Upaya Pemda DKI Jakarta menertibkan parkir-parkir liar mungkin patut diacungkan jempol. Pengerekan, pemasangan rantai besi dan denda yang dikenakan kepada para pengemudi yang memarkirkan mobilnya “secara liar” merupakan pelajaran yang seharusnya tak mengenal kompromi.
Bukan rahasia lagi kalau banyak lahan parkir liar yang menjadi “jatah” hasil kongkalingkong aparat birokrasi dan preman. Paling tidak dengan adanya “gerakan’ baru (tapi niatnya sudah lama) ini, ada sekian milliar pendapatan asli daerah yang terselamatkan. Keep reading →
Categories: Berita · Hukum
yang berkaitan: Jakarta, Lahan Usaha, Parkir, Pejalan Kaki, Perda, Selatan, Senopati, Trotoar, Walikota
Pemilihan umum 2009 sudah tinggal selangkah lagi. Undang-undang sedang disiapkan, peraturan sedang digodok, dan partai-partai baru pun banyak bermunculan. Aktor boleh lama, tapi kendaraan bisa baru….(seperti penyelundupan mobil mewah saja..
). Calon-calon presiden pun sudah ramai dibicarakan.
Yang menjadi perhatian saya bukan soal siapa yang menjadi calon, apa yang menjadi program partai, atau apa yang menjadi warna bendera partai-partai tersebut. Toh tak ada wajah calon yang baru, hampir sama dengan calon-calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum 2004. Program yang jelas pun jarang dijumpai ada pada partai-partai tersebut, baik yang lama maupun baru. Soal warna partai, kalau tidak merah, biru, kuning, yang hijau, walau mungkin akhir-akhir, aad pula yang mencoba dengan warna ungu maupun oranye. Keep reading →
Categories: Berita
yang berkaitan: Demokrasi, Partai, pemilu 2004, Pemilu 2009, simbol, totem
Setiap hari di Jakarta kita pasti mengeluh soal jalan yang macet dan rusak. Sudah tak terhitung berapa goresan yang ada di mobil, motor, atau bahkan jiwa yang melayang karena ruang sempit atau kerusakan jalan umum yang kita lalui. Alternatifnya, tak lain dengan menempuh jalan tol dalam kota atau tol lingkar Jakarta.
Itupun jika tidak macet pula. Tapi paling tidak kerusakan jalan tak separah yang ada di jalan-jalan umum di kiri kanan tol tersebut. Keep reading →
Categories: Berita
yang berkaitan: Bogor, Cilandak, Citos, Jagorawi, Jakarta, jalan, macet, tata kota, tol
Mungkin kekesalan dan kemarahan yang membuat saya bersemangat untuk menulis artikel ini cepat-cepat. berawal dari lalulintas yang macet di pagi hari, seperti biasa, mobil harus berpacu bersaing dengan puluhan pengendara motor yang meliuk kiri kanan bak seekor ular.
Rumah yang jauh dari kantor membuat saya harus bangun pagi-pagi, sehingga acapkali kesempatan didalam mobil dipergunakan untuk memejamkan mata, menghilangkan ngantuk. Soal terbangun sesekali karena supir yang merem menghindari mobil yang menyalip atau motor yang tiba-tiba melintas di depan mobil sudah biasa. Keep reading →
Categories: Berita · Hukum
yang berkaitan: lalu lintas, macet, mobil, motor, pajak, polisi, raja
Ternyata hari ini Hari Kartini. Tepatnya 21 April 2008, dan memang biasanya setiap tanggal ini diperingati sebagai hari kelahiran R.A. Kartini, tokoh asal Jepara yang dianggap melakukan pembaharuan terhadap nasib perempuan.
Saya baru ingat kembali akan peringatan tersebut saat melihat serombongan siswa sekolah dasar, yang ada di dekat kantor, berpawai keliling, semarak dengan tepukan alat musik rebana, dan pakaian adat daerah-daerah yang ada di Indonesia yang mereka kenakan.
Saya benar-benar lupa, walaupun tadi pagi sempat mendengar cuplikan berita yang dibacakan oleh seorang penyiar di televisi, tentang Hari Kartini. Lagi pula anak saya yang duduk di bangku sekolah dasar kok hari ini hanya mengenakan pakaian biasa, seperti layaknya setiap Senin pagi, pakaian olahraga. Tak ada yang menunjukkan adanya perayaan Hari Kartini. Atau karena anak saya bersekolah di dalam cakupan wilayah Jawa Barat. Dengan kontens lokal yang dijadikan rujukan untuk menunjukkan kearifan lokal, mungkin saja (mudah-mudahan tidak) di Jawa Barat tokoh perempuan pejuang yang diperingati bukan R.A. Kartini melainkan Dewi Sartika.
Keep reading →
Categories: Berita · Pejuang Kebebasan
yang berkaitan: Dewi Sartika, Indonesia, Jepara, kartini, Parlemen, Pemilu 2009, Pendidikan, perempuan, tokoh
Tulisan ini sebenarnya muncul dari plang reklame nama sebuah cafe, yang menawarkan ice cream, dan saya anggap lucu, House Mate. Entah ingin memplesetkan sebutan “house made” atau memang memaksudkan “teman serumah,” (kita berbagai memakai satu rumah dengan orang lain), seperti kita sering memakai istilah “room mate” untuk teman satu kamar kita.
Pembicaraan kemudian terpeleset menjadi “house maid,” yang kalau dibaca mungkin terdengar mirip-mirip dengan ketika kita membaca “hause mate,” (dengan Inggris kampung tentunya…
).
Lantas saya berfikir yang lain. Mendekati pemilihan umum 2009 nanti kok belum ada yang memikirkan mengenai partai untuk “house maid” yah…(entah TKI, TKW, atau PRT). Mungkin saya yang salah dan sudah ada partai yang sedikit menyentuh persoalan TKI, tapi mungkin tak ada salahnya menggagas membentuk sebuah partai yang memang memperjuangkan nasib TKI dan PRT. Kita sebut saja Partai TKI-PRT (cukup panjang juga yah…) Keep reading →
Categories: Berita · Buruh Migran · Ekonomi · Kemiskinan · PRT · TKI
yang berkaitan: CSO, LSM, mimpi, NGO, Partai, Pemilu 2009, Politik, PRT, strategi politik, TKI
Menulis di 1 April? Jangan-jangan isi tulisan hanya dianggap sebagai April fools. Ditambah dengan kebosanan melihat sekian bayak artikel tentang Fitna yang memenuhi “wordpress,” lengkaplah sudah…
Tak banyak yang menarik. Termasuk satu terbitan yang baru saya terima, Konstelasi, tentang pluralisme dan salah satunya membahas mengenai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pluralisme. Lagi-lagi pembahasan yang tak perlu. Sama tidak perlunya dengan pembahasan film produksi Belanda tadi. Jelas diproduksi oleh seseorang yang tak memahami pluralisme, walau dengan embel-embel kebebasan berekspresi, eh…masih kita bahas, kita buat resensinya, dan kita maki-maki. Bahkan kita demo pula kedutaan Belanda yang tidak ada hubungannya sama sekali. Kenapa telur yang kita lempar tersebut tak kita goreng saja untuk mengganjal perut yang lapar….mubazirr.
Categories: Berita · Gosip
yang berkaitan: Film, fitna, PKS, pluralisme, telur
Sudah dengar rencana pemerintah untuk menerbitkan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik? Yang ini mungkin lebih serius daripada sekedar membicarakan soal pornografi, walaupun ada beberapa pasal yang berkaitan dengan susila, namun esensi dari undang-undang ini lebih dasyat….kembali mulur mengkeret dan dapat diartikan sepihak….
Bisa mengancam blogger? Bisa mengancam kebebasan menulis?
Kenapa tak membahasnya secara terbuka. Pada pertemuan blogger yang lalu kalau tidak salah Menteri Informatika telah memberikan jaminan kebebasan dalam dunia bloging?
Categories: Berita · Blogging · Hukum
yang berkaitan: bloging, elektronik, informasi, kebebasan, undang-undang
Sepertinya isu pornografi kembali naik daun. Paling tidak dari rencana, yang konon dilontarkan oleh Bapak Wapres, di bulan April nanti pemerintah akan mengambil tindakan tegas tehadap situs-situs porno. Mudah-mudahan bukan karena isu photo “berani” dari artis yang sedang “naik daun” Sandra Dewi atau yang baru-baru saja merebak, photo seorang model, Aline Tumbuan.
Soal asli atau tidak biarlah menjadi urusan Roy Suryo, namun memang banyak blog yang memuat berita tersebut, entah dengan photo yang dibuat buram, photo setengahnya saja, atau hanya sekedar link ke situs-situs yang memasang gambar tersebut.
Maka terkesanlah sangat ramai di dunia internet. Padahal mungkin hanya link belaka atau berita saja. Tidak ada porno-pornonya sama sekali. Hanya saja klik untuk artikel-artikel tersebut memang ribuan, yang disertai puluah komentar. Terkadang dengan tag keren; sex, porno, Sandra Dewi, Aline, dll. Belum lagi ditambah dengan berita pencekalan Dewi Persik di Tanggerang yang dengan embel-embel berpenampilan porno. Keep reading →
Categories: Berita · Blogging · Ekonomi · Gosip · Hukum
yang berkaitan: blog, dewi persik, internet, Kemiskinan, keterbukaan, miskin, negara, Pendidikan, porno, situs, tanggerang
Ini cerita yang lain dari kedai kopi yang lain. Lebih bernunsa lokal dan menyediakan kopi-kopi lokal, seperti Gayo, Toraja, Bali, Jawa, Flores, hingga kopi Irian. Baru kali ini saya tau ada kopi yang berasal dari Flores dan Irian. Setahu saya tak ada perkebunan kopi disana. Atau mungkin saya yang tolol dan tak mengetahuinya, atau mungkin pula dari petani-petani kopi kecil.
Yang terpenting adalah rasa segar , pahit, sedikit masam, tatkala cairan hitam tersebut melewati lidah dan tenggorokan, serta harum segar khas tercium di hidung (untung saat itu tak lagi pilek). Lebih-lebih saat itu saya mencoba kopi Gayo arabica. Rasa yang tak kalah dengan kopi yang ada di beberapa gerai kopi import, yang menyediakan cappucino, moccacino, prapocino, mocca latte, ekpresso, atau yang lainnya. terus terang lidah saya lebih akrab dengan kopi lokal. Keep reading →
Categories: Berita · Ekonomi · Kesehatan · kopi
yang berkaitan: Bali, cafe, Ekonomi, Flores, Gayo, impor, Irian, Java, kopi, Toraja
Kalau mau kurus jangan bingung cari-cari jamu atau obat mujarab yang bisa menurunkan berat badan, atau kalau ingin berpartisipasi ikut program pengurangan kepadatan penduduk, datang saja ke Jakarta. Dijamin kurus dan mungkin pula ko’it, karena asik bergoyang di jalan rusak.
Geol kiri-kanan, bikin perut tegang dan membentuk pinggang menjadi padat. Kadang kita juga bisa belajar salto, lompat dari sepeda motor, yang acap pula membuat kita meluncur ke kolong bis yang ikut bergoyang, tergerus…. (Aih……pemerintah tak usah susah payah bikin program Keluarga Berencana, biarkan saja jalan bopeng, berlubang, dijamin satu hari ada satu orang yang kena celaka). Keep reading →
Categories: Berita
yang berkaitan: Berita, Birokrasi, Ekonomi, Layanan Umum, Politik, Uneg-uneg
Kompetisi Video Amatir 2008
Friedrich Naumann Stiftung - Indonesia
Latar Belakang:
Perjuangan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan adalah potret yang sehari-hari kita jumpai. Pedagang-pedagang kecil yang menghuni lahan-lahan kosong diberbagai pelosok kota adalah wajah perjuangan untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik. Kampung-kampung kumuh yang banyak bertebaran diperkotaan adalah wajah perjuangan ekonomi yang lain.
Namun acapkali mereka harus tersingkir dari lahan usaha yang mereka huni sekian lama. Puluhan tahun menghuni lahan pemukiman atau usaha tak menjadi jaminan memperoleh hak kepemilikan atau pengakuan yang legal atas lahan tersebut, walaupun selama waktu tersebut mereka membayar pajak dan iuran atas lahan yang mereka pakai. Kepastian hukum tak mereka dapatkan. Bayangkan jika status legal kepemilikan atas lahan hunian atau usaha tersebut didapat, mereka dapat memakainya untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan, misalnya. Paling tidak ada sebuah kepastian terhadap usaha yang mereka jalankan.
Friedrich Naumann Stiftung Indonesia, dengan latarbelakang ini, mencoba membuat kompetisi pembuatan video amatir yang berdurasi pendek, yang merekam berbagai persoalan, terkait dengan hak kepemilikan (property right - secara fisik) dan kebebasan ekonomi ini. Keep reading →
Categories: Berita · Buruh Migran · Hukum · Ideologi · Kemiskinan · Kesehatan · Liverpool · Musik · Parlemen · Pejuang Kebebasan · Pemilu 2009 · Sepakbola · Ulasan Buku
yang berkaitan: Berita, Birokrasi, Demokrasi, Ekonomi, Film, Islam, Korupsi, Layanan Umum, Liberal, Pendidikan, Politik, Uneg-uneg