Polisi Kurang Ajar

Mungkin kekesalan dan kemarahan yang membuat saya bersemangat untuk menulis artikel ini cepat-cepat. berawal dari lalulintas yang macet di pagi hari, seperti biasa, mobil harus berpacu bersaing dengan puluhan pengendara motor yang meliuk kiri kanan bak seekor ular.

Rumah yang jauh dari kantor membuat saya harus bangun pagi-pagi, sehingga acapkali kesempatan didalam mobil dipergunakan untuk memejamkan mata, menghilangkan ngantuk. Soal terbangun sesekali karena supir yang merem menghindari mobil yang menyalip atau motor yang tiba-tiba melintas di depan mobil sudah biasa.

Namun tadi pagi, saya sontak terbangun karena supir saya terpaksa merem mendadak dan membunyikan klakson pemberi tanda kepada pengendara motor yang tiba-tiba menyalip dari arah “kiri.”  Bukan soal terbangun atau motor yang menyalip itu yang membuat saya kesal dan marah. Pengendara motor tersebut setelah melintas dan berada di depan mobil, tiba-tiba berpaling sebentar (dengan helm) dan mengacungkan jari tengah tangan kirinya ke arah saya. Sontak saya marah dan meminta supir saya untuk mengejar pengendara motor tersebut. Konyolnya saat saya melihat plat motor tersebut, ternyata sebuah plat motor dinas kepolisian.

Motor tersebut memang tak jadi terkejar, karena isteri saya meminta bersabar saja, terlebih ada mertua saya yang juga ikut didalam mobil. Namun saya tetap kesal dan hati saya tidak menerima. Masa seorang polisi yang memahami aturan lalu lintas tak tahu bahwa menyalip mendadak dari arah kiri dilarang. Lebih-lebih ia mengacungkan jari tengah. Jadi buat apa selama ini saya dan isteri saya membayar pajak kalau hanya untuk mengenyangkan seorang polisi kurang ajar dan bodoh seperti itu?

Apa karena status polisi membuat ia menjadi seorang raja jalanan?

3 responses to “Polisi Kurang Ajar

  1. Itulah cermin kualitas polisi kita.. serampangan, ugal-ugalan, suap-suapan, backing-backingan, dll.
    Khusus polisi lalu lintas, saat ini saya salut apa yang dilakukan oleh polda jatim beberapa bulan terakhir yang mengkampanyekan “anti suap” dan terbukti sampai saat ini pengendara yang melanggar lalin dan mencoba menyuap polisi langsung ditahan. Saya cuma berharap ini tidak hanya sekedar gerakan “hangat-hangat tahi ayam” karena citra polisi jadi taruhannya.

  2. saya juga banyak pengalaman pahit dengan polisi bang thamrin. Biasanya urusan tilang menilang dengan cari – cari alasan.
    Pernah tuh pas di Semarang saya naik sepeda motor, tak sengaja plat nomor belakang diseruduk kendaraan dari belakang, jadinya melengkung tuh plat.
    Saya jalan terus karena tak tahu, tiba-tiba diikutin polisi dari belakang dan ditilang dengan alasan saya memodifikasi plat nomer. busyyet..

  3. wah, saya juga pernah mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s