Tag Archives: Islam

Kekerasan…….

Orang tua, nenek atau kakek kita acap bercerita bahwa nenek moyang kita adalah bangsa yang peramah dan senang bergotong royong. Itu pula yang kita dapati didalam pelajaran-pelajaran sekolah, tentang keramah-tamahan nenek moyang kita, sebagai bangsa dari Timur. Bahkan ada kawan-kawan semasa kuliah yang meplesetkannya, memberi kesimpulan bahwa karena keramah-tamahan inilah yang membuat bangsa kita terjajah oleh Belanda.

Mereka yang semula hanya berniat berdagang kemudian diberi ijin untuk membuka loji, sebagai kantor agen perdagangan, dan lambat laun memperluas daerah kekuasaannya, memungut pajak dan menentukan birokrasi pemerintahan. Toh nenek moyang kita tetap menyambutnya dengan ramah tamah, bahkan menganggap mereka sebagai saudara. Sama halnya saat kita menyambut “saudara tua” dari arah matahari terbit, yang dianggap membawa kemakmuran dan kenaikan martabat sebagai bangsa Asia. Baca lebih lanjut

Iklan

Lomba Video Amatir

new-fnf-logo.jpg 

Kompetisi Video Amatir 2008

Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia 

Latar Belakang:

Perjuangan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan adalah potret yang sehari-hari kita jumpai. Pedagang-pedagang kecil yang menghuni lahan-lahan kosong diberbagai pelosok kota adalah wajah perjuangan untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik. Kampung-kampung kumuh yang banyak bertebaran diperkotaan adalah wajah perjuangan ekonomi yang lain.  

Namun acapkali mereka harus tersingkir dari lahan usaha yang mereka huni sekian lama. Puluhan tahun menghuni lahan pemukiman atau usaha tak menjadi jaminan memperoleh hak kepemilikan atau pengakuan yang legal atas lahan tersebut, walaupun selama waktu tersebut mereka membayar pajak dan iuran atas lahan yang mereka pakai.  Kepastian hukum tak mereka dapatkan. Bayangkan jika status legal kepemilikan atas lahan hunian atau usaha tersebut didapat, mereka dapat memakainya untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan, misalnya. Paling tidak ada sebuah kepastian terhadap usaha yang mereka jalankan.  

Friedrich Naumann Stiftung Indonesia, dengan latarbelakang ini, mencoba membuat kompetisi pembuatan video amatir yang berdurasi pendek, yang merekam berbagai persoalan, terkait dengan hak kepemilikan (property right – secara fisik) dan kebebasan ekonomi ini.   Baca lebih lanjut

Monopoli Urusan Ibadah

Kerajaan Arab Saudi rupanya nggak mau ketinggal dari Uni Eropa. Walaupun jauh dan tak mungkin juga masuk kriteria negara yang akan dilamar menjadi anggota Uni Eropa, banyak pelanggaran HAM-nya, toh negara kerajaan ini mengikuti jejak mengancam akan melarang pesawat-pesawat Garuda melintas dan mendarat di daratan mereka. Memang masih rencana, tapi siapa tahu terjadi?

Larangan terbang pesawat-pesawat Indonesia ke wilayah Uni Eropa mungkin “tak terlalu” berakibat buruk (karena memang tidak ada rute yang kesana  🙂 ). Kita masih bisa menggunakan pesawat-pesawat negara tetangga kita Malaysia, Singapura, maupun Thailand, yang nyatanya lebih memberikan layanan terbaik.

Namun dengan Arab Saudi lain ceritanya.  Urusan dengan Arab Saudi berkaitan dengan urusan ibadah dan pekerjaan. Selama ini pesawat-pesawat Garuda lah yang hilir mudik mengakut jemaah Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji maupun umroh dan menjadi tenaga kerja disana. Rute ke Arab Saudi menjadi rute gemuk Garuda, yang melayani paling tidak delapan penerbangan dalam seminggu. Baca lebih lanjut

Kick Out Racism…

Rubrik olah raga adalah rangking pertama pilihan yang saya baca di setiap surat kabar. Lebih menggairahkan, rame, nggak bikin pusing, dan santai. Kecuali saat membaca olah raga Indonesia tentunya. 🙂

Sepakbola sudah barang tentu santapan berita pertama yang perlu disimak. Apalagi menyangkut liga Inggris. Namun saat Sabtu, 16 Juni 2007, kemarin membaca rubrik olahraga di harian Rakyat Merdeka, saya agak terganggu “sedikit.’ Ada satu artikel berjudul “Zionis Nyeberang ke Chelsea.” Isinya tentang perpindahan bek sentral Bolton Wanderers, Tal Ben Haim, ke Chelsea.

Terus terang saya muak membacanya. Apa tak ada judul lain yang bisa dipakai untuk menarik minat orang membaca? Apa sang penulis atau redaktur tak paham bahwa kata zionis memiliki arti yang lain dari menyebut orang Israel atau kata Yahudi. Ia adalah sebuah gerakan politik. Lantas apakah Tal Ben Haim punya tujuan politik mengembangkan Zionisme saat ia pindah ke Chelsea? Baca lebih lanjut

Kampret…..dan Kita…..

Pret….kampret….. kampret, ada kampret di terbang melayang. Kata makian kadang terdengar nyaring…..”kampret loe….!!!” Tak ada yang memaki dengan “Elang loe!” atau “Garuda loe!” Kampret menjadi binatang malam yang malang dan selalu dikucilkan.

Lantas, apa salahnya dengan kampret. Kalong, kelelawar, kampret, dan segalanya yang sejenis kadang ada pula manfaatnya, meyebarkan benih tetumbuhan dan menghijaukan hutan rimba. Kotorannya dapat menjadi pupuk yang bermanfaat. Meski dalam banyak film-film yang kita tonton, jenis binatang terbang malam ini kadang identik dengan keseraman. Apalagi mengacu pada jenis mereka yang lebih besar, Vampire. Baca lebih lanjut

Minta Tolong…….

Sekian lama tidak mengisi blog, ehh….yang diisi adalah seperti ini 🙂

Mungkin ini perbuatan tidak sopan, namun apa boleh buat, ada yang bulat-bulat dan membuat bingung 😉

Konon cerita kantor saya sudah dua kali mengadakan pelatihan blog. Satu di Jakarta dan satunya lagi di Semarang, Jawa Tengah. Baru-baru ini. Menurut rencana pula, bulan mendatang ini kami akan mengadakan pelatihan yang sama (maaf belum dibuka untuk umum…..  🙂 ) dan sedang mencari tempat yang pas, dimana ada koneksi internet “ngacir” serta komputer tentunya, dan beberapa fasilitas pendukung pelatihan yang memadai. Tempat yang dahulu kami pakai “agaknya” tak begitu layak. Sempit…..

Mungkin ada yang memiliki referensi tempat. Oh ya, pelatihan kami rencanakan di Jakarta……

Seandainya Saya…..

IstanaKini zamannya orang bisa berkhayal, mumpung tindakan ini belum masuk dalam larangan untuk dilakukan atau masuk dalam kategori rahasia negara yang harus dijaga tidak bocor. Berkhayal pun dapat dilakukan diruang publik maupun privat. Maka jadilah saya sesekali ingin berandai-andai. Biar keren saya ingin berandai-andai menjadi presiden…..

Baca lebih lanjut