Jakarta Banjir Lagi…..

Jakarta banjir….sudah menjadi cerita lama. Cerita usang yang selalu berulang setiap tahun. Toh tak ada yang berubah. Tak ada perluasan ruang resapan air yang berarti. Tak ada perbaikan kali banjir kanal yang sudah ada. Tak ada larangan pembangunan perumahan di muara sungai-sungai yang akan mengalir ke Teluk Jakarta.

Kerugian bisnis tercatat sekian milliar rupiah setiap tahun. Belum pula kerugian harta benda milik penduduk yang rusak terkena banjir, rumah kotor yang harus dibersihkan, bahkan nyawa yang harus melayang. Semuanya sia-sia, dan selalu berulang setiap tahun. Hanya menjadi wacana. Tak ada perbaikan. Tak ada pula tuntutan warga, yang dirugikan setiap tahun, kepada pemerintah yang seharusnya memberikan layanan yang baik.

Tahun ini ditambah dengan penderitaan sekian ratus penumpang pesawat yang harus terlantar di Bandara Soekarno Hatta. Tak ada pesawat yang dapat terbang, tak ada juga kendaraan yang mau mengantar pulang melewati jalan tol Ir. Soedyatmo yang terkena banjir. Terperangkap di bandara. Mungkin jika ada ide di filmkan, seperti film “Terminal,” bisa jadi akan menerima piala Oscar, paling tidak nominasi lah (mungkin…!!!🙂 )  Sebagian pesawat terpaksa harus mendarat di lapangan udara Halim Perdana Kusuma.

Lantas muncul kembali ide untuk memperbaiki jalan ke arah Bandara. Membangun jalur kereta api. Cerita lama yang kembali menjadi wacana. tahun lalu pun sudah sempat menjadi perbincangan penting.

Ini yang menjadi tanda tanya besar. Kenapa selalu tertunda? Kenapa hanya selalu menjadi wacana?

Jakarta adalah ibukota negara. Pusat perputaran bisnis yang utama. Dapat dibayangkan berapa kerugian yang harus terjadi setiap tahun. Suruh saja orang pintar untuk menghitung, berapa perbandingan kerugian yang harus diderita setiap tahun akibat banjir, dan berapa ongkos yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki berbagai fasilitas yang dapat mencegah banjir.

Jawabannya adalah political will dan rasa tanggungjawab memberikan layanan yang terbaik bagi warganya. Toh sudah menjadi rahasia umum berapa besar APBD yang dimiliki DKI Jakarta. Yang dibutuhkan hanyalah skala prioritas. Seragam dan fasilitas bagi birokrasi atau pelayanan yang baik kepada warga. Ditambah pula posisi sebagai ibukota negara, yang membuat propinsi ini dapat memiliki akses tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Sekali lagi yang menjadi soal adalah, mau tidak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s