Monthly Archives: Juli 2008

KPU Tetapkan 34 Parpol Peserta Pemilu 2009

Kabar yang sudah banyak dinanti oleh mereka yang telah menggelontorkan uang mendirikan partai-partai baru, “begadang” semalam suntuk mempersiapkan administrasi yang akan diuji kelayakannya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terbayar sudah. Senin kemarin KPU telah meloloskan 18 partai politik baru untuk mengikuti pemilihan umum 2009 yang akan datang. Ditambah dengan partai-partai politik lama genaplah jumlah mereka menjadi 34 parpol.

Ke-18 parpol baru tersebut adalah Partai Kebangkitan Nasional Ulama (lolos di 25 provinsi), Partai Hanura (32), Partai Demokrasi Perjuangan (27), Partai Peduli Rakyat Nasional (33), Partai Indonesia Sejahtera (23), Partai Gerakan Indonesia Raya (31), Partai Pemuda Indonesia (25), Partai Matahari Bangsa (25), Partai Barisan Nasional (24), Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (25), Partai Kasih Demokrasi Indonesia (25), Partai Republik Nusantara (23), Partai Kedaulatan (23), Partai Patriot (23), Partai Karya Perjuangan (22), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (23), Partai Perjuangan Indonesia Baru (23), dan Partai Persatuan Daerah (22). Baca lebih lanjut

Hikmah Kenaikan BBM bagi PDI-P

Ditengah maraknya protes kenaikan harga BBM, Megawati Sukarnoputri ternyata menangguk keuntungan menambah popularitas. Popularitas Susilo Bambang Yudhoyono sendiri anjlok. Hal ini terungkap dari hasil survei terbaru yang dikeluarkan oleh lembaga survey Indo Barometer.

Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 33 propinsi untuk pertama kalinya popularitas SBY kalah dari tokoh lain. Ia menduduki peringkat kedua dibawah Mega, capres dari PDI-P.  Survei Indo Barometer ini berlangsung setelah pemerintah menaikkan harga BBM pada awal Mei lalu. Angka perolehan Mega mencapai 30,4%, sedangkan SBY merosot ke angka 20,7%.

Namun pemilihan umum dan pemilihan presiden masih cukup lama, masih tersisa sekitar 10 – 12 bulan. Kenaikan harga BBM memang memberikan pengaruh besar terhadap popularitas pemerintah. Tak hanya SBY. Sementara Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, jika capres dibatasi pada 10 nama dan dilaksanakan saat ini dengan perolehan seperti itu, Mega praktis naik jadi Presiden RI.

Sebagian isi tulisan ini dikutip dari situs  http://www.inilah.com/