Tag Archives: Partai

Harga BBM Turun Lagi: Politik atau Bukan?

Politisi Indonesia memang paling pandai berkelit, mencari berbagai alasan mmperkuat argumen. “Komoditi” yang paling laku dipakai adalah BBM, karena konon menyangkut hajat hidup orang banyak.

Karena itu tatkala harga BBM melambung tinggi (menurut Iwan Fals akan membuat ….”susu tak terbeli”), ramai kritik dilontarkan saat pemerintah tak tertahankan harus menaikkan harga BBM dan mencabut subsidi yang membebani APBN. Tak memperhatikan nasib rakyat katanya. Rakyat haruslah tetap mendapatkan harga BBM murah untuk dibakar habis.

Namun toh saat pemerintah menurunkan harga BBM, karena harga minyak dunia yang turun, kritik yang kembali dilontarkan adalah “komoditi politik.” Mungkin karena tiga kali penurunana yang dilakukan menjelang pemilihan umum. Baca lebih lanjut

Politik, Totem, dan Demokrasi

Pemilihan umum 2009 sudah tinggal selangkah lagi. Undang-undang sedang disiapkan, peraturan sedang digodok, dan partai-partai baru pun banyak bermunculan. Aktor boleh lama, tapi kendaraan bisa baru….(seperti penyelundupan mobil mewah saja..  🙂 ). Calon-calon presiden pun sudah ramai dibicarakan.

Yang menjadi perhatian saya bukan soal siapa yang menjadi calon, apa yang menjadi program partai, atau apa yang menjadi warna bendera partai-partai tersebut. Toh tak ada wajah calon yang baru, hampir sama dengan calon-calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum 2004. Program yang jelas pun jarang dijumpai ada pada partai-partai tersebut, baik yang lama maupun baru. Soal warna partai, kalau tidak merah, biru, kuning, yang hijau, walau mungkin akhir-akhir, aad pula yang mencoba dengan warna ungu maupun oranye. Baca lebih lanjut

Partai TKI dan PRT

Tulisan ini sebenarnya muncul dari plang reklame nama sebuah cafe, yang menawarkan ice cream, dan saya anggap lucu, House Mate. Entah ingin memplesetkan sebutan “house made” atau memang memaksudkan “teman serumah,” (kita berbagai memakai satu rumah dengan orang lain), seperti kita sering memakai istilah “room mate”  untuk teman satu kamar kita. 

Pembicaraan kemudian terpeleset menjadi “house maid,” yang kalau dibaca mungkin terdengar mirip-mirip dengan ketika kita membaca “hause mate,” (dengan Inggris kampung tentunya…  🙂 ).

Lantas saya berfikir yang lain. Mendekati pemilihan umum 2009 nanti kok belum ada yang memikirkan mengenai partai untuk “house maid” yah…(entah TKI, TKW, atau PRT). Mungkin saya yang salah dan sudah ada partai yang sedikit menyentuh persoalan TKI, tapi mungkin tak ada salahnya menggagas membentuk sebuah partai yang memang memperjuangkan nasib TKI dan PRT. Kita sebut saja Partai TKI-PRT (cukup panjang juga yah…) Baca lebih lanjut