Another Kedai Kopi….

Ini cerita yang lain dari kedai kopi yang lain. Lebih bernunsa lokal dan menyediakan kopi-kopi lokal, seperti Gayo, Toraja, Bali, Jawa, Flores, hingga kopi Irian. Baru kali ini saya tau ada kopi yang berasal dari Flores dan Irian. Setahu saya tak ada perkebunan kopi disana. Atau mungkin saya yang tolol dan tak mengetahuinya, atau mungkin pula dari petani-petani kopi kecil.

Yang terpenting adalah rasa segar , pahit, sedikit masam, tatkala cairan hitam tersebut melewati lidah dan tenggorokan, serta harum segar khas tercium di hidung (untung saat itu tak lagi pilek). Lebih-lebih saat itu saya mencoba kopi Gayo arabica. Rasa yang tak kalah dengan kopi yang ada di beberapa gerai kopi import, yang menyediakan cappucino, moccacino, prapocino, mocca latte, ekpresso, atau yang lainnya. terus terang lidah saya lebih akrab dengan kopi lokal.

Saya pernah punya cita-cita memiliki kedai kopi, yang menyediakan berbagai jenis kopi lokal. Bayangkan saja, setiap daerah memiliki jenis kopi yang khas. Kecuali saya baru mengetahui ada yang dari Flores dan Irian. Ada kopi Sidikalang, kopi gayo, kopi Ulekareng, kopi dari Sumtera Barat, kopi Sumatera Selatan, kopi Lampung, Jawa, Bali, Toraja, Flores, Irian, dan mungkin lebih banyak yang lain. Ada beberapa jenis kopi yang berasal dari satu daerah. Indonesia adalah salah satu negara pengekspor kopi, mungkin terbesar setelah Brazil (mungkin ini pengetahuan dahulu saat saya masih SD).

Kopi sarat dengan sejarah dan tradisi. Mungkin ini juga yang membuat para pedagang Portugis, Belanda, Spanyol, atau Inggris berdatangan ke bumi Nusantara. Bukan hanya karena rempah-rempah. Kopi pernah menjadi komoditi utama masa Tanam Paksa dan Perkebunan Bebas di Hindia Belanda, walau konon pedagang-pedagang Arab lah yang memperkenalkan biji-biji kopi. Saya ingat di daerah saya, Bima, sebutan untuk kopi adalah Kahawa, yang mirip dengan kata Kah’wa. 

Tradisi menghirup kopi di kedai adalah tradisi yang cukup lama, terutama di daerah Aceh, Minangkabau, atau Medan. Kedai kopi menjadi tempat membicarakan politik atau bergosip. Hampir sama dengan yang terjadi saat ini. Hanya tempat dan jenis kopi yang berbeda. Maka jangan heran dan menyalahkan jika gerai-gerai kopi import menjamur dengan berbagai merk. Kita saja yang tak melihat peluang bisnis tersebut.

3 responses to “Another Kedai Kopi….

  1. terimakaih atas ceritanya

  2. Karena kita kurang mengahargai apa yang kita punya. Ayo bikin trainning ke pemilik warkop!

  3. apapun jenis kopinya,
    dari mana asalnya,
    mahal, murah, gratisan….

    haRUS, dan WAJIB dicampuR dengan crEamer, ato susu, plus gula…..🙂🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s