Monthly Archives: Oktober 2008

Kebebasan Ekonomi

Kebebasan setiap individu dalam mengambil keputusan, yang berkaitan dengan harga yang ada didalam pasar, serta dikombinasikan dengan pengakuan terhadap hak kepemilikan pribadi adalah elemen-elemen kunci dari sistem yang dikenal dengan nama “pasar bebas.”

 

Demokrasi dan ekonomi pasar juga berkaitan erat dengan bagaimana memajukan nilai-nilai kebebasan dan tanggungjawab individu. Ide yang terandung didalam gagasan ini sangatlah sederhana: tidak ada tatanan ekonomi yang sedemikian manusiawi, bersifat ekonomis, dinamis, fleksibel, dan terbukti mampu menghadapi krisis dimana individu memiliki kebebasan memilih apa yang harus diproduksinya, kapan, dimana, dan bagaimana, serta kemudian memutuskan secara bebas bagaimana barang yang ia produksi didistribusikan. Tokoh pemikir liberal Jerman, Walter Eucken, menyebutnya ‘ekonomi pasar’ atau ‘tatanan kompetitif.’ Baca lebih lanjut

Ludwig Erhard

Ludwig Erhard adalah kanselir Jerman pada tahun 1963 – 1966 yang acapkali dihubungkan dengan upaya pemulihan perekonomian Jerman Barat setelah perang dunia.

 

Ia dilahirkan pada 4 Februari1897, di Fürth, sebuah kota di bagian Selatan Bavaria, Jerman. Ia meninggal pada 5 Mei 1977, di Bonn, Jerman.

 

Erhard sempat terjun berperang dalam perang dunia I, pulang dengan membawa luka yang cukup parah, yang  membuatnya memutuskan untuk meneruskan kuliahnya di bidang ekonomi dan sosiologi, yang ditekuninya hingga meraih doctor pada tahun 1925. Dari tahun 1928 hingga tahun 1942 ia bekerja pada sebuah lembaga yang melakukan survey pasar di Nuremberg, dimana ia kemudian membangun sebuah institusi yang danai oleh industri swasta.

 

Secara intelektual ia memikirkan tentang berbagai konsekuensi yang harus dihadapi oleh Jerman setelah kekalahan perang dunia II. Sejak tahun 1945 ia banyak dipengaruhi oleh Amerika, bekerja sebagai Menteri Ekonomi di Bavaria, dan kemudian di Frankfurt, terutama dalam melakukan reformasi mata uang.

  Baca lebih lanjut

Asian Beach Games dan RUU Pornografi

Asian Beach Games 2008, yang kini tengah berlangsung di Bali, cukup membuka mata kita, bahwa kita adalah masyarakat kepulauan, memiliki potensi laut yang luar biasa, termasuk olah raga kelautan. Tak kurang Menteri Pemuda dan Olah Raga ikut membenarkannya. Sudah lazim bagi kita, perlu ada gebrakan yang heboh, baru kita menyadarinya.

Taklah salah jika pesta olah raga yang baru pertama kali diadakan ini, konon akan menyaingi Winter Olimpic, diadakan di Bali. Masyarakat Bali adalah yang paling banyak menentang wacana RUU Pornografi, yang batal disahkan 28 oktober ini. Mereka menganggap RUU tersebut banyak bertentangan dengan budaya yang selama ini mereka miliki. Dalam pembukaan acara ABG 2008, lagi-lagi suguhan budaya Bali yang mendapat applaus luar biasa dari penonton yang hadir. Baca lebih lanjut