Tag Archives: Demokrasi

Lebih Cepat, Apakah lebih Baik?

Semua orang ingin lebih cepat. Mungkin lebih baik, mungkin pula bisa menjadi buruk. Walaupun dipastikan tak ada yang ingin menjadi buruk. Semuanya ingin menjadi lebih baik.

Namun tak jarang lebih cepat bisa berakibat buruk. Pepatah Jawa mengatakan „alon alon asal kelakon“ atau orang tua yang selalu mengingatkan kita untuk hari-hari dan tidak terburu-buru. Mengerjakan ujian tanpa teliti dan terburu-buru mengakibatkan kita cepat selesai namun keliru mengartikan pertanyaan. Dalam mengunyah makanan pun dokter mengajurkan untuk mengambil tempo agar enzim yang ada didalam mulut kita berkerja secara efektif. Terburu-buru, grasa-grusu adalah sifat yang dianggap tidak sopan. Baca lebih lanjut

Iklan

Situs-situs Baru Terkait Pemilu 2009

Sebuah situ baru yang memuat berbagai berita mengenai pemilihan umum 2009 siap untuk diluncurkan. Menurut salah satu pengelola situs, Enda Nasution, versi beta situs tersebut memang sudah dapat diakses oleh publik, meskupun belum secara resmi diluncurkan. Alamat situs tersebut adalah http://politikana.com/

Dalam situs politikana.com pengakses dapat melakukan registrasi dan login, sehingga dapat memposting berita dan opini, mempublikasikan photo, memberikan komentar, dan sebagainya. Namun untuk sekedar membaca pun dapat dilakukan. Situs tersebut, didalam iklannya mengatakan, sebagai sebuah tempat dimana pengakses dapat ikut bicara dan berbuat tentang “politik” dalam arti yang luas.

Satu hal yang menarik dari situs ini adalah beita-berita dan photo yang diposting cukup lucu, mengundang tawa, dan lain dari beita dan photo yang ada pada media mainstream.

Sebelumnya, Forum Politisi sudah lebih dahulu meluncurkan sebuah anak situs baru, yang khusus membahas mengenai pemilihan umum 2009. Di situ ini, para pengakses pun dapat memberikan komentar dan mengirimkan berita. Situs tersebut dapat diakses pada alamat: http://pemilu2009.forum-politisi.org/

(artikel ini dimuat pula dalam situs Kedai Kebebasan)

Partai-Partai Calon Peserta Pemilu 2009

Guna menjawab kedahagaan keingintahuan kita, siapa sih yang akan “bertarung” menarik simpati kita pada pemilu 2009, dibawah ini mungkin daftar sementara yang dapat ditampilkan.

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri masih akan melakukan klarifikasi  dan memberikan waktu bagi partai politik untuk memperbaiki syarat administrasi selama tujuh hari. Apabila tidak lolos verifikasi administrasi, maka partai tentunya tidak bisa mengikuti verifikasi faktual.

 

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan KPU, verifikasi administrasi dimulai pada tanggal 10 April sampai 30 Mei 2008. Sedangkan verifikasi faktual diadakan pada tanggal 3 Juni sampai 2 Juli 2008. Menurut rencana, KPU akan menetapkan partai peserta pemilu 2009 pada tanggal 5 Juli 2008. Baca lebih lanjut

Politik, Totem, dan Demokrasi

Pemilihan umum 2009 sudah tinggal selangkah lagi. Undang-undang sedang disiapkan, peraturan sedang digodok, dan partai-partai baru pun banyak bermunculan. Aktor boleh lama, tapi kendaraan bisa baru….(seperti penyelundupan mobil mewah saja..  🙂 ). Calon-calon presiden pun sudah ramai dibicarakan.

Yang menjadi perhatian saya bukan soal siapa yang menjadi calon, apa yang menjadi program partai, atau apa yang menjadi warna bendera partai-partai tersebut. Toh tak ada wajah calon yang baru, hampir sama dengan calon-calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum 2004. Program yang jelas pun jarang dijumpai ada pada partai-partai tersebut, baik yang lama maupun baru. Soal warna partai, kalau tidak merah, biru, kuning, yang hijau, walau mungkin akhir-akhir, aad pula yang mencoba dengan warna ungu maupun oranye. Baca lebih lanjut

Lomba Video Amatir

new-fnf-logo.jpg 

Kompetisi Video Amatir 2008

Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia 

Latar Belakang:

Perjuangan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan adalah potret yang sehari-hari kita jumpai. Pedagang-pedagang kecil yang menghuni lahan-lahan kosong diberbagai pelosok kota adalah wajah perjuangan untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik. Kampung-kampung kumuh yang banyak bertebaran diperkotaan adalah wajah perjuangan ekonomi yang lain.  

Namun acapkali mereka harus tersingkir dari lahan usaha yang mereka huni sekian lama. Puluhan tahun menghuni lahan pemukiman atau usaha tak menjadi jaminan memperoleh hak kepemilikan atau pengakuan yang legal atas lahan tersebut, walaupun selama waktu tersebut mereka membayar pajak dan iuran atas lahan yang mereka pakai.  Kepastian hukum tak mereka dapatkan. Bayangkan jika status legal kepemilikan atas lahan hunian atau usaha tersebut didapat, mereka dapat memakainya untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan, misalnya. Paling tidak ada sebuah kepastian terhadap usaha yang mereka jalankan.  

Friedrich Naumann Stiftung Indonesia, dengan latarbelakang ini, mencoba membuat kompetisi pembuatan video amatir yang berdurasi pendek, yang merekam berbagai persoalan, terkait dengan hak kepemilikan (property right – secara fisik) dan kebebasan ekonomi ini.   Baca lebih lanjut

Suatu Ketika di Satu Gerai Kopi Tebet…

Suatu ketika, tepatnya 19 Februari 2008 lalu, sayang janji untuk ketemu seseorang, “di Star…… coffee Tebet saja, jam 16.00” ujarnya. Saya yang memang belum pernah datang ke gerai kopi tersebut lantas saja mengiyakan.

Tadinya saya membayangkan dapat duduk sore-sore, seraya mungkin “mencuci mata” dengan berbagai pemandangan yang “indah.” Namun yang saya hadapi ternyata lain. Tak seperti gerai kopi lain yang saya pernah kunjungi, sesekali mungkin ada beberapa artis yang muncul dalam tayangan gosip di TV, yang satu ini justru penuh dengan “pendekar-pendekar” politik yang sedang berdiskusi, berbincang, bercakap-cakap, melakukan lobby, merumuskan rencana, atau memang sekedar menghirup segelas kopi. Baca lebih lanjut

Merokok Lebih Sehat Dari Fasisme!

smoking.jpgSurvey Forum Warga Jakarta dan Indonesian Tobacco Control Alliance, yang dilakukan sejak Agustus hingga September 2007 menunjukkan lebih dari 50 persen mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta telah melanggar peraturan Kawasan Dilarang Merokok. 59 persen pelaku pelanggaran mengetahui bahwa mal dan pusat perbelanjaan merupakan kawasan dilarang merokok. Namun mereka tetap merokok 🙂 karena 55 persen dari mereka tahu bahkan tidak ada aparat yang akan melarang mereka.

Lantas Koordinator FAKTA (Forum Warga Kota) Jakarta, Azas Tigor Nainggolan (Kompas 14 Februari 2008) mengatakan, bahwa hal tersebut menunjukkan ketidakseriusan dalam menerapkan Peraturan daerah Nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Sebagai perokok, walaupun bukan perokok berat, hanya bisa mengucapkan “Alhamdullillah” masih ada orang yang membangkang terhadap peraturan yang tidak “fair” tersebut. Baca lebih lanjut