Tag Archives: Layanan Umum

Jalan Rusak…

Kalau mau kurus jangan bingung cari-cari jamu atau obat mujarab yang bisa menurunkan berat badan, atau kalau ingin berpartisipasi ikut program pengurangan kepadatan penduduk, datang saja ke Jakarta. Dijamin kurus dan mungkin pula ko’it, karena asik bergoyang di jalan rusak.

Geol kiri-kanan, bikin perut tegang dan membentuk pinggang menjadi padat. Kadang kita juga bisa belajar salto, lompat dari sepeda motor, yang acap pula membuat kita meluncur ke kolong bis yang ikut bergoyang, tergerus…. (Aih……pemerintah tak usah susah payah bikin program Keluarga Berencana, biarkan saja jalan bopeng, berlubang, dijamin satu hari ada satu orang yang kena celaka). Baca lebih lanjut

Iklan

Lomba Video Amatir

new-fnf-logo.jpg 

Kompetisi Video Amatir 2008

Friedrich Naumann Stiftung – Indonesia 

Latar Belakang:

Perjuangan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan adalah potret yang sehari-hari kita jumpai. Pedagang-pedagang kecil yang menghuni lahan-lahan kosong diberbagai pelosok kota adalah wajah perjuangan untuk mencapai tingkat kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik. Kampung-kampung kumuh yang banyak bertebaran diperkotaan adalah wajah perjuangan ekonomi yang lain.  

Namun acapkali mereka harus tersingkir dari lahan usaha yang mereka huni sekian lama. Puluhan tahun menghuni lahan pemukiman atau usaha tak menjadi jaminan memperoleh hak kepemilikan atau pengakuan yang legal atas lahan tersebut, walaupun selama waktu tersebut mereka membayar pajak dan iuran atas lahan yang mereka pakai.  Kepastian hukum tak mereka dapatkan. Bayangkan jika status legal kepemilikan atas lahan hunian atau usaha tersebut didapat, mereka dapat memakainya untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan, misalnya. Paling tidak ada sebuah kepastian terhadap usaha yang mereka jalankan.  

Friedrich Naumann Stiftung Indonesia, dengan latarbelakang ini, mencoba membuat kompetisi pembuatan video amatir yang berdurasi pendek, yang merekam berbagai persoalan, terkait dengan hak kepemilikan (property right – secara fisik) dan kebebasan ekonomi ini.   Baca lebih lanjut

Lamongan…

Tanggal 12 Februari 2008 lalu saya mengunjungi Kabupaten Lamongan di Jawa Timur, satu hari saja.

Menarik, karena membuyarkan semua bayangan saya tentang kata “Lamongan.” Jujur saja, bayangan saya tentang “Lamongan” tak jauh dari warung-warung di seantero Jakarta yang menyediakan pecel lele dan selalu ditulis pada kain yang menjadi penutup warung: “Pecel Lele Lamongan.” Kalau tak salah lambang kabupaten yang terletak di Utara pulau Jawa ini juga dua ekor ikan lele yang sedang bergelut. 🙂 Baca lebih lanjut

Merokok Lebih Sehat Dari Fasisme!

smoking.jpgSurvey Forum Warga Jakarta dan Indonesian Tobacco Control Alliance, yang dilakukan sejak Agustus hingga September 2007 menunjukkan lebih dari 50 persen mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta telah melanggar peraturan Kawasan Dilarang Merokok. 59 persen pelaku pelanggaran mengetahui bahwa mal dan pusat perbelanjaan merupakan kawasan dilarang merokok. Namun mereka tetap merokok 🙂 karena 55 persen dari mereka tahu bahkan tidak ada aparat yang akan melarang mereka.

Lantas Koordinator FAKTA (Forum Warga Kota) Jakarta, Azas Tigor Nainggolan (Kompas 14 Februari 2008) mengatakan, bahwa hal tersebut menunjukkan ketidakseriusan dalam menerapkan Peraturan daerah Nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Sebagai perokok, walaupun bukan perokok berat, hanya bisa mengucapkan “Alhamdullillah” masih ada orang yang membangkang terhadap peraturan yang tidak “fair” tersebut. Baca lebih lanjut

Jakarta Banjir Lagi…..

Jakarta banjir….sudah menjadi cerita lama. Cerita usang yang selalu berulang setiap tahun. Toh tak ada yang berubah. Tak ada perluasan ruang resapan air yang berarti. Tak ada perbaikan kali banjir kanal yang sudah ada. Tak ada larangan pembangunan perumahan di muara sungai-sungai yang akan mengalir ke Teluk Jakarta.

Kerugian bisnis tercatat sekian milliar rupiah setiap tahun. Belum pula kerugian harta benda milik penduduk yang rusak terkena banjir, rumah kotor yang harus dibersihkan, bahkan nyawa yang harus melayang. Semuanya sia-sia, dan selalu berulang setiap tahun. Hanya menjadi wacana. Tak ada perbaikan. Tak ada pula tuntutan warga, yang dirugikan setiap tahun, kepada pemerintah yang seharusnya memberikan layanan yang baik. Baca lebih lanjut

Kenapa Tidak Pakai Trem Saja: Alternatif Selain Busway

Berita penolakan jalur busway melalui Pondok Indah oleh warga yang tinggal dikawasan ini semula tak membuat saya tertarik. Namun satu spanduk yang melintang dekat kantor saya, bertulis “Mereka Naik Mercy, kami butuh Busway” membuat saya tersenyum.

Saya teringat seorang teman aktivis semasa kuliah dahulu, saat melakukan demo di depan rektorat UI, membaca puisi yang konon menurutnya “revolusioner.” Kira-kita begini penggalannya, “Mereka naik mercy kita naik bus, mereka makan keju dan roti kita makan singkong.” Menurutnya isi puisi tersebut sarat dengan “pertentangan kelas.” Baca lebih lanjut

Monopoli Siaran Liga Inggris?

Olahraga yang namanya sepak bola selalu menjadi berita menarik. Tak pernah berhenti menjadi berita, mengundang kontroversi, dan lahan bisnis yang subur. Bayangkan pasar yang dapat diperoleh dari setengah jumlah penduduk Indonesia yang mungkin kini sudah mencapai sekitar 220 juta orang.

Pikiran bisnis inilah yang mungkin membuat Astro berani membeli hak siar liga Inggris untuk Indonesia dari ESPN dan Starsport. Pasalnya tak ada TV publik lokal, semula TV Trans 7 menyiarkannya, yang mampu membayar hak siar tersebut. Dan akibatnya sudah dipastikan penikmat liga Inggris yang tak berlangganan Astro tidak dapat menonton tayangan pada musim kompetisi 2007-2008.

Untuk saluran TV berlangganan lain yang semula menyiarkannya melalui ESPN dan Starsport belum mendapat kepastian dapat menyiarkan atau tidak. Baca lebih lanjut