Tag Archives: Korupsi

Dan KPK Akhirnya Diusir Komisi III DPR RI

Hari ini, 31 Januari 2011, adalah rapat kerja antara Komisi III DPR RI dan KPK yang telah dijadwalkan sejak lama. Namun menjadi lain karena imbas penangkapan 19 tersangka kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur BI Miranda Gultom.

Entah karena solidaritas atau bukan, banyak diantara tersangka tersebut yang dahulunya anggota Komisi III, rapat kerja tersebut diwarnai “penghakiman” pimpinan KPK oleh agggota DPR RI.

Suasana tersebut sudah diperkirakan sejak awal. penangkapan 19 tersangka korupsi tersebut dianggap tebang pilih…(mungkin yang dimau adalah dibabat semua…hehehe.) Nuansa “balas dendam” sudah tercium sebelum rapat dimulai.

Munculnya Bibit & Chandra Hamzah yang kasusnya baru asja dideponering membuat anggota DPR semakin kalap. Mereka mengusir Bibit & Chandra keluar dari ruang rapat.

Saya tidak tahu apakah sikap tersebut memang layak ditunjukan oleh para anggota DPR RI, yang notabene tidal lebih tinggi statusnya dari para pimpinan KPK tersebut, meski mereka memang harus disetujui oleh DPR. Sikap yang konyol saya kira.

Satu hal yang para anggota DPR lupa adalah membiarkan proses hukum untuk berjalan terlebih dahulu. Kebiasaan intervensi seperti ini sering dilakukan DPR. Suatu hal yang memalukan.

Hal lain yang mereka lupa adalah, gaji yang mereka terima setiap bulan adalah buah dari jerih payah keringat rakyat yang dibayar melalui pajak. Seharusnya kepentingan rakyat didahulukan daripada sikap “setia kawan.”

Iklan

Pajak dan Warganegara

Bulan Maret lalu mungkin menjadi bulan yang tidak menyenangkan bagi sebagian besar diantara kita. Sunset policy, pengampunan bagi wajib pajak yang baru mendaftar berakhir, sudah harus berakhir dan daftar kekayaan pun harus disetor kepada pemerintah, lewat dinas Pajak pada 31 Maret 2009 lalu.

Pada akhir 2007, jumlah wajib pajak terdaftar baru 5,3 juta orang. Namun, hanya dalam tempo 14 bulan, yakni pada pertengahan Februari 2009, jumlah wajib pajak terdaftar melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 12,1 juta orang. Pendapatan negara pun meningkat. Pada 2007, penerimaan negara dari sektor pajak baru mencapai Rp491 triliun. Setahun kemudian, penerimaan negara dari pajak naik signifikan sebesar 32% menjadi Rp658,7 triliun. Rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto juga naik, dari 12,4% pada 2007 menjadi 14,1% pada 2008. Baca lebih lanjut

Masih Perlukan Melakukan Reformasi Birokrasi?

Korupsi ibarat rayap, yang secara tekun dan terencana, menggerogoti sendi-sendi penunjang laju pertumbuhan dan perkembangan suatu negara, yaitu birokrasi. Upaya yang dilakukan oleh pemeintah, melalui Komisi Pemberantasan Korupsi, paling tidak mulai menunjukkan hasil. Secara perlahan kasus-kasus dan temuan baru diungkapkan, walau masih menyimpan banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Ada yang mengatakan bahwa maraknya kasus korupsi yang bermunculan menandakan semakin parahnya korupsi di negeri ini. Namun kita pun bisa mengambil sisi positif dari fenomena tersebut. Mungkin tak separah dahulu, alias sama saja, hanya saja dahulu, di masa Soeharto, tak banyak kasus yang terungkap. Baca lebih lanjut

Korupsi dan Bulan Puasa

Komisi Pemberantasan Korupsi kian bersinar, demikian kata orang. Satu per satu kasus korupsi di negeri ini di kupas, walaupun mungkin belum tuntas. Satu dua tersangka sudah masuk kerangkeng, beberapa yang terindikasikan sebagai tersangka masih bebas berkeliaran, ribuan lainnya muali ketar-ketir menunggu giliran.

Mudah-mudahan tak hanya sesaat dan menjelang pemilihan umum 2009 saja. Banyak yang menduga berbagai pengungkap kasus-kasus korupsi yang kini tengah digarap KPK, hanyalah upaya mengangkap pamor Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saja, dan memukul saingan politiknya.

Kasus anggota DPR dari PDI-P Agus Tjondro kini merembet pada anggota-anggota DPR lain yang diduga menerima sekitar 400 lembar cek. KPK masih ditunggu untuk tetap bersemangat melanjuti kasus tersebut, tak lantas menjadi loyo karena bulan puasa. KPK seharusnya menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai bulan pengungkapan kasus. Bulan yang penuh berkah dan rahmat ini seharusnya dipakai KPK untuk menanyai orang-orang yang diduga menerima suap atau korupsi, mumpung mereka tidak boleh bohong. Jika bohong batal kan puasanya.

KPK seharusnya menjadikan bulan ini sebagai momentum, karena banyak tersangka kasus korupsi yang acap menjadikan moral sebagai tameng terhadap kasus-kasus mereka. Berpura-pura menjadi alim, memlihara jenggot, dan memakai baju koko. Sekalian saja ditanyakan di bulan suci ini. Jika mereka berbohong, tak hanya KPK atau negara yang mereka tipu tetapi juga Allah.  Jika perlu gelar persidangan hingga waktu Sahur..  🙂

Lomba Video Amatir

new-fnf-logo.jpg 

Kompetisi Video Amatir 2008

Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia 

Latar Belakang:

Perjuangan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan adalah potret yang sehari-hari kita jumpai. Pedagang-pedagang kecil yang menghuni lahan-lahan kosong diberbagai pelosok kota adalah wajah perjuangan untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik. Kampung-kampung kumuh yang banyak bertebaran diperkotaan adalah wajah perjuangan ekonomi yang lain.  

Namun acapkali mereka harus tersingkir dari lahan usaha yang mereka huni sekian lama. Puluhan tahun menghuni lahan pemukiman atau usaha tak menjadi jaminan memperoleh hak kepemilikan atau pengakuan yang legal atas lahan tersebut, walaupun selama waktu tersebut mereka membayar pajak dan iuran atas lahan yang mereka pakai.  Kepastian hukum tak mereka dapatkan. Bayangkan jika status legal kepemilikan atas lahan hunian atau usaha tersebut didapat, mereka dapat memakainya untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan, misalnya. Paling tidak ada sebuah kepastian terhadap usaha yang mereka jalankan.  

Friedrich Naumann Stiftung Indonesia, dengan latarbelakang ini, mencoba membuat kompetisi pembuatan video amatir yang berdurasi pendek, yang merekam berbagai persoalan, terkait dengan hak kepemilikan (property right – secara fisik) dan kebebasan ekonomi ini.   Baca lebih lanjut

Monopoli Urusan Ibadah

Kerajaan Arab Saudi rupanya nggak mau ketinggal dari Uni Eropa. Walaupun jauh dan tak mungkin juga masuk kriteria negara yang akan dilamar menjadi anggota Uni Eropa, banyak pelanggaran HAM-nya, toh negara kerajaan ini mengikuti jejak mengancam akan melarang pesawat-pesawat Garuda melintas dan mendarat di daratan mereka. Memang masih rencana, tapi siapa tahu terjadi?

Larangan terbang pesawat-pesawat Indonesia ke wilayah Uni Eropa mungkin “tak terlalu” berakibat buruk (karena memang tidak ada rute yang kesana  🙂 ). Kita masih bisa menggunakan pesawat-pesawat negara tetangga kita Malaysia, Singapura, maupun Thailand, yang nyatanya lebih memberikan layanan terbaik.

Namun dengan Arab Saudi lain ceritanya.  Urusan dengan Arab Saudi berkaitan dengan urusan ibadah dan pekerjaan. Selama ini pesawat-pesawat Garuda lah yang hilir mudik mengakut jemaah Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji maupun umroh dan menjadi tenaga kerja disana. Rute ke Arab Saudi menjadi rute gemuk Garuda, yang melayani paling tidak delapan penerbangan dalam seminggu. Baca lebih lanjut

Mendadak Bola….

Heboh, hebat, hebring, edun….dan lain-lain ungkapan yang bisa kita ucapkan mungkin tak cukup menungkapkan euforia kemenangan kesebelasan (12 dengan penonton) Indonesia atas Bahrain. Dua lawan satu (2-1) untuk Indonesia. Dua gol dari Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas cukup sudah menyejukkan amarah penonton yang harus mengantri tiket sejak pagi hari, Selasa, 10 Juli lalu. Hitung-hitung pula hadiah ulang tahun perkawinan saya, yang jatuh tepat pada tanggal yang sama.  😀

Semula tak ada yang menyangka, kecuali pelatih Ivan Kolev yang jelas harus tetap optimis. Mungkin kedatangan wakil presiden Yusuf Kalla malam sebelumnya yang cukup menjadi pemicu semangat, atau janji bonus masing-masing sebesar Rp 50 juta jika mengalahkan Bahrain. Kemarin, presiden SBY yang justru secara mendadak menyempatkan diri berkunjung menemui timnas Indonesia dan memberikan semangat (mungkin dengan slogan “bersama kita bisa”  🙂  ), kembali sebelum Indonesia bertanding dengan satu kesebelasan dari Timur Tengah yang lain, Arab Saudi. Mungkin ia terinspirasi setelah bertemu dengan pesepakbola kesohor asal Perancis, Zidane, sehari sebelumnya. Mungkin dengan harapan yang sama, memicu semangat pemain untuk mengalahkan Arab Saudi. Yang jelas semuanya mendadak bola. Baca lebih lanjut