Category Archives: Kesehatan

Anak Sekolah dan Kemacetan

Soal kemacetan adalah soal klasik yang selalu muncul di Jakarta, dan belum mampu diatasi oleh berbagai “rezim” yang silih berganti memimpin Jakarta, ibukota Negara Republik Indonesia. Berbagai macam cara ditempuh sudah, dahulu ada yang dinamai Rapid Mass Trasportation, yang intinya mengatur jalur bis kota, dikenalkan pula bis sekolah dan bis universitas, yang tak banyak menolong, karena juga ikut mengangkut pekerja kantoran. Kutipan harga yang diperuntukkan bagi siswa sekolah maupun mahasiswa lebih murah dibanding harga tiket bis yang lain. Jika mengangkut pegawai kantoran atau pekerja yang lain, paling tidak ada kelebihan yang dapat dikantongi oleh supir dan kenek bis.

Tol dalam kota dan tol lingkar jakarta pun di bangun dengan semangat mengatasi kemacetan. Namun toh kenyataannya jalan tol, pada jam-jam tertentu justru lebih padat dibanding jalan umum biasa yang ada di kiri kanannya. Jalur bus way yang konon menjadi sebuah alternatif juga tak banyak membantu. Apalagi soal subway atau monorail. Mungkin masih harus menunggu 10-20 tahun lagi. Baca lebih lanjut

Another Kedai Kopi….

Ini cerita yang lain dari kedai kopi yang lain. Lebih bernunsa lokal dan menyediakan kopi-kopi lokal, seperti Gayo, Toraja, Bali, Jawa, Flores, hingga kopi Irian. Baru kali ini saya tau ada kopi yang berasal dari Flores dan Irian. Setahu saya tak ada perkebunan kopi disana. Atau mungkin saya yang tolol dan tak mengetahuinya, atau mungkin pula dari petani-petani kopi kecil.

Yang terpenting adalah rasa segar , pahit, sedikit masam, tatkala cairan hitam tersebut melewati lidah dan tenggorokan, serta harum segar khas tercium di hidung (untung saat itu tak lagi pilek). Lebih-lebih saat itu saya mencoba kopi Gayo arabica. Rasa yang tak kalah dengan kopi yang ada di beberapa gerai kopi import, yang menyediakan cappucino, moccacino, prapocino, mocca latte, ekpresso, atau yang lainnya. terus terang lidah saya lebih akrab dengan kopi lokal. Baca lebih lanjut

Lomba Video Amatir

new-fnf-logo.jpg 

Kompetisi Video Amatir 2008

Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia 

Latar Belakang:

Perjuangan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan adalah potret yang sehari-hari kita jumpai. Pedagang-pedagang kecil yang menghuni lahan-lahan kosong diberbagai pelosok kota adalah wajah perjuangan untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik. Kampung-kampung kumuh yang banyak bertebaran diperkotaan adalah wajah perjuangan ekonomi yang lain.  

Namun acapkali mereka harus tersingkir dari lahan usaha yang mereka huni sekian lama. Puluhan tahun menghuni lahan pemukiman atau usaha tak menjadi jaminan memperoleh hak kepemilikan atau pengakuan yang legal atas lahan tersebut, walaupun selama waktu tersebut mereka membayar pajak dan iuran atas lahan yang mereka pakai.  Kepastian hukum tak mereka dapatkan. Bayangkan jika status legal kepemilikan atas lahan hunian atau usaha tersebut didapat, mereka dapat memakainya untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan, misalnya. Paling tidak ada sebuah kepastian terhadap usaha yang mereka jalankan.  

Friedrich Naumann Stiftung Indonesia, dengan latarbelakang ini, mencoba membuat kompetisi pembuatan video amatir yang berdurasi pendek, yang merekam berbagai persoalan, terkait dengan hak kepemilikan (property right – secara fisik) dan kebebasan ekonomi ini.   Baca lebih lanjut

Nguing…..Nguing Bunyi Sirine

Ibarat gayung bersambut, kekecewaan dan kekesalan saya terhadap bunyi nguing-nguing sirine mobil dan motor pengawal para pejabat akhirnya menemukan “sedikit” titik terang.

Jum’at lalu, di harian Kompas, ada berita “Presiden: Tertibkan voorrijder dan sirene,” di halaman 26. Pada intinya SBY menegaskan bahwa sirene dan voorrijder hanya boleh untuk Presiden, Wakil Presiden, ambulans, tamu negara, dan pemadam kebakaran. jadi kalau ada pejabat sekelas menteri, dirjen, pengusaha kelas kakap, dll yang ingin menikmati “merdunya” bunyi sirene harus “masuk” ambulans dulu. Baca lebih lanjut

Minta Tolong…….

Sekian lama tidak mengisi blog, ehh….yang diisi adalah seperti ini 🙂

Mungkin ini perbuatan tidak sopan, namun apa boleh buat, ada yang bulat-bulat dan membuat bingung 😉

Konon cerita kantor saya sudah dua kali mengadakan pelatihan blog. Satu di Jakarta dan satunya lagi di Semarang, Jawa Tengah. Baru-baru ini. Menurut rencana pula, bulan mendatang ini kami akan mengadakan pelatihan yang sama (maaf belum dibuka untuk umum…..  🙂 ) dan sedang mencari tempat yang pas, dimana ada koneksi internet “ngacir” serta komputer tentunya, dan beberapa fasilitas pendukung pelatihan yang memadai. Tempat yang dahulu kami pakai “agaknya” tak begitu layak. Sempit…..

Mungkin ada yang memiliki referensi tempat. Oh ya, pelatihan kami rencanakan di Jakarta……

Swiss Bantu Korban Banjir di Kabupaten Tangerang

Beberapa hari tak mengisi tulisan di blog ini, eh…..malah ada beberapa tulisan yang dikirim oleh teman di Tangerang, Budi Usman. Tulisan-tulisan tersebut nyangkut di komentar. Tapi saya anggap bukan ‘spam’ dan ‘komentar.’  Saya tidak menghapusnya, karena pasti ada “tujuan” ia mengirim tulisan-tulisan tersebut kedalam blog saya.

Tulisan-tulisan tersebut sebenarnya artikel, walaupun ada beberapa yang dikutip dari media massa lain, mengenai Tangerang. Jadi saya alihkan saja menjadi artikel dalam blog. Bagi yang komentar bisa juga kunjungi blog beliau (Kang Budi) atau mengontaknya……

Silahkan membaca….

Baca lebih lanjut

Paska Banjir dan Hujan?

Terakhir menulis mengenai hujan dan banjir ternyata tak membantu banjir ide dan hujan tulisan yang saya buat di blog ini. Kenapa yah? 😉 Hujan yang seharusnya “menyuburkan” ternyata malah membuat gersang ide-ide yang ada di kepala.

Atau ikut prihatin dengan bencana bencana yang menimpa kawan-kawan yang ada di DKI Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, yang terkena banjir. Ada lho yang kehilangan segala harta milik berharga mereka, seperti televisi, kulkas, motor, dll. (bahkan mungkin ada yang masih kredit…..!!!)

Baca lebih lanjut