Category Archives: Sepakbola

Asian Beach Games dan RUU Pornografi

Asian Beach Games 2008, yang kini tengah berlangsung di Bali, cukup membuka mata kita, bahwa kita adalah masyarakat kepulauan, memiliki potensi laut yang luar biasa, termasuk olah raga kelautan. Tak kurang Menteri Pemuda dan Olah Raga ikut membenarkannya. Sudah lazim bagi kita, perlu ada gebrakan yang heboh, baru kita menyadarinya.

Taklah salah jika pesta olah raga yang baru pertama kali diadakan ini, konon akan menyaingi Winter Olimpic, diadakan di Bali. Masyarakat Bali adalah yang paling banyak menentang wacana RUU Pornografi, yang batal disahkan 28 oktober ini. Mereka menganggap RUU tersebut banyak bertentangan dengan budaya yang selama ini mereka miliki. Dalam pembukaan acara ABG 2008, lagi-lagi suguhan budaya Bali yang mendapat applaus luar biasa dari penonton yang hadir. Baca lebih lanjut

Iklan

Lomba Video Amatir

new-fnf-logo.jpg 

Kompetisi Video Amatir 2008

Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia 

Latar Belakang:

Perjuangan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan adalah potret yang sehari-hari kita jumpai. Pedagang-pedagang kecil yang menghuni lahan-lahan kosong diberbagai pelosok kota adalah wajah perjuangan untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik. Kampung-kampung kumuh yang banyak bertebaran diperkotaan adalah wajah perjuangan ekonomi yang lain.  

Namun acapkali mereka harus tersingkir dari lahan usaha yang mereka huni sekian lama. Puluhan tahun menghuni lahan pemukiman atau usaha tak menjadi jaminan memperoleh hak kepemilikan atau pengakuan yang legal atas lahan tersebut, walaupun selama waktu tersebut mereka membayar pajak dan iuran atas lahan yang mereka pakai.  Kepastian hukum tak mereka dapatkan. Bayangkan jika status legal kepemilikan atas lahan hunian atau usaha tersebut didapat, mereka dapat memakainya untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan, misalnya. Paling tidak ada sebuah kepastian terhadap usaha yang mereka jalankan.  

Friedrich Naumann Stiftung Indonesia, dengan latarbelakang ini, mencoba membuat kompetisi pembuatan video amatir yang berdurasi pendek, yang merekam berbagai persoalan, terkait dengan hak kepemilikan (property right – secara fisik) dan kebebasan ekonomi ini.   Baca lebih lanjut

Monopoli Siaran Liga Inggris?

Olahraga yang namanya sepak bola selalu menjadi berita menarik. Tak pernah berhenti menjadi berita, mengundang kontroversi, dan lahan bisnis yang subur. Bayangkan pasar yang dapat diperoleh dari setengah jumlah penduduk Indonesia yang mungkin kini sudah mencapai sekitar 220 juta orang.

Pikiran bisnis inilah yang mungkin membuat Astro berani membeli hak siar liga Inggris untuk Indonesia dari ESPN dan Starsport. Pasalnya tak ada TV publik lokal, semula TV Trans 7 menyiarkannya, yang mampu membayar hak siar tersebut. Dan akibatnya sudah dipastikan penikmat liga Inggris yang tak berlangganan Astro tidak dapat menonton tayangan pada musim kompetisi 2007-2008.

Untuk saluran TV berlangganan lain yang semula menyiarkannya melalui ESPN dan Starsport belum mendapat kepastian dapat menyiarkan atau tidak. Baca lebih lanjut

Indonesia Menang 1-0 atas Korea Selatan

Demam bola terus berlanjut, meski Indonesia kalah 0-1 melawan Arab Saudi. Semua sontak pratiotik, mendukung “merah putih.”  Bahkan rela mengantri tiket untuk pertandingan Indonesi vs. Korea Selatan sejak hari Senin lalu, 16 Juli 2007. Padahal pertandingan baru akan dilangsungkan hari ini.

Soal kalah dari Arab Saudi tak jadi soal. Wasit Uni Emirat Arab pun menjadi kambing hitam bersama-sama dengan AFC. Padahal kalau dipikir-pikir seharusnya PSSI sudah harus memprotesnya sebelum bola disepak…..Eh….ternyata mereka tetap harus menunggu presiden SBY dahulu yang harus melontarkan kritik.

Walhasil, wakil presiden Yusuf Kalla kembali “harus” datang menyambangi para pemain Indonesia yang sedang berlatih, menyiapkan diri untuk menghadapi Korea Selatan, minus Zaenal Arif yang dicoret dari daftar pemain karena tidak disiplin (salut untuk Ivan Kolev yang tegas).

Mungkin wakil presiden Yusuf  kalla ingin mengulang tuah pertemuannya dengan para pemain sebelum melawan Bahrain. Terbukti Indonesia menang 2-1. Namun apa pertemuan SBY dengan para pemain kurang “bertuah?”

Yang jelas presiden dan wakil presiden berjanji akan “nonton bareng” di Stadion Utama Senayan (yang akan memastikan tidak akan ada mati listrik)  😀  Bonus untuk para pemain pun sudah disiapkan jika menang melawan Korea Selatan.

Entah didorong oleh kayakinan dan analisa tajamnya sebagai seorang “saudagar” atau hanya sekedar “nasionalisme” yang menggelora, wakil presiden Yusuf Kalla memberikan ramalan Indonesia akan menang 1 – 0 atas Korea Selatan. (harian olahraga Top Skor, 18 Juli 2007, hlm 8) 

Semua pendukung tim Indonesia pasti berharap ramalan ini jitu dan Indonesia lolos ke 8 besar. Jika ini terjadi, kita mungkin akan mendapatkan popularitas SBY-Kalla yang “terdongkrak” kembali dalam survey Lembaga Survey Indonesia (LSI) mendatang.

Siapa bilang tidak bisa berpolitik dalam olah raga (sepak bola) ?

Mendadak Bola….

Heboh, hebat, hebring, edun….dan lain-lain ungkapan yang bisa kita ucapkan mungkin tak cukup menungkapkan euforia kemenangan kesebelasan (12 dengan penonton) Indonesia atas Bahrain. Dua lawan satu (2-1) untuk Indonesia. Dua gol dari Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas cukup sudah menyejukkan amarah penonton yang harus mengantri tiket sejak pagi hari, Selasa, 10 Juli lalu. Hitung-hitung pula hadiah ulang tahun perkawinan saya, yang jatuh tepat pada tanggal yang sama.  😀

Semula tak ada yang menyangka, kecuali pelatih Ivan Kolev yang jelas harus tetap optimis. Mungkin kedatangan wakil presiden Yusuf Kalla malam sebelumnya yang cukup menjadi pemicu semangat, atau janji bonus masing-masing sebesar Rp 50 juta jika mengalahkan Bahrain. Kemarin, presiden SBY yang justru secara mendadak menyempatkan diri berkunjung menemui timnas Indonesia dan memberikan semangat (mungkin dengan slogan “bersama kita bisa”  🙂  ), kembali sebelum Indonesia bertanding dengan satu kesebelasan dari Timur Tengah yang lain, Arab Saudi. Mungkin ia terinspirasi setelah bertemu dengan pesepakbola kesohor asal Perancis, Zidane, sehari sebelumnya. Mungkin dengan harapan yang sama, memicu semangat pemain untuk mengalahkan Arab Saudi. Yang jelas semuanya mendadak bola. Baca lebih lanjut

Kick Out Racism…

Rubrik olah raga adalah rangking pertama pilihan yang saya baca di setiap surat kabar. Lebih menggairahkan, rame, nggak bikin pusing, dan santai. Kecuali saat membaca olah raga Indonesia tentunya. 🙂

Sepakbola sudah barang tentu santapan berita pertama yang perlu disimak. Apalagi menyangkut liga Inggris. Namun saat Sabtu, 16 Juni 2007, kemarin membaca rubrik olahraga di harian Rakyat Merdeka, saya agak terganggu “sedikit.’ Ada satu artikel berjudul “Zionis Nyeberang ke Chelsea.” Isinya tentang perpindahan bek sentral Bolton Wanderers, Tal Ben Haim, ke Chelsea.

Terus terang saya muak membacanya. Apa tak ada judul lain yang bisa dipakai untuk menarik minat orang membaca? Apa sang penulis atau redaktur tak paham bahwa kata zionis memiliki arti yang lain dari menyebut orang Israel atau kata Yahudi. Ia adalah sebuah gerakan politik. Lantas apakah Tal Ben Haim punya tujuan politik mengembangkan Zionisme saat ia pindah ke Chelsea? Baca lebih lanjut

Kisah Sedih Dini Hari Kamis

Sudah cape begadang, siapkan minuman, kacang, dan bantal untuk bersandar, eehh…..kalah broer, skor 1-2 untuk AC Milan. Untung tak jadi nonton bareng di Jakarta.

Gemes…, sudah tentu, melihat “pippo” inzaghi tertawa senang menangkat dan mencium piala Champions. Apalagi membuka internet atau membaca koran satu hari sesudahnya, di rubrik olahraga penuh dengan photo kemenangan ac milan.

Namun apa daya “jagoan” saya kali ini keok. Banyak yang bilang, kekalahan akan jadi pelajaran untuk lebih baik, seperti milan 2 tahun lalu. Siapa tahu dengan kekalahan ini Liverpool segera membenahi team dengan pemain-pemain anyar dan hebat.

You’ll Never Walk Alone……