Tag Archives: Film

Tentang Pluralisme..

Menulis di 1 April? Jangan-jangan isi tulisan hanya dianggap sebagai April fools. Ditambah dengan kebosanan melihat sekian bayak artikel tentang Fitna yang memenuhi “wordpress,” lengkaplah sudah…

Tak banyak yang menarik. Termasuk satu terbitan yang baru saya terima, Konstelasi, tentang pluralisme dan salah satunya membahas mengenai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pluralisme. Lagi-lagi pembahasan yang tak perlu. Sama tidak perlunya dengan pembahasan film produksi Belanda tadi. Jelas diproduksi oleh seseorang yang tak memahami pluralisme, walau dengan embel-embel kebebasan berekspresi, eh…masih kita bahas, kita buat resensinya, dan kita maki-maki. Bahkan kita demo pula kedutaan Belanda yang tidak ada hubungannya sama sekali. Kenapa telur yang kita lempar tersebut tak kita goreng saja untuk mengganjal perut yang lapar….mubazirr.

Iklan

Lomba Video Amatir

new-fnf-logo.jpg 

Kompetisi Video Amatir 2008

Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia 

Latar Belakang:

Perjuangan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan adalah potret yang sehari-hari kita jumpai. Pedagang-pedagang kecil yang menghuni lahan-lahan kosong diberbagai pelosok kota adalah wajah perjuangan untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik. Kampung-kampung kumuh yang banyak bertebaran diperkotaan adalah wajah perjuangan ekonomi yang lain.  

Namun acapkali mereka harus tersingkir dari lahan usaha yang mereka huni sekian lama. Puluhan tahun menghuni lahan pemukiman atau usaha tak menjadi jaminan memperoleh hak kepemilikan atau pengakuan yang legal atas lahan tersebut, walaupun selama waktu tersebut mereka membayar pajak dan iuran atas lahan yang mereka pakai.  Kepastian hukum tak mereka dapatkan. Bayangkan jika status legal kepemilikan atas lahan hunian atau usaha tersebut didapat, mereka dapat memakainya untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan, misalnya. Paling tidak ada sebuah kepastian terhadap usaha yang mereka jalankan.  

Friedrich Naumann Stiftung Indonesia, dengan latarbelakang ini, mencoba membuat kompetisi pembuatan video amatir yang berdurasi pendek, yang merekam berbagai persoalan, terkait dengan hak kepemilikan (property right – secara fisik) dan kebebasan ekonomi ini.   Baca lebih lanjut

Di Wonosobo Kita Bertemu…..

Seorang kawan blogger wordpress baru-baru ini menulis cerita tentang saya

… Duh senangnya. 🙂 dan ndak ngira….

Saya memang belum lama ini bertemu dengan Mas Tajib di Wonosobo, tak terduga, tak terencana, dan tak mengira bahwa kawan berdiskusi saya di meja makan sebuah hotel tempat saya mengadakan pelatihan bagi kepala desa tersebut adalah Mas Murtajib.

Mungkin lebih baik demikian. Jika tidak mungkin kita akan bercakap tentang yang lain, tentang blogging, tentang wordpress, atau tentang isu yang sedang berkecamuk di dunia blogger wordpress. Dan akhirnya kita berbincang tentang desa…..

Saya memang melakukan suatu kerja di Wonosobo. Jarang saya tulis di blog ini. Lebih banyak saya buat untuk Kedai Kebebasan. Maklum laporan ke kantor harus didahulukan. namun insya Allah cerita menarik, di luar yang resmi-resmi, suatu saat saya sempatkan terekam pula di blog ini.

Kampret…..dan Kita…..

Pret….kampret….. kampret, ada kampret di terbang melayang. Kata makian kadang terdengar nyaring…..”kampret loe….!!!” Tak ada yang memaki dengan “Elang loe!” atau “Garuda loe!” Kampret menjadi binatang malam yang malang dan selalu dikucilkan.

Lantas, apa salahnya dengan kampret. Kalong, kelelawar, kampret, dan segalanya yang sejenis kadang ada pula manfaatnya, meyebarkan benih tetumbuhan dan menghijaukan hutan rimba. Kotorannya dapat menjadi pupuk yang bermanfaat. Meski dalam banyak film-film yang kita tonton, jenis binatang terbang malam ini kadang identik dengan keseraman. Apalagi mengacu pada jenis mereka yang lebih besar, Vampire. Baca lebih lanjut

Minta Tolong…….

Sekian lama tidak mengisi blog, ehh….yang diisi adalah seperti ini 🙂

Mungkin ini perbuatan tidak sopan, namun apa boleh buat, ada yang bulat-bulat dan membuat bingung 😉

Konon cerita kantor saya sudah dua kali mengadakan pelatihan blog. Satu di Jakarta dan satunya lagi di Semarang, Jawa Tengah. Baru-baru ini. Menurut rencana pula, bulan mendatang ini kami akan mengadakan pelatihan yang sama (maaf belum dibuka untuk umum…..  🙂 ) dan sedang mencari tempat yang pas, dimana ada koneksi internet “ngacir” serta komputer tentunya, dan beberapa fasilitas pendukung pelatihan yang memadai. Tempat yang dahulu kami pakai “agaknya” tak begitu layak. Sempit…..

Mungkin ada yang memiliki referensi tempat. Oh ya, pelatihan kami rencanakan di Jakarta……

Mati Listrik di Sentul

Semalam listrik di Sentul, kini namanya Sentul City dan bukan Bukit Sentul lagi, sempat mati tiga atau empat kali. Mengesalkan.

Sebelumnya daerah Sentul memang diguyur hujan yang cukup lebat. Dan ini terjadi sejak tiga atau empat hari lalu. Namun kesalnya listrik yang byar pret semalam terjadi justru lebih banyak setelah hujan reda. Dimulai sekitar tengah malam.

Baca lebih lanjut

Hari Keempat Tahun 2007

Tak mudah ternyata memasuki tahun yang baru. Masih penuh dengan kegamangan, mencari-cari bentuk yang tentunya harus berbeda dengan tahun 2006. Atau mungkin karena belum memiliki agenda baru 😦 sehingga membuat pengaturan jadwal dan agenda kerja yang berantakan. Mungkin ada yang mau menyumbang? 😉 Karena terus terang harga-harga agenda tahunan semakin hari semakin mahal. Gratisan lebih menjadi pilihan.

Saya pun harus meminta maaf dan meralat tautan yang saya buat pada tulisan lalu “Selamat Tahun Baru 2007,” tentang kecelakaan pesawat Adam Air pada tanggal 1 Januari 2007. Ternyata belum ditemukan keberadaannya. Tidak seperti kutipan yang saya buat dengan referensi pada Media Indonesia Online dan situs CNN.

Baca lebih lanjut