro, (ada unsur pembatasan akses dan menguntungkan satu perusahaan saja alias monopoli). Kondisi ini beda dengan hak siar SCTV untuk world cup yang lalu. krn SCTV tidak memaksakan berlangganan, semua orang bisa akses.

    visit http://forum-batam.blogspot.com (Potret & Opini)

  9. payah…………
    matrik soccer punya ESPN juga masalah
    rugi ….rugi………
    kecewa berat …….
    nyebelin banget ya?????????

  10. ah … brengsek bener tu astro…..
    anda tu egois…..
    brengsek tenan…..
    seharus kau tu menghibur masyarakat indonesia….
    bukannya mencekik leher rakyat kecil….
    dasaaaaaaaaarr……….

  11. Hidup Astro …,

    setidaknya membuat kita menjadi lebih cinta “produk dalam negeri” dengan aksi jungkir-balik, gedebak-gedebuk..asal sikat dan wasit benjol…!

    Oleeee’…..

  12. tayangan epl membuat aku lebih deket dengan keluarga. malam minggu & minggu malam praktis aku standby didepan tv. tapi sekarang kelabu . smoga aku nggak kembali ke jalan lagi u ngisi mak-lam mingguan. amin

  13. Aduh..bener-bener deh, udah wasit karate kita digebukin, trus TKI kita banyak yang babak belur eh, mau nonton bola aja harus jumpalitan bayar TV astro malaysia…aduh Ironis banget..di negara kita sendiri aja, kita mau nonton bola masih dijajah Malaysia……..IRONI BANGET

  14. Aduh..bener-bener deh, udah wasit karate kita digebukin, trus TKI kita banyak yang babak belur eh, mau nonton bola aja harus jumpalitan bayar TV astro malaysia…aduh Ironis banget..di negara kita sendiri aja, kita mau nonton bola masih dijajah Malaysia……..IRONIs BANGET

  15. Transaksi Pembelian Hak Siar Dunia untuk Semua Pertandingan Liga Utama Inggris (English Premier League/EPL)
    Sejarah Transaksi Hak Siar Pertandingan Sepakbola EPL

    Pertandingan antar-klub yang tergabung dalam Liga Utama Inggris (English Premier League, EPL) diberikan secara eksklusif ke BskyB (lembaga penyiaran berlangganan yang berkedudukan di Inggris) untuk penayangan seluruh Inggris Raya sejak tahun 1992.

    Era 1980-1990 adalah titik terendah dalam manajemen Liga Utama Inggris. Di saat yang sama, merger Sky TV (channel televisi milik Rupert Murdoch) dengan BSB (operator televisi berlangganan) yang berkedudukan di Inggris menjadi pintu masuk manajemen EPL (yaitu FA Premier League) ini untuk mempromosikan pertandingan sepakbola mereka melalui televisi satelit.

    EPL memulai kontrak dengan BSkyB (entitas merger Sky TV dengan BSB) di tahun 1992 untuk penayangan di Inggris dan negara-negara anggota Commonwealth (Australia, India, dll.). Secara random, BSkyB juga menyuplai berbagai entitas televisi di berbagai belahan dunia lain.

    Di lain pihak, hak siar di Amerika Serikat dipegang oleh ESPN (milik Disney 80% dan Hearst Communications 20%). Awal 1990an ESPN mulai merambah ke pasar Asia. Operator televisi satelit berlangganan yang dominan untuk pasar saat itu adalah Star TV (milik Rupert Murdoch). Star TV juga memiliki entitas saluran olahraga yang menayangkan EPL ke Asia. Masalah kemudian timbul selama beberapa waktu, yaitu tentang pembagian hak siar di Asia terjadi antara ESPN dan Star Sports di Asia. Akhirnya di tahun 1995 keduanya berkonsolidasi dan membentuk entitas baru berkedudukan di Singapura bernama ESS (ESPN Star Sports, atau lebih dikenal ESPN Star).

    Di pihak lain, operator televisi berlangganan Astro di Malaysia diluncurkan tahun 1996 berbarengan dengan diluncurkannya satelit komersial Malaysia pertama: MEASAT-1. Salah satu pemegang saham terbesar di dalam Astro dan Measat adalah Tatparanandam Ananda Krishnan, yang juga memiliki saham besar di telekomunikasi (Maxis) dan berbagai sektor lain di Malaysia dan regional ASEAN.
    Transaksi Hak Siar EPL Dunia, Asia, dan Indonesia
    1. Peta Transaksi Hak Siar EPL Sebelum Agustus 2006

    Tahun 1992 adalah titik pertama kali BSkyB ditunjuk sebagai pemegang hak siar eksklusif EPL. Mulai tahun itu hingga sebelum Agustus 2006, seluruh hak siar di Inggris dan seluruh dunia (hanya untuk medium televisi) dimonopoli oleh BSkyB.

    Selanjutnya, penyaluran untuk wilayah Asia diberikan BSkyB ke ESS (ESPN Star Sports) untuk pasar Asia, termasuk hak siar untuk televisi free-to-air seperti RCTI, Lativi, dan seterusnya. Sejak tahun 2003, hak siar di Indonesia dibeli oleh TV7 (sebelum berganti menjadi Trans 7). Selain itu, semua saluran ESPN dan Star Sports untuk kawasan Asia juga menyalurkan pertandingan sepakbola EPL. Saluran ini bisa dinikmati penonton Indonesia melalui bantuan operator berlangganan seperti Kabelvision, Indovision, IM2 dan Telkomvision.
    2. Peta Transaksi Hak Siar EPL Setelah Agustus 2006

    Setelah melalui investigas yang panjang dan melelahkan, di tahun 2005 Direktorat Jenderal Kompetisi (DG Competition) Uni Eropa mencapai satu kata sepakat dengan FA Premier League tentang no single buyer’ rule; bahwa hak siar tak boleh dimiliki oleh BSkyB, baik pasar penyiaran di Inggris ataupun negara-negara anggota Uni Eropa. Untuk itu, FA Premier League sebagai pemegang melakukan tender terbuka untuk kawasan Inggris Raya dan negara-negara Eropa.

    Terpilihlah Setanta Sports Group, sebuah operator televisi berlangganan kecil yang berkedudukan di Irlandia, suatu kawasan yang bukan wilayah layanan siaran BSkyB. Ditetapkan oleh FA Premier League bahwa BSkyB menguasai hak siar dunia kecuali Kanada dan Australia, dua negara yang diberikan hak siarnya ke Setanta.

    Memasuki musim tanding EPL, di tahun 2007 BSkyB (milik Rupert Murdoch) tetap menunjuk ESS (juga masih milik Rupert Murdoch) untuk menyalurkan siaran pertandingan sepakbola EPL di kawasan Asia, hanya untuk penyiaran. Untuk tahun ini juga, pertama kali dikenal hak intelektual lain seperti internet rights dan mobile rights yang dijual terpisah dari hak siar (broadcasting rights).

    Mengawali 2007, ESS kemudian melakukan tender terbuka untuk kalangan penyiaran free-to-air seperti biasa, business as usual. Hingga semester pertama tahun 2007, Trans 7 masih menayangkan EPL.

    Sebagai informasi tambahan, seperti biasa juga biaya pembelian hak siar ini membengkak setiap tahun. Tahun 1992, transaksi dari foreign rights (hak siar dari luar Inggris dan negara-negara Commonwealth) hanya sekitar £305 juta. Tahun 1996, hak siar dunia mencapai £670 juta. Target musim tanding 2007-2008 telah dipatok sejumlah £1,3 milyar!

    Sehingga di saat Trans 7 atau televisi free-to-air lain diberikan plafon terendah untuk membeli hak siar EPL di Indonesia, mereka mundur teratur. Transaksi tender akhirnya dimenangkan oleh Astro All Asia Networks, plc, sebuah badan investasi Malaysia yang memiliki saham di Astro Malaysia dan Astro Nusantara. Pelanggan Astro di regional 3 negara (Brunei, Malaysia, dan Indonesia) telah mencapai hampir 2 juta, mengingat di Malaysia sendiri telah mencapai 1,8 juta. Perhitungannya selanjutnya adalah ongkos per pelanggan (pelanggan yang sudah ada atau yang masih potensial) bisa menutupi angka yang diberikan ESS.

    Terakhir (dan menjadi catatan khusus), skema transaksi ini ditengarai keras sebagai hasil kerja seorang yang pernah bekerja 14 tahun di BSkyB (menjabat Head of Operations dan Station Manager), 4 tahun di Astro All Asia Netowrks (menjabat Chief Operating Officer/COO). Sebelum semua jabatan ini, ia juga jurnalis televisi di Inggris dan Australia. Ia kemudian bergabung dengan Star TV per tanggal 14 November 2006 hingga hari ini, sebagai President untuk platform bisnis Star TV. Satu motor transaksi global EPL (termasuk untuk Indonesia) ini bernama Mr David Butorac, warga negara Australia. Sebenarnya, orang Malaysia ataukah orang Australia yang jago menghajar Indonesia terus-terusan? Tetap orang Malaysia, mengapa? Adakah kita bisa mengambil pelajaran penting dari skema transaksi seperti ini?

  16. astro….. kamu kebangeten….. mati aja loooo…..
    aku doain lo bangkrut… mampus lo…..makan tu bolaaa………

  17. astro…. emang monopoli….
    pemerintah harus peduli dengan rakyat kecil
    yang biasanya nonton bareng di tv swasta
    tanpa bayar…
    sekarang disuruh bayar….
    bubarkan aja astro…
    gue doain cepat bangkrut…..

  18. astrooooooooooo sialan,dasar pki lo

  19. hamblek………..q kangen manu nieh

  20. Silahkan yang mau berlangganan astri”?” bisa mengubungi saya di 99650608; pemasangan dan aktifasi cepat, barang ready stock, bergaransi. Terima kasih:)

  21. Boleh, saya juga, mumpung brg sy blm hbs, bs menghubungi di 0818-893-088. Bergaransi pula, berpengalaman pemasangan di gedung dan perkantoran, maupun cafe-cafe. Kemarin Minggu MU – Chelsea 2 – 0 by Tevez & Saha, Chelsea 1st tanpa Mourinho, …keok lo. Viva Red Devils!!! ASTRO hidup penuh warna.

  22. alaaah payahhh loe semua.
    Ga ada liga inggris aja pada berontak.
    Mending u kerja/belajar dengan giat buat bahagian orang tersayang loe semua.
    Bola….;p Apasih bola itu…

  23. Astro ga mikir padahal banyak orang miskin di indonesia yang suka liga inggris, artinya yang miskin ga sanggup langganan ke astro buat nonton liga inggris, emang sih lativi di kasih hak siar buat nayangin EPL oleh astro, tapi yang siaran langsungnya astro ngasihnya ke lativi pertandingan yang cere-cere semua, ga ada yang big match, astro takut rugi kali ya! kalo ingin orang miskin ga berfikit jelek sama astro, coba sadar diri, kasih tuh siaran langsung yang big match. moga astro sadar, supaya ga disumpahin cepet bangkrut.

  24. buat doni : emangnya kita harus kerja/belajar terus, otak ga dikasih istrirahat, sekali-sekali hiburan penting biar ga defresi gara2 belajar n kerja, hidup itu perlu hiburan, kalo kita hobinya di bola,ya kita nonton bola. kalo lo ga ngarti bola atau ga hobi bola, ya ga usah komentar lah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s