Monthly Archives: Februari 2008

Suatu Ketika di Satu Gerai Kopi Tebet…

Suatu ketika, tepatnya 19 Februari 2008 lalu, sayang janji untuk ketemu seseorang, “di Star…… coffee Tebet saja, jam 16.00” ujarnya. Saya yang memang belum pernah datang ke gerai kopi tersebut lantas saja mengiyakan.

Tadinya saya membayangkan dapat duduk sore-sore, seraya mungkin “mencuci mata” dengan berbagai pemandangan yang “indah.” Namun yang saya hadapi ternyata lain. Tak seperti gerai kopi lain yang saya pernah kunjungi, sesekali mungkin ada beberapa artis yang muncul dalam tayangan gosip di TV, yang satu ini justru penuh dengan “pendekar-pendekar” politik yang sedang berdiskusi, berbincang, bercakap-cakap, melakukan lobby, merumuskan rencana, atau memang sekedar menghirup segelas kopi. Baca lebih lanjut

Lamongan…

Tanggal 12 Februari 2008 lalu saya mengunjungi Kabupaten Lamongan di Jawa Timur, satu hari saja.

Menarik, karena membuyarkan semua bayangan saya tentang kata “Lamongan.” Jujur saja, bayangan saya tentang “Lamongan” tak jauh dari warung-warung di seantero Jakarta yang menyediakan pecel lele dan selalu ditulis pada kain yang menjadi penutup warung: “Pecel Lele Lamongan.” Kalau tak salah lambang kabupaten yang terletak di Utara pulau Jawa ini juga dua ekor ikan lele yang sedang bergelut. 🙂 Baca lebih lanjut

Merokok Lebih Sehat Dari Fasisme!

smoking.jpgSurvey Forum Warga Jakarta dan Indonesian Tobacco Control Alliance, yang dilakukan sejak Agustus hingga September 2007 menunjukkan lebih dari 50 persen mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta telah melanggar peraturan Kawasan Dilarang Merokok. 59 persen pelaku pelanggaran mengetahui bahwa mal dan pusat perbelanjaan merupakan kawasan dilarang merokok. Namun mereka tetap merokok 🙂 karena 55 persen dari mereka tahu bahkan tidak ada aparat yang akan melarang mereka.

Lantas Koordinator FAKTA (Forum Warga Kota) Jakarta, Azas Tigor Nainggolan (Kompas 14 Februari 2008) mengatakan, bahwa hal tersebut menunjukkan ketidakseriusan dalam menerapkan Peraturan daerah Nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Sebagai perokok, walaupun bukan perokok berat, hanya bisa mengucapkan “Alhamdullillah” masih ada orang yang membangkang terhadap peraturan yang tidak “fair” tersebut. Baca lebih lanjut

Jakarta Banjir Lagi…..

Jakarta banjir….sudah menjadi cerita lama. Cerita usang yang selalu berulang setiap tahun. Toh tak ada yang berubah. Tak ada perluasan ruang resapan air yang berarti. Tak ada perbaikan kali banjir kanal yang sudah ada. Tak ada larangan pembangunan perumahan di muara sungai-sungai yang akan mengalir ke Teluk Jakarta.

Kerugian bisnis tercatat sekian milliar rupiah setiap tahun. Belum pula kerugian harta benda milik penduduk yang rusak terkena banjir, rumah kotor yang harus dibersihkan, bahkan nyawa yang harus melayang. Semuanya sia-sia, dan selalu berulang setiap tahun. Hanya menjadi wacana. Tak ada perbaikan. Tak ada pula tuntutan warga, yang dirugikan setiap tahun, kepada pemerintah yang seharusnya memberikan layanan yang baik. Baca lebih lanjut

Ayah Adalah Kepala Keluarga…

book.jpgAyah adalah kepala keluarga, yang dapat pula diartikan laki-laki lah yang menjadi kepala keluarga.

“Ajaran sesat” ini saya simak saat dua hari lalu, anak perempuan saya yang duduk di kelas dua sekolah dasar (SD), membacakan kutipan salah satu mata pelajarannya (saya lupa nama mata pelajaran tersebut, tetapi pastinya yang berkaitan dengan soal moral dan budi pekerti). Baca lebih lanjut