Akankah Kita Memasuki “Resesi Besar”

Banyak diantara kita yang akan berkomentar sinis terhadap International Monetary Fund (IMF) atau World Bank (WB), jika disinggung kedua nama lembaga tersebut. Namun kini, kesinisan tersebut bisa menjadi boomerang, jikalau kita mengabaikan peringatan yang dilontarkan oleh kedua lembaga tersebut.

Selasa lalu, 10 Maret 2009, seperti yang dikutip dari kantor berita AFP, Dominique Strauss-Kahn, kepala International Monetary Fund, dalam wawancaranya dengan televise Perancis, France 24, mengatakan bahwa ekonomi global akan terpuruk pada tahun ini (baca 2009), karena dunia tengah memasuki sebuah “Resesi Besar.” Ia mengatakan bahwa perekonomian semakin memburuk sejak bulan Januari, saat IMF masih memperkirakan pertumbuhan GDP dunia dapat berkisar pada angka 0.5 persen. Namun perkembangan berkata lain, dan berita yang diterima semakin buruk, sehingga ia beranggapan dunia kini tengah memasuki Resesi Besar.

Namun meskipun ia memperkirakan resesi akan berlangsung cukup lama, sedikit optimis diperkirakan, jika sesuai dengan yang telah diperhitungkan, pada tahun 2010 akan menjadi momentum kembalinya pertumbuhan.

Bank Dunia sendiri pada hari Minggu sebelumnya menyatakan bahwa ekonomi global akan terpuruk pada tahun ini, pertama kali sejak Perang Dunia ke II dan krisis keuangan global akan semakin mempersulit negara-negara berkembang dan negara miskin untuk mengakses keuangan yang mereka butuhkan.

Langkah Antisipasi Indonesia dan ASEAN

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia MS Hidayat memperkirakan kinerja ekspor pada 2009 akan turun 50%. Penurunannya terhitung drastis dibandingkan kondisi 2008 yang sudah turun 30%. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia selama Januari 2009 turun 17%. Dari data tersebut, tidak ada satu pun ekspor komoditas yang naik, demikian juga dengan negara tujuan.

Ekspor Januari hanya mencapai US$ 7,15 miliar, turun 17,70% (bulanan) dan 36,08% (tahunan). Ekspor non migas tercatat sebesar US$ 6,21 miliar, atau turun 16,67% secara bulanan dan tahunan turun 30,64%.

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekspor Indonesia akan berada dalam teritori negatif. Jika sebelumnya pemerintah menduga pertumbuhannya 0-5%, melihat perkembangan saat ini, perkiraaan angkanya adalah di bawah nol persen. Negara yang semula menjadi tujuan ekspor Indonesia ikut terkena imbas krisis dan mengurangi impor mereka. Oleh karena itu, Ketua Kadin MS Hidayat mengusulkan agar pemerintah membantu pengusaha dengan mengoptimalkan pasar dalam negeri, memperketat impor barang konsumsi kecuali modal dan bahan baku, dan mencari pasar baru. Menurutnya stimulus PPh 21 yang dikeluarkan oleh pemerintah akan meningkatkan daya beli pasar domestik.

Sementara Wakil Ketua Kadin Rachmat Gobel menambahkan, kebijakan dapat dilanjutkan dengan mengembangkan substitusi kebutuhan impor dan komponen di pasar domestic, dengan cara mendorong investasi di dalam negeri. Jika PPnBM dihapuskan dan harmonisasi tarif dibenahi, maka langkah ini akan semakin mendorong kgairahan pasar domestik.

Disamping itu Hidayat juga meminta agar Bank Indonesia dan perbankan nasional mau menurunkan suku bunga perbankan, karena meskipun suku bunga acuan (BI rate) telah turun, namun bunga perbankan masih tinggi. Menurutnya stimulus fiskal dan moneter sangat diperlukan. Namun, butuh waktu (untuk bisa memberikan dampak terhadap kegiatan perekonomian. Sementara trend ekonomi menunjukkan, semakin lambat respons terhadap stimulus, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan masuknya perekonomian ke dalam jurang resesi makin besar.

Para pemimpin ASEAN sendiri pada Minggu lalu, 1 Maret 2009 yang bertemu pada ASEAN Summit di Hua Hin, Thailand, telah menyerukan dilakukannya kebijakan terkoordinasi dan langkah bersama di tingkat regional dalam menghadapi krisis finansial global. Para pemimpin ASEAN tersebut menyambut baik peningkatan kebijakan makroekonomi, termasuk stimulus fiskal, pelonggaran kebijakan moneter, mempermudah akses kredit termasuk trade financing, dan langkah-langkah untuk mendukung sektor swasta.

Namun sayangnya ke 10 pemimpin negara-negara ASEAN tersebut tidak menjelaskan secara spesifik kebijakan atau langkah yang akan diambil di tingkat regional seperti yang disampaikan dalam pernyataan bersama itu. Para pemimpin ASEAN itu dalam pernyataan bersamanya juga menyetujui beberapa langkah seperti:

a. Menolak segala bentuk proteksionisme dan menolak untuk menerapkan atau meningkatkan hambatan dagang baru.
b. Mendesak segera mereformasi sistem keuangan internasional, dengan mempertimbangkan kepentingan negara-negara berkembang.
c. Mendesak dilakukannya langkah terkoordinasi oleh negara-negara maju dan negara berkembang untuk memulihkan stabilitas keuangan global.
d. Menyambut Asian Bond Markets Initiative Roadmap untuk memperkenalkan pendanaan infrastruktur regional.

Pertanyaan penting bagi Indonesia yang tengah menghadapi pemilihan umum 2009, akankah kesepakatan dan kebijakan-kebijakan, yang tengah dirintis oleh pemerintah, akan diteruskan oleh pemerintahan yang terpilih atau parlemen yang biasanya menjadi “oposisi” dari berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Tulisan ini dimuat pula di situs Kedai Kebebasan

One response to “Akankah Kita Memasuki “Resesi Besar”

  1. Ya..benar Mas Thamrin…saya rasa apa yang telah dilakukan oleh pemerintah qq menteri keuangan kita sudah pada jalurnya, khawatir juga bila setelah pemilu dan pemerintah berganti ya ?
    Walaupun Indonesia tidak dapat menghindari krisis global ini, tapi dari data-data yang dilihat, Indonesia masih termasuk yang masih dalam keadaan baik…😀

    ** Mbak, yang saya takutkan justru intervensi berlebihan yang mungkin dilakukan oleh pemerintah, serta desakan proteksi dan nasionalisme.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s