Kebebasan Ekonomi

Kebebasan setiap individu dalam mengambil keputusan, yang berkaitan dengan harga yang ada didalam pasar, serta dikombinasikan dengan pengakuan terhadap hak kepemilikan pribadi adalah elemen-elemen kunci dari sistem yang dikenal dengan nama “pasar bebas.”

 

Demokrasi dan ekonomi pasar juga berkaitan erat dengan bagaimana memajukan nilai-nilai kebebasan dan tanggungjawab individu. Ide yang terandung didalam gagasan ini sangatlah sederhana: tidak ada tatanan ekonomi yang sedemikian manusiawi, bersifat ekonomis, dinamis, fleksibel, dan terbukti mampu menghadapi krisis dimana individu memiliki kebebasan memilih apa yang harus diproduksinya, kapan, dimana, dan bagaimana, serta kemudian memutuskan secara bebas bagaimana barang yang ia produksi didistribusikan. Tokoh pemikir liberal Jerman, Walter Eucken, menyebutnya ‘ekonomi pasar’ atau ‘tatanan kompetitif.’

 

Ekonomi pasar yang diterapkan di Jerman, yang dikenal dengan sebutan ekonomi pasar sosial, tidak sama dengan kapitalisme laissez-faire mentah. Ia menempatkan peran negara yang kuat dalam membentuk dan menjamin aturan ekonomi pasar, yang disebut “ordnungspolitik” (kebijakan membentuk tatanan hukum bagi perekonomian), yang sama sekali tidak mencampuri mekanisme pasar itu sendiri namun melindungi kebebasan perjanjian (kontrak) dan hak-hak kepemilikan pribadi dari kesewenangan campur tangan pihak ketiga.

 

Bagi Ludwig Erhard, yang mempraktekan konsep ekonomi pasar sosial dalam perekonomian Jerman setelah perang dunia II, mekanisme tersebut dibangun semata untuk membuat pasar menjadi efisien. Dengan menciptakan kerangka bagi berfungsinya sistem ekonomi negara pun dapat mendorong terciptanya sebuah persaingan yang lebih baik tanpa harus terlibat didalam proses tersebut.

 

Inilah sebabnya mengapa ia mengajukan suatu legislasi anti-monopoli yang tidak memperbolehkan peserta pasar yang dominan untuk mengeksploitasi posisi tersebut untuk keuntungan pribadi dengan cara merugikan konsumen. Pikiran Erhard lebih dekat kepada pihak konsumen daripada pihak produsen. Meski demikian, ekonomi pasar sosial mengizinkan bargaining kolektif, baik oleh perwakilan buruh maupun pemilik modal.

 

5 responses to “Kebebasan Ekonomi

  1. Di tulisan ini menurutku, ada asumsi yang secara implisit menganggap bahwa lembaga negara dapat diharapkan menjamin bekerjanya pasar bebas. Padahal, apa yang terjadi saat ini adalah, tidak bekerjanya pasar sebenarnya disebabkan oleh keberadaan negara.
    Katakanlah seperti ini. Secara tidak langsung menganggap bahwa negara adalah suatu lembaga yang netral. Padahal hal ini tidak akan pernah terjadi. Apa yang akan terus selalu terjadi adalah. Pada perlindungan konsumen, maka agen yang menjalan negara—pemerintah—akan selalu menggunakan kepentingan politiknya untuk agar terkesan baik. Semisal mengenai kebijakan subsidi dsb. Disisi lain, pada pembelaan bagi produsen tertentu, maka negara dipastikan akan cenderung untuk pilih kasih dalam melindungi konglomerat-konglomerat kakap yang menjadi pendukung kepentingan politik pemerintah. Jadi menurut saya, negara tidak akan pernah dapat menjamin secara penuh bekerjanya pasar bebas. Dengan kata lain, negara sebenarnya adalah musuh pasar bebas. Makanya dalam konsep laissez-faire adalah istilah ‘pembatasan peran negara” karena negara rawan dan dipastikan akan dapat merusak pasar.
    Kalau mau contoh empiris untuk kasus-kasus di atas akan sangat banyak. Misalnya adalah politisasi politik beras ataupun kebijakan-kebijakan yang membela konglomerat seperti kasus BLBI. ..
    Salam

  2. ah, teori yang katanya biarkan aku sendiri itu,
    aku adalah multifungsi. “aku” tidak bisa kapitalis, sosialis, ekonomis, filosofis, psikologis, dan sebagainya.
    saya kemudian bertanya, dasar pikir, asumsi, dan pengandaian macam apa, yang menghadirkan teori itu?

  3. Dasarnya adalah akal manusia yang seharusnya tidak diperbudak oleh keterbudakannya sendiri. Alias menjadi raja untuk diri sendiri.

  4. Mas Giyanto, yang dimaksud dengan peran negara dalam artikel diatas adalah rule of law atau kebijakan bagi berfungsinya dan bekerjanya ekonomi pasar, atau ornungspolitik. negara sendiri tak boleh terlibat lebih jauh, atau menjadi pemain itu sendiri.

  5. Dengan kata lain anda mengasumsikan, seolah-olah pasar tidak akan bekerja tanpa negara?
    Sejauh yang saya tahu. Hampir seluruh kegiatan ekonomi kita dicecoki/dipegang oleh negara. Dari sistem moneter, pangan, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, perminyakan, per2dsb. Apakah di sini negara namanya tidak bermain di dalam pasar?
    Kemudian, dalam konsep pasar sosial bagaimana batasan antara pasar dan non pasar. Yang saya tahu, dalam pasar ada istilah sky is the limit. Yang artinya, transaksi beras tidak hanya terjadi di pasar beras, tapi juga di rumah, di jalan, di sawah, di kantor dsb. Artinya, dalam hal kegiatan ekonomi, hampir semua ranah adalah ‘pasar’. Jika BULOG menggelontorkan beras miskin ke perkampungan miskin. Apakah itu tidak disebut mencekcoki pasar?
    Saya kira, perjuangannya bukanlah membuat pasar itu adil atau tidak. Tapi menyingkirkan agen-agen yang membuat ketidak adilan—Seperti negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s